www.wikidata.id-id.nina.az
Mesir Kuno adalah peradaban kuno di sebelah timur laut benua Afrika yang berpusat di daerah hilir Sungai Nil yakni kawasan yang kini menjadi wilayah negara Mesir Peradaban ini dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM 1 dan selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium Sejarah Mesir Kuno diwarnai dengan periode kerajaan kerajaan yang stabil dan periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru Selanjutnya peradaban ini mulai mengalami kemunduran Mesir ditaklukkan oleh kekuatan kekuatan asing pada periode akhir Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemaik sebagai bagian dari provinsi Romawi 2 Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah Sungai Nil yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban merdeka Mesir Piramida Khafre Dinasti Keempat Mesir dan Sfinks Agung Giza 2500 SM Peta Mesir Kuno menunjukkan kota dan situs utama pada periode dinasti 3150 SM hingga 30 SM Peradaban Mesir Kuno didasari atas pengendalian keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia terutama ditandai dengan Irigasi teratur terhadap Lembah Nil Pendayagunaan mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya Perkembangan sistem tulisan dan sastra Organisasi proyek kolektif Perdagangan dengan wilayah Afrika Timur dan Tengah serta Mediterania Timur serta Kegiatan militer yang menunjukkan kekuasaan terhadap kebudayaan suku bangsa lain pada beberapa periode yang berbeda Pengelolaan kegiatan kegiatan tersebut dilakukan oleh penguasa sosial politik dan ekonomi yang berada di bawah pengawasan sosok firaun 3 4 Pencapaian pencapaian peradaban Mesir Kuno antara lain teknik pembangunan monumen seperti piramida kuil dan obelisk pengetahuan matematika teknik pengobatan sistem irigasi dan agrikultur kapal pertama yang pernah diketahui teknologi tembikar glasir bening dan kaca seni dan arsitektur yang baru sastra Mesir Kuno dan traktat perdamaian pertama yang pernah diketahui 5 Mesir telah meninggalkan warisan yang abadi Seni dan arsitekturnya banyak ditiru dan barang barang antik buatan peradaban ini dibawa hingga ke ujung dunia Reruntuhan reruntuhan monumental nya menjadi inspirasi bagi pengelana dan penulis selama berabad abad Daftar isi 1 Sejarah 1 1 Periode Pradinasti 1 2 Periode Dinasti Awal 1 3 Kerajaan Lama 1 4 Periode Menengah Pertama Mesir 1 5 Kerajaan Pertengahan 1 6 Periode Menengah Kedua dan Hyksos 1 7 Kerajaan Baru 1 8 Periode Menengah Ketiga 1 9 Periode Akhir 1 10 Dinasti Ptolemeus 1 11 Dominasi Romawi 2 Pemerintahan dan ekonomi 2 1 Administrasi dan perdagangan 2 2 Status sosial 2 3 Sistem hukum 2 4 Pertanian 2 5 Hewan 2 6 Sumber daya alam 2 7 Perdagangan 3 Bahasa 3 1 Perkembangan historis 3 2 Kesusasteraan 3 3 Tulisan 4 Budaya 4 1 Kehidupan sehari hari 4 2 Masakan 4 3 Arsitektur 4 4 Seni 4 5 Agama dan kepercayaan 4 6 Adat pemakaman 4 7 Militer 5 Teknologi pengobatan dan matematika 5 1 Teknologi 5 2 Tembikar glasir bening dan kaca 5 3 Pengobatan 5 4 Pembuatan kapal 5 5 Matematika 6 Masyarakat 7 Peninggalan 8 Lihat pula 9 Referensi 10 Daftar Pustaka 11 Bacaan lanjut 12 Pranala luarSejarah SuntingDaftar Dinasti pada zaman Mesir KunoPeriode Pra DinastiPeriode Proto DinastiPeriode Dinasti Awalke 1 ke 2Kerajaan Lamake 3 ke 4 ke 5 ke 6Periode Menengah Pertamake 7 ke 8 ke 9 ke 10ke 11 hanya Thebes Kerajaan Pertengahanke 11 seluruh Mesir ke 12 ke 13 ke 14Periode Menengah Keduake 15 ke 16 ke 17Kerajaan Baruke 18 ke 19 ke 20Periode Menengah Ketigake 21 ke 22 ke 23ke 24 ke 25Periode Akhirke 26ke 27 Periode Persia Pertama ke 28 ke 29 ke 30ke 31 Periode Persia Kedua Periode Yunani RomawiAlexander AgungDinasti PtolemaikMesir RomawiSerbuan ArabPada akhir masa Paleolitik iklim Afrika Utara menjadi semakin panas dan kering Akibatnya penduduk di wilayah tersebut terpaksa berpusat di sepanjang sungai Nil Sebelumnya semenjak manusia pemburu pengumpul mulai tinggal di wilayah tersebut pada akhir Pleistosen Tengah sekitar 120 ribu tahun lalu sungai Nil telah menjadi urat nadi kehidupan Mesir 6 Dataran banjir Nil yang subur memberikan kesempatan bagi manusia untuk mengembangkan pertanian dan masyarakat yang terpusat dan mutakhir yang menjadi landasan bagi sejarah peradaban manusia 7 Periode Pradinasti Sunting Pada masa pra dan awal dinasti iklim Mesir lebih subur daripada saat ini Sebagian wilayah Mesir ditutupi oleh sabana berhutan dan dilalui oleh ungulata yang merumput Flora dan fauna lebih produktif dan sungai Nil menopang kehidupan unggas air Perburuan merupakan salah satu mata pencaharian utama orang Mesir Selain itu pada periode ini banyak hewan yang didomestikasi termasuk kambing domba sapi keledai dan unggas 8 Guci pada periode pradinasti Sekitar tahun 5500 SM suku suku kecil yang menetap di lembah sungai Nil telah berkembang menjadi peradaban yang menguasai pertanian dan peternakan Peradaban mereka juga dapat dikenal melalui tembikar dan barang barang pribadi seperti sisir gelang tangan dan manik Peradaban yang terbesar di antara peradaban peradaban awal adalah Badari di Mesir Hulu yang dikenal akan keramik peralatan batu dan penggunaan tembaga 9 Di Mesir Utara Badari diikuti oleh peradaban Amratia dan Gerzia 10 yang menunjukkan beberapa pengembangan teknologi Bukti awal menunjukkan adanya hubungan antara Gerzia dengan Kanaan dan pantai Byblos 11 Sementara itu di Mesir Selatan peradaban Naqada mirip dengan Badari mulai memperluas kekuasaannya di sepanjang sungai Nil sekitar tahun 4000 SM Sejak masa Naqada I orang Mesir pra dinasti mengimpor obsidian dari Ethiopia untuk membentuk pedang dan benda lain yang terbuat dari flake 12 Setelah sekitar 1000 tahun peradaban Naqada berkembang dari masyarakat pertanian yang kecil menjadi peradaban yang kuat Pemimpin mereka berkuasa penuh atas rakyat dan sumber daya alam lembah sungai Nil 13 Setelah mendirikan pusat kekuatan di Hierakonpolis dan lalu di Abydos penguasa penguasa Naqada III memperluas kekuasaan mereka ke utara 14 Budaya Naqada membuat berbagai macam barang barang material yang menunjukkan peningkatan kekuasaan dan kekayaan dari para penguasanya seperti tembikar yang dicat vas batu dekoratif yang berkualitas tinggi pelat kosmetik dan perhiasan yang terbuat dari emas lapis dan gading Mereka juga mengembangkan glasir keramik yang dikenal dengan nama tembikar glasir bening 15 Pada fase akhir masa pra dinasti peradaban Naqada mulai menggunakan simbol simbol tulisan yang akan berkembang menjadi sistem hieroglif untuk menulis bahasa Mesir kuno 16 Periode Dinasti Awal Sunting Artikel utama Periode Dinasti Awal Mesir Pelat Narmer menggambarkan penyatuan Mesir Hulu dan Hilir 17 Pendeta Mesir pada abad ke 3 SM Manetho mengelompokan garis keturunan firaun yang panjang dari Menes ke masanya menjadi 30 dinasti Sistem ini masih digunakan hingga hari ini 18 Ia memilih untuk memulai sejarah resminya melalui raja yang bernama Meni atau Menes dalam bahasa Yunani yang dipercaya telah menyatukan kerajaan Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3200 SM 19 Transisi menuju negara kesatuan sejatinya berlangsung lebih bertahap berbeda dengan apa yang ditulis oleh penulis penulis Mesir Kuno dan tidak ada catatan kontemporer mengenai Menes Beberapa ahli kini meyakini bahwa figur Menes mungkin merupakan Narmer yang digambarkan mengenakan tanda kebesaran kerajaan pada pelat Narmer yang merupakan simbol unifikasi 20 Pada Periode Dinasti Awal sekitar 3150 SM firaun pertama memperkuat kekuasaan mereka terhadap Mesir hilir dengan mendirikan ibu kota di Memphis Dengan ini firaun dapat mengawasi pekerja pertanian dan jalur perdagangan ke Levant yang penting dan menguntungkan Peningkatan kekuasaan dan kekayaan firaun pada periode dinasti awal dilambangkan melalui mastaba makam yang rumit dan struktur struktur kultus kamar mayat di Abydos yang digunakan untuk merayakan didewakannya firaun setelah kematiannya 21 Institusi kerajaan yang kuat dikembangkan oleh firaun untuk mengesahkan kekuasaan negara atas tanah pekerja dan sumber daya alam yang penting bagi pertumbuhan peradaban Mesir kuno 22 Kerajaan Lama Sunting Artikel utama Kerajaan Lama Patung firaun Menkaura di Boston Museum of Fine Arts Kemajuan dalam bidang arsitektur seni dan teknologi dibuat pada masa Kerajaan Lama Kemajuan ini didorong oleh meningkatnya produktivitas pertanian yang dimungkinkan karena pemerintahan pusat dibina dengan baik 23 Di bawah pengarahan wazir pejabat pejabat negara mengumpulkan pajak mengatur proyek irigasi untuk meningkatkan hasil panen mengumpulkan petani untuk bekerja di proyek proyek pembangunan dan menetapkan sistem keadilan untuk menjaga keamanan 24 Dengan surplus sumber daya yang ada karena ekonomi yang produktif dan stabil negara mampu membiayai pembangunan proyek proyek kolosal dan menugaskan pembuatan karya karya seni istimewa Piramida yang dibangun oleh Djoser Khufu dan keturunan mereka merupakan simbol peradaban Mesir Kuno yang paling diingat Seiring dengan meningkatnya kepentingan pemerintah pusat muncul golongan juru tulis sesh 25 dan pejabat berpendidikan yang diberikan tanah oleh firaun sebagai bayaran atas jasa mereka Firaun juga memberikan tanah kepada struktur struktur kultus kamar mayat dan kuil kuil lokal untuk memastikan bahwa institusi institusi tersebut memiliki sumber daya yang cukup untuk memuja firaun setelah kematiannya Pada akhir periode Kerajaan Lama lima abad berlangsungnya praktik praktik feudal pelan pelan mengikis kekuatan ekonomi firaun Firaun tak lagi mampu membiayai pemerintahan terpusat yang besar 26 Dengan berkurangnya kekuatan firaun gubernur regional yang disebut nomark mulai menantang kekuatan firaun Hal ini diperburuk dengan terjadinya kekeringan besar antara tahun 2200 hingga 2150 SM 27 sehingga Mesir Kuno memasuki periode kelaparan dan perselisihan selama 140 tahun yang dikenal sebagai Periode Menengah Pertama Mesir 28 Periode Menengah Pertama Mesir Sunting Artikel utama Periode Menengah Pertama Mesir Setelah pemerintahan pusat Mesir runtuh pada akhir periode Kerajaan Lama pemerintah tidak lagi mampu mendukung atau menstabilkan ekonomi negara Gubernur gubernur regional tidak dapat menggantungkan diri kepada firaun pada masa krisis Kekurangan pangan dan sengketa politik meningkat menjadi kelaparan dan perang saudara berskala kecil Meskipun berada pada masa yang sulit pemimpin pemimpin lokal yang tidak berhutang upeti kepada firaun menggunakan kebebasan baru mereka untuk mengembangkan budaya di provinsi provinsi Setelah menguasai sumber daya mereka sendiri provinsi provinsi menjadi lebih kaya Fakta ini dibuktikan dengan adanya pemakaman yang lebih besar dan baik di antara kelas kelas sosial lainnya 29 Dengan meningkatnya kreativitas pengrajin pengrajin provinsial menerapkan dan mengadaptasi motif motif budaya yang sebelumnya dibatasi oleh Kerajaan Lama Juru juru tulis mengembangkan gaya yang melambangkan optimisme dan keaslian periode 30 Bebas dari kesetiaan kepada firaun pemimpin pemimpin lokal mulai berebut kekuasaan Pada 2160 SM penguasa penguasa di Herakleopolis menguasai Mesir Hilir sementara keluarga Intef di Thebes mengambil alih Mesir Hulu Dengan berkembangnya kekuatan Intef serta perluasan kekuasaan mereka ke utara maka pertempuran antara kedua dinasti sudah tak terhindarkan lagi Sekitar tahun 2055 SM tentara Thebes di bawah pimpinan Nebhepetre Mentuhotep II berhasil mengalahkan penguasa Herakleopolis menyatukan kembali kedua negeri dan memulai periode renaisans budaya dan ekonomi yang dikenal sebagai Kerajaan Pertengahan 31 Kerajaan Pertengahan Sunting Artikel utama Kerajaan Pertengahan Mesir Amenemhat III penguasa terakhir Kerajaan Pertengahan Firaun Kerajaan Pertengahan berhasil mengembalikan kesejahteraan dan kestabilan negara sehingga mendorong kebangkitan seni sastra dan proyek pembangunan monumen 32 Mentuhotep II dan sebelas dinasti penerusnya berkuasa dari Thebes tetapi wazir Amenemhat I sebelum memperoleh kekuasaan pada awal dinasti ke 12 sekitar tahun 1985 SM memindahkan ibu kota ke Itjtawy di Oasis Faiyum 33 Dari Itjtawy firaun dinasti ke 12 melakukan reklamasi tanah dan irigasi untuk meningkatkan hasil panen Selain itu tentara kerajaan berhasil merebut kembali wilayah yang kaya akan emas di Nubia sementara pekerja pekerja membangun struktur pertahanan di Delta Timur yang disebut tembok tembok penguasa sebagai perlindungan dari serangan asing 34 Maka populasi seni dan agama negara mengalami perkembangan Berbeda dengan pandangan elitis Kerajaan Lama terhadap dewa dewa Kerajaan Pertengahan mengalami peningkatan ungkapan kesalehan pribadi Selain itu muncul sesuatu yang dapat dikatakan sebagai demokratisasi setelah akhirat setiap orang memiliki arwah dan dapat diterima oleh dewa dewa di akhirat 35 Sastra Kerajaan Pertengahan menampilkan tema dan karakter yang canggih yang ditulis menggunakan gaya percaya diri dan elok 30 sementara relief dan pahatan potret pada periode ini menampilkan ciri ciri kepribadian yang lembut yang mencapai tingkat baru dalam kesempurnaan teknis 36 Penguasa terakhir Kerajaan Pertengahan Amenemhat III memperbolehkan pendatang dari Asia tinggal di wilayah delta untuk memenuhi kebutuhan pekerja terutama untuk penambangan dan pembangunan Penambangan dan pembangunan yang ambisius ditambah dengan meluapnya sungai Nil membebani ekonomi dan mempercepat kemunduran selama masa dinasti ke 13 dan ke 14 Semasa kemunduran pendatang dari Asia mulai menguasai wilayah delta yang selanjutnya mulai berkuasa di Mesir sebagai Hyksos 37 Periode Menengah Kedua dan Hyksos Sunting Artikel utama Periode Menengah Kedua Mesir Sekitar tahun 1650 SM seiring dengan melemahnya kekuatan firaun Kerajaan Pertengahan imigran Asia yang tinggal di kota Avaris mengambil alih kekuasaan dan memaksa pemerintah pusat mundur ke Thebes Di sana firaun diperlakukan sebagai vasal dan diminta untuk membayar upeti 38 Hyksos penguasa asing meniru gaya pemerintahan Mesir dan menggambarkan diri mereka sebagai firaun Maka elemen Mesir menyatu dengan budaya Zaman Perunggu Pertengahan mereka 39 Setelah mundur raja Thebes melihat situasinya yang terperangkap antara Hyksos di utara dan sekutu Nubia Hyksos Kerajaan Kush di selatan Setelah hampir 100 tahun mengalami masa stagnansi pada tahun 1555 SM Thebes telah mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk melawan Hyksos dalam konflik selama 30 tahun 38 Firaun Seqenenre Tao II dan Kamose berhasil mengalahkan orang orang Nubia Pengganti Kamose Ahmose I berhasil mengusir Hyksos dari Mesir Selanjutnya pada periode Kerajaan Baru kekuatan militer menjadi prioritas utama firaun agar dapat memperluas perbatasan Mesir dan menancapkan kekuasaan atas wilayah Timur Dekat 40 Wilayah terluas Mesir Kuno abad ke 15 SM Kerajaan Baru Sunting Artikel utama Kerajaan Baru Firaun firaun Kerajaan Baru berhasil membawa kesejahteraan yang tak tertandingi sebelumnya Perbatasan diamankan dan hubungan diplomatik dengan tetangga tetangga diperkuat Kampanye militer yang dikobarkan oleh Tuthmosis I dan cucunya Tuthmosis III memperluas pengaruh firaun ke Suriah dan Nubia memperkuat kesetiaan dan membuka jalur impor komoditas yang penting seperti perunggu dan kayu 41 Firaun firaun Kerajaan juga memulai pembangunan besar untuk mengangkat dewa Amun yang kultusnya berbasis di Karnak Para firaun juga membangun monumen untuk memuliakan pencapaian mereka sendiri baik nyata maupun imajiner Firaun perempuan Hatshepsut menggunakan propaganda semacam itu untuk mengesahkan kekuasaannya 42 Masa kekuasaannya yang berhasil dibuktikan oleh ekspedisi perdagangan ke Punt kuil kamar mayat yang elegan pasangan obelisk kolosal dan kapel di Karnak Patung Ramses II di pintu masuk kuil Abu Simbel Sekitar tahun 1350 SM stabilitas Kerajaan Baru terancam ketika Amenhotep IV naik tahta dan melakukan reformasi yang radikal dan kacau Ia mengubah namanya menjadi Akhenaten Akhenaten memuja dewa matahari Aten sebagai dewa tertinggi Ia lalu menekan pemujaan dewa dewa lain 43 Akhenaten juga memindahkan ibu kota ke kota baru yang bernama Akhetaten kini Amarna Ia tidak memperdulikan masalah luar negeri dan terlalu asyik dengan gaya religius dan artistiknya yang baru Setelah kematiannya kultus Aten segera ditinggalkan dan firaun firaun selanjutnya yaitu Tutankhamun Ay dan Horemheb menghapus semua penyebutan mengenai bidaah Akhenaten 44 Ramses II naik tahta pada tahun 1279 SM Ia membangun lebih banyak kuil mendirikan patung patung dan obelisk serta dikaruniai anak yang lebih banyak daripada firaun firaun lain dalam sejarah 45 Sebagai seorang pemimpin militer yang berani Ramses II memimpin tentaranya melawan bangsa Het dalam pertempuran Kadesh Setelah bertempur hingga mencapai kebuntuan stalemate ia menyetujui traktat perdamaian pertama yang tercatat sekitar 1258 SM 46 Kekayaan menjadikan Mesir sebagai target serangan terutama oleh orang orang Laut dan Libya Tentara Mesir mampu mengusir serangan serangan itu namun Mesir akan kehilangan kekuasaan atas Suriah dan Palestina Pengaruh dari ancaman luar diperburuk dengan masalah internal seperti korupsi penjarahan makam dan kerusuhan Pendeta pendeta agung di kuil Amun Thebes mengumpulkan tanah dan kekayaan yang besar dan kekuatan mereka memecahkan negara pada masa Periode Menengah Ketiga 47 Pada tahun 730 SM orang orang Libya dari barat memecahkan kesatuan politik Mesir Kuno Periode Menengah Ketiga Sunting Artikel utama Periode Menengah Ketiga Mesir Setelah kematian firaun Ramses XI tahun 1078 SM Smendes mengambil alih kekuasaan Mesir utara Ia berkuasa dari kota Tanis Sementara itu wilayah selatan dikuasai oleh pendeta pendeta agung Amun di Thebes yang hanya mengakui nama Smendes saja 48 Pada masa ini orang orang Libya telah menetap di delta barat dan kepala kepala suku penetap tersebut mulai meningkatkan otonomi mereka Pangeran pangeran Libya mengambil alih delta di bawah pimpinan Shoshenq I pada tahun 945 SM Mereka lalu mendirikan dinasti Bubastite yang akan berkuasa selama 200 tahun Shoshenq juga mengambil alih Mesir selatan dengan menempatkan keluarganya dalam posisi kependetaan yang penting Kekuasaan Libya mulai mengikis akibat munculnya dinasti saingan di Leontopolis dan ancaman Kush di selatan Sekitar tahun 727 SM raja Kush Piye menyerbu ke arah utara Ia berhasil menguasai Thebes dan delta 49 Martabat Mesir terus menurun pada Periode Menengah Ketiga Sekutu asingnya telah jatuh kedalam pengaruh Asiria dan pada 700 SM perang antara kedua negara sudah tak terhindarkan lagi Antara tahun 671 hingga 667 SM bangsa Asiria mulai menyerang Mesir Masa kekuasaan raja Kush Taharqa dan penerusnya Tanutamun dipenuhi dengan konflik melawan Asiria 50 Akhirnya bangsa Asiria berhasil memukul mundur Kush kembali ke Nubia Mereka juga menduduki Memphis dan menjarah kuil kuil di Thebes 51 Periode Akhir Sunting Artikel utama Periode Akhir Mesir Kuno Dengan tiadanya rencana pendudukan permanen bangsa Asiria menyerahkan kekuasaan Mesir kepada vassal vassal yang dikenal sebagai raja raja Sais dari dinasti ke 26 Pada tahun 653 SM raja Sais Psamtik I berhasil mengusir bangsa Asiria dengan bantuan tentara bayaran Yunani yang direkrut untuk membentuk angkatan laut pertama Mesir Selanjutnya pengaruh Yunani meluas dengan cepat Kota Naukratis menjadi tempat tinggal orang orang Yunani di delta Di bawah raja raja Sais Mesir mengalami kebangkitan singkat ekonomi dan budaya Sayangnya pada tahun 525 SM bangsa Persia yang dipimpin oleh Cambyses II memulai penaklukan terhadap Mesir Mereka berhasil menangkap firaun Psamtik III dalam pertempuran di Pelusium Cambyses II lalu mengambil alih gelar firaun Ia berkuasa dari kota Susa dan menyerahkan Mesir kepada seorang satrapi Pemberontakan pemberontakan meletus pada abad ke 5 SM tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengusir bangsa Persia secara permanen 52 Setelah dikuasai Persia Mesir digabungkan dengan Siprus dan Fenisia dalam satrapi ke 6 Kekaisaran Persia Akhemeniyah Periode pertama kekuasaan Persia atas Mesir yang juga dikenal sebagai dinasti ke 27 berakhir pada tahun 402 SM Dari 380 343 SM dinasti ke 30 berkuasa sebagai dinasti asli terakhir Mesir Restorasi singkat kekuasaan Persia kadang kadang dikenal sebagai dinasti ke 31 dimulai dari tahun 343 SM Akan tetapi pada 332 SM penguasa Persia Mazaces menyerahkan Mesir kepada Alexander yang Agung tanpa perlawanan 53 Dinasti Ptolemeus Sunting Artikel utama Dinasti Ptolemeus Pada tahun 332 SM Alexander yang Agung menaklukan Mesir dengan sedikit perlawanan dari bangsa Persia Pemerintahan yang didirikan oleh penerus Alexander dibuat berdasarkan sistem Mesir dengan ibu kota di Iskandariyah Kota tersebut menunjukkan kekuatan dan martabat kekuasaan Yunani dan menjadi pusat pembelajaran dan budaya yang berpusat di Perpustakaan Iskandariyah 54 Mercusuar Iskandariyah membantu navigasi kapal kapal yang berdagang di kota tersebut terutama setelah penguasa dinasti Ptolemeus memberdayakan perdagangan dan usaha usaha seperti produksi papirus 55 Budaya Yunani tidak menggantikan budaya asli Mesir Penguasa dinasti Ptolemeus mendukung tradisi lokal untuk menjaga kesetiaan rakyat Mereka membangun kuil kuil baru dalam gaya Mesir mendukung kultus tradisional dan menggambarkan diri mereka sebagai firaun Beberapa tradisi akhirnya bergabung Dewa dewa Yunani dan Mesir disinkretkan sebagai dewa gabungan contoh Serapis Bentuk skulptur Yunani Kuno juga memengaruhi motif motif tradisional Mesir Meskipun telah terus berusaha memenuhi tuntutan warga dinasti Ptolemeus tetap menghadapi berbagai tantangan seperti pemberontakan persaingan antar keluarga dan massa di Iskandariyah yang terbentuk setelah kematian Ptolemeus IV 56 Lebih lagi bangsa Romawi memerlukan gandum dari Mesir dan mereka tertarik akan situasi politik di negeri Mesir Pemberontakan yang terus berlanjut politikus yang ambisius serta musuh yang kuat di Suriah membuat kondisi menjadi tidak stabil sehingga bangsa Romawi mengirim tentaranya untuk mengamankan Mesir sebagai bagian dari kekaisarannya 57 Dominasi Romawi Sunting Potret potret mumi Fayum melambangkan pertemuan budaya Mesir dengan Romawi Mesir menjadi provinsi Kekaisaran Romawi pada tahun 30 SM setelah Augustus berhasil mengalahkan Mark Antony dan Ratu Cleopatra VII dalam Pertempuran Actium Romawi sangat memerlukan gandum dari Mesir dan legiun Romawi di bawah kekuasaan praefectus yang ditunjuk oleh kaisar memadamkan pemberontakan memungut pajak yang besar serta mencegah serangan bandit 58 Meskipun Romawi berlaku lebih kasar daripada Yunani beberapa tradisi seperti mumifikasi dan pemujaan dewa dewa tetap berlanjut 59 Seni potret mumi berkembang dan beberapa kaisar Romawi menggambarkan diri mereka sebagai firaun meskipun tidak sejauh penguasa penguasa dinasti Ptolemeus Pemerintahan lokal diurus dengan gaya Romawi dan tertutup dari gaya Mesir asli 59 Pada pertengahan abad pertama Kekristenan mulai mengakar di Iskandariyah Agama tersebut dipandang sebagai kultus lain yang akan diterima Akan tetapi Kekristenan pada akhirnya dianggap sebagai agama yang ingin menggantikan paganisme dan mengancam tradisi agama lokal sehingga muncul penyerangan terhadap orang orang Kristen Penyerangan terhadap orang Kristen memuncak pada masa pembersihan Diokletianus yang dimulai tahun 303 Akan tetapi Kristen berhasil menang 60 Pada tahun 391 kaisar Kristen Theodosius memperkenalkan undang undang yang melarang ritus ritus pagan dan menutup kuil kuil 61 Iskandariyah menjadi latar kerusuhan anti pagan yang besar 62 Akibatnya budaya pagan Mesir terus mengalami kejatuhan Meskipun penduduk asli masih mampu menuturkan bahasa mereka kemampuan untuk membaca hieroglif terus berkurang karena melemahnya peran pendeta kuil Mesir Sementara itu kuil kuil dialihfungsikan menjadi gereja atau ditinggalkan begitu saja 63 Pemerintahan dan ekonomi SuntingAdministrasi dan perdagangan Sunting Firaun biasanya digambarkan menggunakan simbol kebangsawanan dan kekuasaan Firaun adalah raja yang berkuasa penuh atas negara setidaknya dalam teori dan memegang kendali atas semua tanah dan sumber dayanya Firaun juga merupakan komandan militer tertinggi dan kepala pemerintahan yang bergantung pada birokrasi pejabat untuk mengurusi masalah masalahnya Yang bertanggung jawab terhadap masalah administrasi adalah orang kedua di kerjaan sang wazir yang juga berperan sebagai perwakilan raja yang mengkordinir survey tanah kas negara proyek pembangunan sistem hukum dan arsip arsip kerajaan 64 Di level regional kerajaan dibagi menjadi 42 wilayah administratif yang disebut nome yang masing masing dipimpin oleh seorang nomark yang bertanggung jawab kepada wazir Kuil menjadi tulang punggung utama perekonomian yang berperan tidak hanya sebagai pusat pemujaan namun juga berperan mengumpulkan dan menyimpan kekayaan negara dalam sebuah sistem lumbung dan perbendaharaan dengan meredistribusi biji bijian dan barang barang lainnya 65 Sebagian besar perekonomian diatur secara ketat dari pusat Bangsa Mesir Kuno belum mengenal uang koin hingga Periode Akhir sehingga mereka menggunakan sejenis uang barter 66 berupa karung beras dan beberapa deben satuan berat yang setara dengan 91 gram tembaga atau perak sebagai denominatornya 67 Pekerja dibayar menggunakan biji bijian pekerja kasar biasanya hanya mendapat 5 karung 200 kg biji bijian per bulan sementara mandor bisa mencapai 7 karung 250 kg per bulan Harga tidak berubah di seluruh wilayah negara dan biasanya dicatat utuk membantu perdagangan misalnya kaus dihargai 5 deben tembaga sementara sapi bernilai 140 deben 67 Pada abad ke 5 sebelum masehi uang koin mulai dikenal di Mesir Awalnya koin digunakan sebagai nilai standar dari logam mulia dibanding sebagai uang yang sebenarnya baru beberapa abad kemudian uang koin mulai digunakan sebagai standar perdagangan 68 Status sosial Sunting Masyarakat Mesir Kuno ketika itu sangat terstratifikasi dan status sosial yang dimiliki seseorang ditampilkan secara terang terangan Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani namun demikian hasil pertanian dimiliki dan dikelolah oleh negara kuil atau keluarga ningrat yang memiliki tanah 69 Petani juga dikenai pajak tenaga kerja dan dipaksa bekerja membuat irigasi atau proyek konstruksi menggunakan sistem corvee 70 Seniman dan pengrajin memunyai status yang lebih tinggi dari petani namun mereka juga berada di bawah kendali negara bekerja di toko toko yang terletak di kuil dan dibayar langsung dari kas negara Juru tulis dan pejabat menempati strata tertinggi di Mesir Kuno dan biasa disebut kelas kilt putih karena menggunakan linen berwarna putih yang menandai status mereka 71 Perbudakan telah dikenal namun bagaimana bentuknya belum jelas diketahui 72 Mesir Kuno memandang pria dan wanita dari kelas sosial apa pun kecuali budak sama di mata hukum 73 Baik pria maupun wanita memiliki hak untuk memiliki dan menjual properti membuat kontrak menikah dan bercerai serta melindungi diri mereka dari perceraian dengan menyetujui kontrak pernikahan yang dapat menjatuhkan denda pada pasangannya bila terjadi perceraian Dibandingkan bangsa lainnya di Yunani Roma dan bahkan tempat tempat lainnya di dunia wanita di Mesir Kuno memiliki kesempatan memilih dan meraih sukses yang lebih luas Wanita seperti Hatshepsut dan Celopatra bahkan bisa menjadi firaun Namun wanita di Mesir Kuno tidak dapat mengambil alih urusan administrasi dan jarang yang memiliki pendidikan dari rata rata pria ketika itu 73 Juru tulis adalah golongan elit dan terdidik Mereka menghitung pajak mencatat dan bertanggung jawab untuk urusan administrasi Sistem hukum Sunting Sistem hukum di Mesir Kuno secara resmi dikepalai oleh firaun yang bertanggung jawab membuat peraturan menciptakan keadilan serta menjaga hukum dan ketenteraman sebuah konsep yang disebut masyarakat Mesir Kuno sebagai Ma at 64 Meskipun belum ada undang undang hukum yang ditemukan dokumen pengadilan menunjukkan bahwa hukum di Mesir Kuno dibuat berdasarkan pandangan umum tentang apa yang benar dan apa yang salah serta menekankan cara untuk membuat kesepakatan dan menyelesaikan konflik 73 Dewan sesepuh lokal yang dikenal dengan nama Kenbet di Kerajaan Baru bertanggung jawab mengurus persidangan yang hanya berkaitan dengan permasalahan permasalahan kecil 64 Kasus yang lebih besar termasuk di antaranya pembunuhan transaksi tanah dalam jumlah besar dan pencurian makam diserahkan kepada Kenbet Besar yang dipimpin oleh wazir atau firaun Penggugat dan tergugat diharapkan mewakili diri mereka sendiri dan diminta untuk bersumpah bahwa mereka mengatakan yang sebenarnya Dalam beberapa kasus negara berperan baik sebagai jaksa dan hakim serta berhak menyiksa terdakwa dengan pemukulan untuk mendapatkan pengakuan dan nama nama lain yang bersalah Tidak peduli apakah tuduhan itu sepele atau serius juru tulis pengadilan mendokumentasikan keluhan kesaksian dan putusan kasus untuk referensi pada masa mendatang 74 Hukuman untuk kejahatan ringan di antaranya pengenaan denda pemukulan mutilasi di bagian wajah atau pengasingan tergantung kepada beratnya pelanggaran Kejahatan serius seperti pembunuhan dan perampokan makam dikenakan hukuman mati seperti pemenggalan leher penenggelaman atau penusukan Hukuman juga bisa dikenakan kepada keluarga penjahat 64 Sejak pemerintahan Kerajaan Baru oracle memiliki peran penting dalam sistem hukum baik pidana maupun perdata Prosedurnya adalah dengan memberikan pertanyaan ya atau tidak kepada dewa terkait sebuah isu Sang dewa diwakili oleh sejumlah imam memberi keputusan dengan memilih salah satu jawaban melakukan gerakan maju atau mundur atau menunjuk pada selembar papirus atau ostracon 75 Pertanian Sunting Relief yang menggambarkan pertanian di Mesir Kondisi geografi yang mendukung dan tanah di tepi sungai Nil yang subur membuat bangsa Mesir mampu memproduksi banyak makanan dan menghabiskan lebih banyak waktu dan sumber daya dalam pencapaian budaya teknologi dan artistik Pengaturan tanah sangat penting di Mesir Kuno karena pajak dinilai berdasarkan jumlah tanah yang dimiliki seseorang 76 Pertanian di Mesir sangat bergantung kepada siklus sungai Nil Bangsa Mesir mengenal tiga musim Akhet banjir Peret tanam dan Shemu panen Musim banjir berlangsung dari Juni hingga September menumpuk lanau kaya mineral yang ideal untuk pertanian di tepi sungai Setelah banjir surut musim tanam berlangsung dari Oktober hingga Februari Petani membajak dan menanam bibit di ladang Irigasi dibuat dengan parit dan kanal Mesir hanya mendapat sedikit hujan sehingga petani sangat bergantung dengan sungai Nil dalam pengairan tanaman 77 Dari Maret hingga Mei petani menggunakan sabit untuk memanen Selanjutnya hasil panen dirontokan untuk memisahkan jerami dari gandum Proses penampian menghilangkan sekam dari gandum lalu gandum ditumbuk menjadi tepung diseduh untuk membuat bir atau disimpian untuk kegunaan lain 78 Bangsa Mesir menanam gandum emmer dan jelai serta beberama gandum sereal lain sebagai bahan roti dan bir 79 Tanaman tanaman Flax ditanam dan diambil batangnya sebagai serat Serat serat tersebut dipisahkan dan dipintal menjadi benang yang selanjutnya digunakan untuk menenun linen dan membuat pakaian Papirus ditanam untuk pembuatan kertas Sayur sayuran dan buah buahan dikembangkan di petak petak perkebunan dekat dengan permukiman dan berada di permukaan tinggi Tanaman sayur dan buah tersebut harus diairi dengan tangan Sayur sayuran meliputi bawang perai bawang putih melon squash kacang selada dan tanaman tanaman lain Anggur juga ditanam untuk diolah menjadi wine 80 Sennedjem membajak ladangnya dengan sepasang lembu yang dimanfaatkan sebagai hewan pekerja dan sumber makanan Hewan Sunting Bangsa Mesir percaya bahwa hubungan yang seimbang antara manusia dengan hewan merupakan elemen yang penting dalam susunan kosmos maka manusia hewan dan tumbuhan diyakini sebagai bagian dari suatu keseluruhan 81 Hewan baik yang didomestikasi maupun liar merupakan sumber spiritualitas persahabatan dan rezeki bagi bangsa Mesir Kuno Sapi adalah hewan ternak yang paling penting pemerintah mengumpulkan pajak terhadap hewan ternak dalam sensus sensus reguler dan ukuran ternak melambangkan martabat dan kepentingan pemiliknya Selain sapi bangsa Mesir Kuno menyimpan domba kambing dan babi Unggas seperti bebek angsa dan merpati ditangkap dengan jaring dan dibesarkan di peternakan Di peternakan unggas unggas tersebut dipaksa makan adonan agar semakin gemuk 82 Sementara itu di sungai Nil terdapat sumber daya ikan Lebah lebah juga didomestikasi dari masa Kerajaan Lama dan hewan tersebut menghasilkan madu dan lilin 83 Keledai dan lembu digunakan sebagai hewan pekerja Hewan hewan tersebut bertugas membajak ladang dan menginjak injak bibit ke dalam tanah Lembu lembu yang gemuk dikorbankan dalam ritual persembahan 82 Kuda kuda dibawa oleh Hyksos pada Periode Menengah Kedua sementara unta meskipun sudah ada sejak periode Kerajaan Baru tidak digunakan sebagai hewan pekerja hingga Periode Akhir Selain itu terdapat bukti yang menunjukkan bahwa gajah sempat dimanfaatkan pada Periode Akhir tetapi akhirnya dibuang karena kurangnya tanah untuk merumput 82 Anjing kucing dan monyet menjadi hewan peliharaan sementara hewan hewan seperti singa yang diimpor dari jantung Afrika merupakan milik kerajaan Herodotus mengamati bahwa bangsa Mesir adalah satu satunya bangsa yang menyimpan hewan di rumah mereka 81 Selama periode pradinasti dan akhir pemujaan dewa dalam bentuk hewan menjadi sangat populer seperti dewi kucing Bastet dan dewa ibis Thoth sehingga hewan hewan tersebut dibesarkan dalam jumlah besar untuk dikorbankan dalam ritual 84 Sumber daya alam Sunting Mesir kaya akan batu bangunan dan dekoratif bijih tembaga dan timah emas dan batu batu semimulia Kekayaan itu memungkinkan orang Mesir Kuno untuk membangun monumen memahat patung membuat alat alat dan perhiasan 85 Pembalsem menggunakan garam dari Wadi Natrun untuk mumifikasi yang juga menjadi sumber gypsum yang diperlukan untuk membuat plester 86 Batuan yang mengandung bijih besi dapat ditemukan di wadi wadi gurun timur dan Sinai yang kondisi alam yang tidak ramah Membutuhkan ekspedisi besar biasanya dikontrol negara untuk mendapatkan sumber daya alam di sana Terdapat sebuah tambang emas luas di Nubia dan salah satu peta pertama yang ditemukan adalah peta sebuah tambang emas di wilayah ini Wadi Hammamat adalah sumber penting granit greywacke dan emas Rijang adalah mineral yang pertama kali dikumpulkan dan digunakan untuk membuat alat alat dan kapak Rijang adalah potongan awal yang membuktikan adanya habitat manusia di lembah Sungai Nil Nodul nodul mineral secara hati hati dipipihkan untuk membuat bilah dan kepala panah dengan tingkat kekerasan dan daya tahan yang sedang dan ini tetap bertahan bahkan setelah tembaga digunakan untuk tujuan tersebut 87 Perdagangan Sunting Orang Mesir kuno berdagang dengan negeri negeri tetangga untuk memperoleh barang yang tidak ada di Mesir Pada masa pra dinasti mereka berdagang dengan Nubia untuk memperoleh emas dan dupa Orang Mesir kuno juga berdagang dengan Palestina dengan bukti adanya kendi minyak bergaya Palestina di pemakaman firaun Dinasti Pertama 88 Koloni Mesir di Kanaan selatan juga berusia sedikit lebih tua dari dinasti pertama 89 Firaun Narmer memproduksi tembikar Mesir di Kanaan dan mengekspornya kembali ke Mesir 90 Paling lambat dari masa Dinasti Kedua Mesir kuno mendapatkan kayu berkualitas tinggi yang tak dapat ditemui di Mesir dari Byblos Pada masa Dinasti Kelima Mesir kuno dan Punt memperdagangkan emas damar eboni gading dan binatang liar seperti monyet 91 Mesir bergantung pada Anatolia untuk memasok persediaan timah dan tembaga keduanya merupakan bahan baku untuk membuat perunggu Orang Mesir kuno juga menghargai batu biru lazuardi yang harus diimpor dari Afganistan Partner dagang Mesir di Laut Tengah meliputi Yunani dan Kreta yang menyediakan minyak zaitun selain barang barang lainnya 92 Sebagai ganti impor bahan baku dan barang mewah Mesir mengekspor gandum emas linen papirus dan barang barang jadi seperti kaca dan benda benda batu 93 Bahasa SuntingArtikel utama Bahasa Mesir Perkembangan historis Sunting Bahasa Mesir adalah bahasa Afro Asiatik yang berhubungan dekat dengan bahasa Berber dan Semit 94 Bahasa ini memiliki sejarah bahasa terpanjang kedua setelah Sumeria Bahasa Mesir telah ditulis sejak 3200 SM dan sudah dituturkan sejak waktu yang lebih lama Fase fase pada bahasa Mesir Kuno adalah bahasa Mesir Lama Pertengahan Akhir Demotik dan Koptik 95 Tulisan Mesir tidak menunjukkan perbedaan dialek sebelum Koptik tetapi mungkin dituturkan dalam dilek dialek regional di sekitar Memphis dan nantinya Thebes 96 Kesusasteraan Sunting Artikel utama Sastra Mesir Kuno Papirus Edwin Smith sekitar abad ke 16 SM yang menggambarkan anatomi dan perawatan medis Tulisan pertama kali ditemukan di lingkungan kerajaan terutama pada barang barang di makam keluarga kerajaan Pekerjaan menulis biasanya hanya diberikan kepada orang orang tertentu yang juga menjalankan institusi Per Ankh atau Rumah Kehidupan serta perpustakaan disebut Rumah Buku laboratorium dan observatorium 97 Karya karya literatur yang terkenal sebagian ditulis dalam bahasa Mesir Klasik yang terus digunakan secara bahasa tertulis hingga sekitar tahun 1300 SM Bahasa Mesir Akhir mulai digunakan mulai masa Kerajaan Baru sebagaimana direpresentasikan dalam dokumen administratif Ramses puisi dan kisah cinta serta teks teks Demotik dan Koptik Selama periode ini berkembang tradisi menulis autografi di makam Genre ini dikenal sebagai Sebayt instruksi dan dikembangkan sebagai usaha untuk menurunkan ajaran dan tuntunan bangsawan terkenal Kisah Sinuhe yang ditulis dalam bahasa Mesir Pertengahan juga dapat dikategorikan sebagai literatur Mesir klasik 98 Contoh lainnya adalah Instruksi Amenemope yang dianggap sebagai mahakarya dalam dunia literatur timur tengah 99 Pada masa akhir Kerajaan Baru Bahasa Mesir Akhir lebih banyak digunakan untuk menulis seperti yang terlihat pada Cerita Wenamun dan Instruksi Any Cerita Wenamun menceritakan kisah tentang bangsawan yang dirampok dalam perjalanannya untuk membeli cedar dari Lebanon dan perjuangannya kembali ke Mesir Sejak 700 SM cerita naratif dan instruksi seperti misalnya Instruksi Onchshesonqy dan dokumen dokumen bisnis ditulis dalam bahasa Demotik Banyak cerita pada masa Yunani Romawi juga dalam bahasa Demotik dan biasanya memiliki setting pada masa masa ketika Mesir merdeka di bawah kekuasaan Firaun agung seperti Ramses II 100 Tulisan Sunting Tulisan hieroglif terdiri dari sekitar 500 simbol Sebuah hieroglif dapat mewakili kata atau suara Simbol yang sama dapat menyajikan tujuan yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula Hieroglif adalah aksara resmi digunakan pada monumen batu dan kuburan Pada penulisan sehari hari juru tulis membuat tulisan kursif yang disebut keramat Tulisan kursif ini lebih cepat dan mudah Sementara hieroglif formal dapat dibaca dalam baris atau kolom di kedua arah walaupun biasanya ditulis dari kanan ke kiri aksara keramat selalu ditulis dari kanan ke kiri biasanya pada baris horisontal Sebuah bentuk baru penulisan demotik menjadi gaya penulisan umum dan inilah bentuk tulisan bersama dengan hieroglif formal yang menyertai teks Yunani di Batu Rosetta Sekitar abad ke 1 Masehi aksara Koptik mulai digunakan bersama aksara demotik Koptik adalah modifikasi abjad Yunani dengan penambahan beberapa tanda tanda demotik 101 Meskipun hieroglif formal digunakan dalam acara seremonial hingga abad ke 4 menjelang akhir abad hanya segelintir kecil imam yang masih bisa membacanya Akibat institusi keagamaan tradisional dibubarkan pengetahuan tulisan hieroglif semakin menghilang Usaha untuk mengartikannya muncul pada masa Bizantium 102 dan Islam di Mesir 103 tetapi baru pada tahun 1822 setelah penemuan batu Rosetta dan penelitian oleh Thomas Young dan Jean Francois Champollion hieroglif baru dapat diartikan 104 Budaya SuntingKehidupan sehari hari Sunting Patung yang menggambarkan kegiatan masyarakat kecil Mesir Kuno Sebagian besar masyarakat Mesir Kuno bekerja sebagai petani Kediaman mereka terbuat dari tanah liat yang didesain untuk menjaga udara tetap dingin di siang hari Setiap rumah memiliki dapur dengan atap terbuka Di dapur itu biasanya terdapat batu giling untuk menggiling tepung dan oven kecil untuk membuat roti 105 Tembok dicat warna putih dan beberapa juga ditutupi dengan hiasan berupa linen yang diberi warna Lantai ditutupi dengan tikar buluh dilengkapi dengan furnitur sederhana untuk duduk dan tidur 106 Bangsa Mesir Kuno sangat menghargai penampilan dan kebersihan tubuh Sebagian besar mandi di Sungai Nil dan menggunakan sabun yang terbuat dari lemak binatang dan kapur Laki laki bercukur untuk menjaga kebersihan menggunakan minyak wangi dan salep untuk mengharumkan dan menyegarkan kulit 107 Pakaian dibuat dengan linen sederhana yang diberi warna putih baik wanita maupun pria di kelas yang lebih elit menggunakan wig perhiasan dan kosmetik Anak anak tidak mengenakan pakaian hingga mereka dianggap dewasa pada usia sekitar 12 tahun dan pada usia ini laki laki disunat dan dicukur Ibu bertanggung jawab menjaga anaknya sementara sang ayah bertugas mencari nafkah 108 Musik dan tarian menjadi hiburan yang paling populer bagi mereka yang mampu membayar untuk melihatnya Instrumen yang digunakan antara lain seruling dan harpa juga instrumen yang mirip terompet juga digunakan Pada masa Kerajaan Baru bangsa Mesir memainkan bel simbal tamborine dan drum serta mengimpor kecapi dan lira dari Asia 109 Mereka juga menggunakan sistrum instrumen musik yang biasa digunakan dalam upacara keagamaan Bangsa Mesir Kuno mengenal berbagai macam hiburan permainan dan musik salah satunya adalah Senet permainan papan yang bidaknya digerakkan dalam urutan acak Selain itu mereka juga mengenal mehen Juggling dan permainan menggunakan bola juga sering dimainkan anak anak juga permainan gulat sebagaimana digambarkan dalam makam Beni Hasan 110 Orang orang kaya di Mesir Kuno juga gemar berburu dan berlayar untuk hiburan Masakan Sunting Artikel utama Masakan Mesir Kuno Masakan Mesir cenderung tidak berubah selama berabad abad Masakan Mesir modern memiliki banyak persamaan dengan Masakan Mesir Kuno Makanan sehari hari biasanya mengandung roti dan bir dengan lauk berupa sayuran seperti bawang merah dan bawang putih serta buah buahan berbentuk biji dan ara Wine dan daging biasanya hanya disajikan pada perayaan tertentu kecuali di kalangan orang kaya yang lebih sering menyantapnya Ikan daging dan unggas dapat diasinkan atau dikeringkan serta direbus atau dibakar 111 Arsitektur Sunting Artikel utama Arsitektur Mesir Kuno Kuil Edfu adalah salah satu hasil karya arsitektur bangsa Mesir Kuno Karya arsitektur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain Piramida Giza dan kuil di Thebes Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan religius sebagai bentuk peringatan maupun untuk menunjukkan kekuasaan firaun Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan peralatan sederhana namun efektif dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi 112 Kediaman baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah hancur seperti batu bata dan kayu karenanya tidak ada satu pun yang terisa saat ini Kaum tani tinggal di rumah sederhana di sisi lain rumah kaum elit memiliki struktur yang rumit Beberapa istana Kerajaan Baru yang tersisa seperti yang terletak di Malkata dan Amarna menunjukkan tembok dan lantai yang dipenuhi hiasan dengan gambar pemandangan yang indah 113 Struktur penting seperti kuil atau makam dibuat dengan batu agar dapat bertahan lama Kuil kuil tertua yang tersisa seperti yang terletak di Giza terdiri dari ruang tunggal tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar Pada Kerajaan Baru arsitek menambahkan pilon halaman terbuka dan ruangan hypostyle gaya ini bertahan hingga periode Yunani Romawi 114 Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan adalah mastaba struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dari batu dan bata Struktur ini biasanya dibangun untuk menutupi ruang bawah tanah untuk menyimpan mayat 115 Seni Sunting Patung dada Nefertiti karya Thutmose adalah salah satu mahakarya terkenal bangsa Mesir Kuno Artikel utama Seni Mesir Kuno Bangsa Mesir Kuno memproduksi seni untuk berbagai tujuan Selama 3500 tahun seniman mengikuti bentuk artistik dan ikonografi yang dikembangkan pada masa Kerajaan Lama Aliran ini memiliki prinsip prinsip ketat yang harus diikuti mengakibatkan bentuk aliran ini tidak mudah berubah dan terpengaruh aliran lain 116 Standar artistik garis garis sederhana bentuk dan area warna yang datar dikombinasikan dengan karakteristik figure yang tidak memiliki kedalaman spasial menciptakan rasa keteraturan dan keseimbangan dalam komposisinya Perpaduan antara teks dan gambar terjalin dengan indah baik di tembok makam dan kuil peti mati maupun patung 117 Seniman Mesir Kuno dapat menggunakan batu dan kayu sebagai bahan dasar untuk memahat Cat didapatkan dari mineral seperti bijih besi merah dan kuning bijih perunggu biru dan hijau jelaga atau arang hitam dan batu kapur putih Cat dapat dicampur dengan gum arab sebagai pengikat dan ditekan press disimpan untuk kemudian diberi air ketika hendak digunakan 118 Firaun menggunakan relief untuk mencatat kemenangan di pertempuran dekret kerajaan atau peristiwa religius Pada masa Kerajaan Pertengahan model kayu atau tanah liat yang menggambarkan kehidupan sehari hari menjadi populer untuk ditambahkan di makam Sebagai usaha menduplikasi aktivitas hidup di kehidupan setelah kematian model ini diberi bentuk buruh rumah perahu bahkan formasi militer 119 Meskipun bentuknya hampir homogen pada waktu tertentu gaya karya seni Mesir Kuno terkadang mengikuti perubahan kultural atau perilaku politik Setelah invasi Hykos di Periode Pertengahan Kedua seni dengan gaya Minoa ditemukan di Avaris 120 Salah satu contoh perubahan gaya akibat adanya perubahan politik yang menonjol adalah bentuk artistik yang dibuat pada masa Amarna patung patung disesuaikan dengan gaya pemikiran religius Akhenaten Gaya ini yang dikenal sebagai seni Amarna langsung diganti dan dibuah ke bentuk tradisional setelah kematian Akhenaten 121 Agama dan kepercayaan Sunting Artikel utama Agama Mesir Kuno Kitab Kematian adalah panduan perjalanan untuk kehidupan setelah kematian Kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan adanya kehidupan setelah kematian dipegang secara turun temurun Kuil kuil diisi oleh dewa dewa yang memiliki kekuatan supernatural dan menjadi tempat untuk meminta perlindungan namun dewa dewa tidak selalu dilihat sebagai sosok yang baik orang mesir percaya dewa dewa perlu diberi sesajen agar tidak mengeluarkan amarah Struktur ini dapat berubah tergantung siapa yang berkuasa ketika itu Patung Ka dipercaya dapat menjadi tempat bersemayam bagi mereka yang telah meninggal Dewa dewa disembah dalam sebuah kuil yang dikelola oleh seorang imam Di bagian tengah kuil biasanya terdapat patung dewa Kuil tidak dijadikan tempat beribadah untuk publik dan hanya pada hari hari tertentu saja patung di kuil itu dikeluarkan untuk disembah oleh masyarakat Masyarakat umum beribadah memuja patung pribadi di rumah masing masing dilengkapi jimat yang dipercaya mampu melindungi dari marabahaya 122 Setelah Kerajaan Baru peran firaun sebagai perantara spiritual mulai berkurang seiring dengan munculnya kebiasaan untuk memuja langsung tuhan tanpa perantara Di sisi lain para imam mengembangkan sistem ramalan oracle untuk mengkomunikasikan langsung keinginan dewa kepada masyarakat 123 Masyarakat mesir percaya bahwa setiap manusia terdiri dari bagian fisik dan spiritual Selain badan manusia juga memiliki swt bayangan ba kepribadian atau jiwa ka nyawa dan nama 124 Jantung dipercaya sebagai pusat dari pikiran dan emosi Setelah kematian aspek spiritual akan lepas dari tubuh dan dapat bergerak sesuka hati namun mereka membutuhkan tubuh fisik mereka atau dapat digantikan dengan patung sebagai tempat untuk pulang Tujuan utama mereka yang meninggal adalah menyatukan kembali ka dan ba dan menjadi arwah yang diberkahi Untuk mencapai kondisi itu mereka yang mati akan diadili jantung akan ditimbang dengan bulu kejujuran Jika pahalanya cukup sang arwah diperbolehkan tetap tinggal di bumi dalam bentuk spiritual 125 Makam firaun dipenuhi oleh harta karun dalam jumlah yang sangat besar salah satunya adalah topeng emas dari mumi Tutankhamun Adat pemakaman Sunting Orang Mesir Kuno mempertahankan seperangkat adat pemakaman yang diyakini sebagai kebutuhan untuk menjamin keabadian setelah kematian Berbagai kegiatan dalam adat ini adalah proses mengawetkan tubuh melalui mumifikasi upacara pemakaman dan penguburan mayat bersama barang barang yang akan digunakan oleh almarhum di akhirat Sebelum periode Kerajaan Lama tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun cara ini secara alami akan mengawetkan tubuh mayat melalui proses pengeringan Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana halnya orang kaya Orang kaya mulai menguburkan orang mati di kuburan batu akibatnya mereka memanfaatkan mumifikasi buatan yaitu dengan mencabut organ internal membungkus tubuh menggunakan kain dan meletakkan mayat ke dalam sarkofagus berupa batu empat persegi panjang atau peti kayu Pada permulaan dinasti keempat beberapa bagian tubuh mulai diawetkan secara terpisah dalam toples kanopik 126 Anubis adalah dewa pada zaman mesir kuno yang dikaitkan dengan mumifikasi dan ritual pemakaman Pada gambar ini ia sedang mendatangi seorang mumi Pada periode Kerajaan Baru orang Mesir Kuno telah menyempurnakan seni mumifikasi Teknik terbaik pengawetan mumi memakan waktu kurang lebih 70 hari lamanya selama waktu tersebut secara bertahap dilakukan proses pengeluaran organ internal pengeluaran otak melalui hidung dan pengeringan tubuh menggunakan campuran garam yang disebut natron Selanjutnya tubuh dibungkus menggunakan kain pada setiap lapisan kain tersebut disisipkan jimat pelindung mayat kemudian diletakkan pada peti mati yang disebut antropoid Mumi periode akhir diletakkan pada laci besar cartonnage yang telah dicat Praktik pengawetan mayat asli mulai menurun sejak zaman Ptolemeus dan Romawi pada zaman ini masyarakat mesir kuno lebih menitikberatkan pada tampilan luar mumi 127 Orang kaya Mesir dikuburkan dengan jumlah barang mewah yang lebih banyak Tradisi penguburan barang mewah dan barang barang sebagai bekal almarhum juga berlaku pada semua masyarakat tanpa memandang status sosial Pada permulaan Kerajaan Baru Kitab Kematian ikut disertakan di kuburan bersamaan dengan patung shabti yang dipercaya akan membantu pekerjaan mereka di akhirat 128 Setelah pemakaman kerabat yang masih hidup diharapkan untuk sesekali membawa makanan ke makam dan mengucapkan doa atas nama almarhum 127 Militer Sunting Kereta perang Mesir Angkatan perang Mesir kuno bertanggung jawab untuk melindungi Mesir dari serangan asing dan menjaga kekuasaan Mesir di Timur Dekat Kuno Tentara Mesir kuno melindungi ekspedisi penambangan ke Sinai pada masa Kerajaan Lama dan terlibat dalam perang saudara selama Periode Menengah Pertama dan Kedua Angkatan perang Mesir juga bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap jalur perdagangan penting seperti kota Buhen pada jalan menuju Nubia Benteng benteng juga didirikan seperti benteng di Sile yang merupakan basis operasi penting untuk melancarkan ekspedisi ke Levant Pada masa Kerajaan Baru firaun menggunakan angkatan perang Mesir untuk menyerang dan menaklukan Kerajaan Kush dan sebagian Levant 129 Peralatan militer yang digunakan pada masa itu adalah panah tombak dan perisai berbahan dasar kerangka kayu dan kulit binatang Pada masa Kerajaan Baru angkatan perang mulai menggunakan kereta perang yang awalnya diperkenalkan oleh penyerang dari Hyksos Senjata dan baju zirah terus berkembang setelah penggunaan perunggu perisai dibuat dari kayu padat dengan gesper perunggu ujung tombak dibuat dari perunggu dan Khopesh berasal dari tentara Asiatik mulai digunakan 130 Tentara direkrut dari penduduk biasa namun selama dan terutama sesudah masa Kerajaan Baru tentara bayaran dari Nubia Kush dan Libya dibayar untuk membantu Mesir 131 Teknologi pengobatan dan matematika SuntingTeknologi Sunting Artikel utama Teknologi Mesir Kuno Dalam bidang tekonologi pengobatan dan matematika Mesir kuno telah mencapai standar yang relatif tinggi dan canggih pada masanya Empirisme tradisional sebagaimana dibuktikan oleh Papirus Edwin Smith dan Ebers c 1600 SM ditemukan oleh bangsa Mesir Bangsa Mesir kuno juga diketahui menciptakan alfabet dan sistem desimal mereka sendiri Salah satu peninggalan Mesir kuno yang bernilai seni tinggi Tembikar glasir bening dan kaca Sunting Bahkan sebelum masa keemasan di bawah kekuasaan Kerajaan Lama bangsa Mesir kuno telah mampu mengembangkan sebuah material kilap yang dikenal sebagai tembikar glasir bening yang dianggap sebagai bahan artifisial yang cukup berharga Tembikar glasir bening adalah keramik yang terbuat dari silika sedikit kapur dan soda serta bahan pewarna biasanya tembaga 132 Tembikar glasir bening digunakan untuk membuat manik manik ubin arca dan lainnya Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menciptakan tembikar glasir bening namun yang sering digunakan adalah menaruh bahan baku yang telah diolah menjadi pasta di atas tanah liat kemudian membakarnya Dengan teknik yang sama bangsa Mesir kuno juga dapat memproduksi sebuah pigmen yang dikenal sebagai Egyptian Blue yang diproduksi dengan menggabungkan silika tembaga kapur dan sebuah alkali seperti natron 133 Bangsa mesir kuno juga mampu membuat berbagai macam objek dari kaca namun tidak jelas apakah mereka mengembangkan teknik itu sendiri atau bukan 134 Tidak diketahui pula apakah mereka membuat bahan dasar kaca sendiri atau mengimpornya untuk kemudian dilelehkan dan dibentuk namun mereka dipastikan memiliki kemampuan teknis untuk membuat objek dan menambahkan elemen mikro untuk mengontrol warna dari kaca tersebut Banyak warna yang dapat mereka ciptakan termasuk di antaranya kuning merah hijau biru ungu putih dan transparan 135 Pengobatan Sunting Artikel utama Pengobatan Mesir kuno Prasasti yang menggambarkan alat alat pengobatan Mesir kuno Permasalahan medis di Mesir kuno kebanyakan berasal dari kondisi lingkungan di sana Hidup dan bekerja di dekat sungai Nil mengakibatkan mereka terancam penyakit seperti malaria dan parasit schistosomiasis yang dapat mengakibatkan kerusakan hati dan dan pencernaan Binatang berbahaya seperti buaya dan kuda nil juga menjadi ancaman Cedera akibat pekerjaan yang sangat berat terutama dalam bidang konstruksi dan militer juga sering terjadi Kerikil dan pasir di tepung muncul akibat proses pembuatan tepung yang belum canggih merusak gigi sehingga menyebabkan mereka mudah terserang abses 136 Hidangan yang dimakan orang kaya di Mesir kuno biasanya mengandung banyak gula yang mengakibatkan banyaknya penyakit periodontitis 137 Meskipun di dinding dinding makam kebanyakan orang kaya digambarkan memiliki tubuh yang kurus berat badan mumi mereka menunjukkan bahwa mereka hidup secara berlebihan 138 Harapan hidup orang dewasa berkisar antara 35 tahun untuk laki laki dan 30 tahun untuk wanita 139 Tabib tabib Mesir Kuno termasyhur dengan kemampuan pengobatan mereka dan beberapa seperti Imhotep tetap dikenang meskipun telah lama meninggal 140 Herodotus mengatakan bahwa terdapat pembagian spesialisasi yang tinggi di antara tabib tabib Mesir misalnya beberapa tabib hanya mengobati permasalahan pada kepala atau perut sementara yang lain hanya mengobati masalah mata atau gigi 141 Pelatihan untuk tabib terletak di Per Ankh atau institusi Rumah Kehidupan yang paling terkenal terletak di Per Bastet semasa Kerajaan Baru dan di Abydos serta Sais di Periode Akhir Sebuah papirus medis menunjukkan bahwa bangsa Mesir memiliki pengetahuan empiris soal anatomi luka dan perawatannya 142 Luka luka dirawat dengan cara membungkusnya dengan daging mentah linen putih jahitan jaring blok dan kain yang dilumuri madu untuk mencegah infeksi 143 Mereka juga menggunakan opium untuk mengurangi rasa sakit Bawang putih maupun merah dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan dan dipercaya dapat mengurangi gejala asma Ahli bedah mesir mampu menjahit luka memperbaiki tulang yang patah dan melakukan amputasi Mereka juga mengetahui bahwa ada beberapa luka yang sangat serius sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah mebuat pasien merasa nyaman menjelang ajalnya 144 Pembuatan kapal Sunting Artikel utama Pembuatan kapal Bangsa Mesir kuno telah tahu bagaimana merakit papan kayu menjadi lambung kapal sejak tahun 3000 SM Archaeological Institute of America melaporkan 145 bahwa beberapa kapal tertua yang pernah ditemukan berjenis kapal Abydos Kapal kapal yang ditemukan di Abydos ini dibuat dari papan kayu yang dijahit menggunakan tali pengikat 145 146 Awalnya kapal kapal tersebut diperkirakan sebagai milik Firaun Khasekhemwy karena ditemukan dikubur bersama dan berada di dekat kamar mayat Firaun Khasekhemwy 146 namun penelitian menunjukkan bawa kapal kapal itu lebih tua dari usia sang firaun sehingga kini diperkirakan sebagai kapal milik firaun yang lebih terdahulu Menurut profesor David O Connor dari New York University kapal kapal itu kemungkinan merupakan kapal milik Firaun Aha 146 Namun meskipun bangsa Mesir Kuno memiliki kemampuan untuk membuat kapal yang sangat besar dan mudah dikendalikan di atas sungai Nil mereka tidak dikenal sebagai pelaut yang handal Matematika Sunting Artikel utama Matematika Mesir Perhitungan matematika tertua yang ditemukan berasal dari periode Naqada yang juga menunjukkan bahwa bangsa Mesir ketika itu telah mengembangkan sistem bilangan 147 Nilai penting matematika bagi seorang intelektual kala itu digambarkan dalam sebuah surat fiksi dari zaman Kerajaan Baru Pada surat itu penulisnya mengusulkan untuk mengadakan kompetisi antara dirinya dan ilmuwan lain berkenaan masalah penghitungan sehari hari seperti penghitungan tanah tenaga kerja dan padi 148 Teks seperti Papirus Matematika Rhind dan Papirus Matematika Moskwa menunjukkan bahwa bangsa Mesir Kuno dapat menghitung empat operasi matematika dasar penambahan pengurangan pengalian dan pembagian menggunakan pecahan menghitung volume kubus dan piramid serta menghitung luas kotak segitiga lingkaran dan bola Mereka memahami konsep dasar aljabar dan geometri serta mampu memecahkan persamaan simultan 149 Hieroglif MesirNotasi matematika Mesir Kuno bersifat desimal berbasis 10 dan didasarkan pada simbol simbol hieroglif untuk tiap nilai perpangkatan 10 1 10 100 1000 10000 100000 1000000 sampai dengan sejuta Tiap tiap simbol ini dapat ditulis sebanyak apapun sesuai dengan bilangan yang diinginkan sehingga untuk menuliskan bilangan delapan puluh atau delapan ratus simbol 10 atau 100 ditulis sebanyak delapan kali 150 Karena metode perhitungan mereka tidak dapat menghitung pecahan dengan pembilang lebih besar daripada satu pecahan Mesir Kuno ditulis sebagai jumlah dari beberapa pecahan Sebagai contohnya pecahan dua per tiga 2 3 dibagi menjadi jumlah dari 1 3 1 15 proses ini dibantu oleh tabel nilai pecahan standar 151 Beberapa pecahan ditulis menggunakan glif khusus nilai yang setara dengan 2 3 ditunjukkan oleh gambar di samping 152 Matematikawan Mesir Kuno telah mengetahui prinsip prinsip yang mendasari teorema Pythagoras 153 Mereka juga dapat memperkirakan luas lingkaran dengan mengurangi satu per sembilan diameternya dan memangkatkan hasilnya L u a s 8 9 D 2 256 81 r 2 3 16 r 2 displaystyle Luas approx left left frac 8 9 right D right 2 left frac 256 81 right r 2 approx 3 16r 2 yang hasilnya mendekati rumus pr 2 153 154 Masyarakat SuntingCheikh Anta Diop seorang antropolog berkebangsaan Senegal menuliskan dalam bukunya The African Origin of Civilization 1974 bahwa orang Mesir kuno adalah orang Afrika berkulit hitam Diop menyatakan bahwa orang kulit hitam pertama yang tinggal di Mesir disebut Anu Merekalah yang pertama membangun peradaban Mesir melalui pertanian dan irigasi pembangunan bendungan peemuan ilmu pengetahuan seni tulisan dan kalender 155 Hal ini dikonfirmasi melalui catatan Herodotus yang mengunjungi Mesir pada abad kelima SM Herodotus menuliskan bahwa penduduk Mesir berkulit hitam karena kondisi lingkungannya yang panas berkulit hitam dan memiliki rambut yang mengambang Aspek bahasa sosial budaya politik dan agama di antara masyarakat Mesir kuno dan Afrika juga berhubungan Di antaranya adalah jimat milik firaun yang mirip dengan punya pemimpin suku suku Afrika praktik pemujaan leluhur sunat dan hubungan kekerabatan 156 Peninggalan Sunting Dr Zahi Hawass Sekretaris Jenderal Supreme Council of Antiquities Budaya dan monumen Mesir kuno telah menjadi peninggalan sejarah yang abadi Pemujaan terhadap dewi Isis sebagai contoh menjadi populer pada masa Kekaisaran Romawi 157 Orang Romawi juga mengimpor bahan bangunan dari Mesir untuk mendirikan struktur dengan gaya Mesir Sejarawan seperti Herodotus Strabo dan Diodorus Siculus mempelajari dan menulis tentang Mesir kuno yang kemudian dipandang sebagai tempat yang penuh misteri 158 Pada Abad Pertengahan dan Renaissance perkembangan budaya pagan Mesir mulai menurun seiring dengan berkembangnya agama Kristen dan Islam namun ketertarikan terhadap budaya tersebut masih tersirat dalam karya karya ilmuwan abad pertengahan misalnya karya Dhul Nun al Misri dan al Maqrizi 159 Pada abad ke 17 dan 18 penjelajah dan turis Eropa membawa banyak barang antik dan menulis tentang kisah perjalanan mereka di Mesir yang kemudian memancing terjadinya gelombang Egyptomania di Eropa Ketertarikan tersebut mengakibatkan banyaknya kolektor Eropa yang membeli atau membawa barang barang antik penting dari Mesir 160 Meskipun penjajahan kolonial Eropa terhadap mesir mengakibatkan hancurnya benda benda bersejarah kehadiran bangsa Eropa juga dampak positif terhadap peninggalan Mesir kuno Napoleon misalnya melakukan pembelajaran pertama mengenai Egiptologi ketika ia membawa 150 ilmuwan dan seniman untuk mempelajari dan mendokumentasi sejarah alam Mesir yang kemudian dipublikasi dalam Description de l Ėgypte 161 Pada abad ke 20 pemerintah Mesir dan arkeolog mulai melakukan pengawasan terhadap kegiatan penggalian di Mesir dengan membentuk Supreme Council of Antiquities Lihat pula SuntingBahasa Mesir Piramida FiraunReferensi Sunting Chronology Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 25 Maret 2008 Clayton 1994 hal 217 James 2005 hal 8 Manuelian 1998 hal 6 7 Clayton 1994 hal 153 Shaw 2002 hal 17 Shaw 2002 hal 17 67 69 Ikram Salima 1992 Choice Cuts Meat Production in Ancient Egypt University of Cambridge hlm 5 ISBN 9789068317459 OCLC 60255819 Diakses tanggal 22 Juli 2009 LCCN 1997 140867 Hayes 1964 hal 220 Childe V Gordon 1953 New light on the most ancient Near East Praeger Publications Patai Raphael 1998 Children of Noah Jewish Seafaring in Ancient Times Princeton Uni Press Barbara G Aston James A Harrell Ian Shaw 2000 Paul T Nicholson and Ian Shaw editors Stone in Ancient Egyptian Materials and Technology Cambridge 5 77 hal 46 47 Also note Barbara G Aston 1994 Ancient Egyptian Stone Vessels Studien zur Archaologie und Geschichte Altagyptens 5 Heidelberg hal 23 26 See on line posts 1 and 2 Chronology of the Naqada Period Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 Shaw 2002 hal 61 Faience in different Periods Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 Allen 2000 hal 1 Robins 1997 hal 32 Clayton 1994 hal 6 Shaw 2002 hal 78 80 Clayton 1994 hal 12 13 Shaw 2002 hal 70 Early Dynastic Egypt Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 James 2005 hal 40 Shaw 2002 hal 102 Scribes Life in Ancient Egypt Carnegie Museum of Natural History 3 Diarsipkan 2009 01 25 di Wayback Machine Diakses pada 29 Januari 2009 Shaw 2002 hal 116 7 Fekri Hassan The Fall of the Old Kingdom British Broadcasting Corporation Diakses tanggal 10 March 2008 Clayton 1994 hal 69 Shaw 2002 hal 120 a b Shaw 2002 hal 146 Clayton 1994 hal 29 Shaw 2002 hal 148 Clayton 1994 hal 79 Shaw 2002 hal 158 Shaw 2002 hal 179 82 Robins 1997 hal 90 Shaw 2002 hal 188 a b Ryholt 1997 hal 310 Shaw 2002 hal 189 Shaw 2002 hal 224 James 2005 hal 48 Hatshepsut Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 December 2007 Aldred 1988 hal 259 Cline 2001 hal 273 Clayton 1994 hal 146 Tyldesley 2001 hal 76 7 James 2005 hal 54 Cerny 1975 hal 645 Shaw 2002 hal 345 The Kushite Conquest of Egypt Ancient Sudan Nubia Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011 05 21 Diakses tanggal 2010 10 06 Shaw 2002 hal 358 Shaw 2002 hal 383 Shaw 2002 hal 385 Shaw 2002 hal 405 Shaw 2002 hal 411 Shaw 2002 hal 418 James 2005 hal 62 James 2005 hal 63 a b Shaw 2002 hal 422 Shaw 2003 hal 431 The Church in Ancient Society Henry Chadwick hal 373 Oxford University Press US 2001 ISBN 0 19 924695 5 Christianizing the Roman Empire A D 100 400 Ramsay MacMullen hal 63 Yale University Press 1984 ISBN 0 300 03216 1 Shaw 2002 hal 445 a b c d Manuelian 1998 hal 358 Manuelian 1998 hal 363 Meskell 2004 hal 23 a b Manuelian 1998 hal 372 Walbank 1984 hal 125 Manuelian 1998 hal 383 James 2005 hal 136 Billard 1978 hal 109 Social classes in ancient Egypt Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 11 December 2007 a b c Janet H Johnson Women s Legal Rights in Ancient Egypt University of Chicago 2004 Diakses tanggal 31 August 2010 Oakes 2003 hal 472 McDowell 1999 hal 168 Manuelian 1998 hal 361 Nicholson 2000 hal 514 Nicholson 2000 hal 506 Nicholson 2000 hal 510 Nicholson 2000 hal 577 dan 630 a b Strouhal 1989 hal 117 a b c Manuelian 1998 hal 381 Nicholson 2000 hal 409 Oakes 2003 hal 229 Greaves 1929 hal 123 Lucas 1962 hal 413 Nicholson 2000 hal 28 Shaw 2002 hal 72 Naomi Porat and Edwin van den Brink editor An Egyptian Colony in Southern Palestine During the Late Predynastic to Early Dynastic in The Nile Delta in Transition 4th to 3rd Millennium BC 1992 hal 433 440 Naomi Porat Local Industry of Egyptian Pottery in Southern Palestine During the Early Bronze I Period in Bulletin of the Egyptological Seminar 8 1986 1987 hal 109 129 See also University College London web post 2000 Shaw 2002 hal 322 Manuelian 1998 hal 145 Harris 1990 hal 13 Loprieno 1995b hal 2137 Loprieno 2004 hal 161 Loprieno 2004 hal 162 Strouhal 1989 hal 235 Lichtheim 1975 hal 11 Wisdom in Ancient Israel John Day John Adney Emerton Robert P Gordon Hugh Godfrey Maturin Williamson p23 Cambridge University Press 1997 ISBN 0 521 62489 4 Lichtheim 1980 hal 159 Allen 2000 hal 7 Loprieno 2004 hal 166 El Daly 2005 hal 164 Allen 2000 hal 8 Manuelian 1998 hal 401 Manuelian 1998 hal 403 Manuelian 1998 hal 405 Manuelian 1998 hal 406 7 Music in Ancient Egypt Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 Manuelian 1998 hal 126 Manuelian 1998 hal 399 400 Clarke 1990 hal 94 7 Badawy 1968 hal 50 Types of temples in ancient Egypt Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 Dodson 1991 hal 23 Robins 1997 hal 29 Robins 1997 hal 21 Nicholson 2000 hal 105 Robins 1998 hal 74 Shaw 2002 hal 216 Robins 1998 hal 158 James 2005 hal 117 Shaw 2002 hal 313 Allen 2000 hal 79 94 5 Wasserman et al 1994 hal 150 3 Mummies and Mummification Old Kingdom Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 a b James 2005 hal 124 Shabtis Digital Egypt for Universities University College London Diakses tanggal 9 March 2008 Shaw 2002 hal 245 Manuelian 1998 hal 366 67 Shaw 2002 hal 400 Nicholson 2000 hal 177 Nicholson 2000 hal 109 Nicholson 2000 hal 195 Nicholson 2000 hal 215 Filer 1995 hal 94 Filer 1995 hal 78 80 Filer 1995 hal 21 Filer 1995 hal 25 Filer 1995 hal 39 Strouhal 1989 hal 243 Stroual 1989 hal 244 46 Stroual 1989 hal 250 Filer 1995 hal 38 a b Ward Cheryl World s Oldest Planked Boats in Archaeology Volume 54 Number 3 May June 2001 Archaeological Institute of America a b c Schuster Angela M H This Old Boat 11 December 2000 Archaeological Institute of America Pemahaman ilmuwan terhadap matematika Mesir masih belum sempurna disebabkan karena tidak cukupnya bahan dan kurangnya penelitian terhadap teks teks yang telah ditemukan Imhausen et al 2007 hal 13 Imhausen et al 2007 hal 11 Clarke 1990 hal 222 Clarke 1990 hal 217 Clarke 1990 hal 218 Gardiner 1957 hal 197 a b Strouhal 1989 hal 241 Imhausen et al 2007 hal 31 Okafor 1991 hlm 258 Okafor 1991 hlm 264 266 Siliotti 1998 hal 8 Siliotti 1998 hal 10 El Daly 2005 hal 112 Siliotti 1998 hal 13 Siliotti 1998 hal 100Daftar Pustaka SuntingOkafor Victor Oguejiofor 1991 Diop and the African Origin of Civilization An Afrocentric Analysis Journal of Black Studies dalam bahasa Inggris 22 2 ISSN 0021 9347 Bacaan lanjut SuntingBaines John and Jaromir Malek 2000 The Cultural Atlas of Ancient Egypt edisi ke revised Facts on File ISBN 0816040362 Bard KA 1999 Encyclopedia of the Archaeology of Ancient Egypt NY NY Routledge ISBN 0 415 18589 0 Grimal Nicolas 1992 A History of Ancient Egypt Blackwell Books ISBN 0631193960 Lehner Mark 1997 The Complete Pyramids London Thames amp Hudson ISBN 0500050848 Wilkinson R H 2003 The Complete Gods and Goddesses of Ancient Egypt London Thames and Hudson ISBN 0500051208 Pranala luar SuntingCari tahu mengenai Mesir Kuno pada proyek proyek Wikimedia lainnya Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari WikiCommons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibooks Inggris British Museum Ancient Egypt Inggris About Archaeology Ancient Egypt and Egyptians Diarsipkan 2016 11 18 di Wayback Machine Inggris BBC History Egyptians Inggris Ancient Egyptian History Inggris Ancientneareast net Ancient Egypt Inggris Archaeowiki org Inggris Egyptology Resources Diarsipkan 2003 06 02 di Wayback Machine Inggris The Theban Mapping Project Inggris Dokumen historis Mesir Kuno oleh James Henry Breasted 1906 Volume I The first to seventeenth dynasties Volume II The eighteenth dynasty Volume III The nineteenth dynasty Volume IV Volume V Inggris Ancient Egypt Web Community Diarsipkan 2007 03 14 di Wayback Machine Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Mesir Kuno amp oldid 23332102