www.wikidata.id-id.nina.az
Maluku memiliki sejarah yang panjang mengingat daerah ini telah dikuasai bangsa asing selama kurang lebih 2300 tahun lamanya dengan didominasi secara berturut turut oleh bangsa Arab Portugis Spanyol dan Belanda serta menjadi daerah pertempuran sengit antara Jepang dan Sekutu pada era Perang Dunia ke II Para penduduk asli Banda berdagang rempah rempah dengan negara negara Asia lainnya seperti Tiongkok paling tidak sejak zaman Kekaisaran Romawi Dengan adanya kemunculan agama Islam perdagangan didominasi oleh para pedagang Muslim Salah satu sumber kuno Arab menggambarkan lokasi dari pulau ini berjarak sekitar lima belas hari berlayar dari Timur pulau Jaba Jawa namun perdagangan langsung hanya terjadi hingga akhir tahun 1300 an Para pedagang Arab tidak hanya membawa agama Islam tetapi juga sistem kesultanan dan mengganti sistem lokal yang di mana didominasi oleh Orang Kaya yang di samping itu lebih efektif digunakan jika berurusan dengan pihak luar Melalui perdagangan dengan para pedagang Muslim bangsa Venesia kemudian datang untuk memonopoli perdagangan rempah rempah dari Eropa antara 1200 dan 1500 melalui dominasi atas Mediterania ke kota pelabuhan seperti Iskandariyah Mesir setelah jalur perdagangan tradisional mulai terganggu oleh Mongol dan Turki Dalam menunjang monopoli ini kemudian mereka ikut serta dalam Abad Eksplorasi Eropa Portugal mengambil langkah awal penjelajahan dengan berlayar ke sekitar tanjung selatan benua Afrika mengamankan rute rute penting perdagangan bahkan tanpa sengaja menemukan pantai Brasil dalam pencarian ke arah selatan Portugal akhirnya sukses dan pembentukan daerah monopolinya sendiri dan memancing kekuasaan maritim lain seperti Spanyol Eropa Prancis Inggris dan Belanda untuk mengganggu posisinya Karena tingginya nilai rempah rempah di Eropa dan besarnya pendapatan yang dihasilkan Belanda dan Inggris segera terlibat dalam konflik untuk mendapatkan monopoli atas wilayah ini Persaingan untuk memiliki kontrol atas kepulauan ini menjadi sangat intensif bahkan untuk itu Belanda bahkan memberikan pulau Manhattan sekarang New York di pihak lain Inggris memberikan Belanda kontrol penuh atas kepulauan Banda Lebih dari 6 000 jiwa di Banda telah gugur dan mati syahid dalam perang memperebutkan rempah rempah ini Dan di kemudian hari kemenangan atas kepulauan ini dikantongi Kerajaan Belanda Daftar isi 1 Prasejarah 1 1 Kebudayaan 2 Prapenjajahan 3 Portugis dan Spanyol 3 1 Awal kedatangan 3 2 Kedigdayaan Portugis 4 Perusahaan Hindia Timur Belanda 4 1 Awal kedatangan dan persaingan 4 2 Kedigdayaan 5 Britania 6 Perang Dunia II 7 Lihat pula 8 Catatan kaki 8 1 Catatan 8 2 Daftar rujukan 8 3 Daftar pustakaPrasejarah SuntingMenurut penyelidikan geologis Kepulauan Maluku terbentuk antara 150 juta hingga satu juta tahun yang lalu dengan Seram sebagai pulau tertua 1 Terdapat berbagai cerita rakyat di Maluku tentang dari mana penduduk Maluku berasal Menurut masyarakat Maluku Tengah terdapat Gunung Nunusaku yang menjadi tempat dari danau keramat yang menurunkan Sungai Eti Sungai Tala dan Sungai Sapalewa di Seram Bagian Barat 2 Di danau tersebut terdapat sebuah pohon beringin yang menjadi asal manusia manusia asli Seram Alifuru atau manusia awal yang nantinya menyebar ke pulau pulau sekitarnya Kini Alifuru menurukan suku Alune dan Wemale yang mendiami pedalaman Di Kepulauan Kei masyarakat mempercayai keberadaan manusia asli yang berdiam di gua dan pohon kayu Mereka lenyap menjadi makhluk halus setelah manusia pendatang mendesaknya 3 Hingga kini masyarakat Ambon Lease menganggap bahwa moyangnya berasal dari Nunusaku di Seram sementara masyarakat Kei menunjuk Seram dan Papua Selain Seram dan Papua penguasa penguasa desa atau negeri seperti raja pun banyak yang menambahkan Jawa dan Bali sebagai asal mereka 4 Meskipun demikian sumber penelitian mencatat bahwa penduduk asli Maluku sekarang berasal dari berbagai bangsa asing yang mendatangi Maluku untuk menetap atau sekadar singgah Suku suku bangsa yang memasuki sebagian besar Kepulauan Melayu juga menyinggahi Maluku Mereka adalah bangsa Austromelanesia terdiri dari Negrito dan Wedda yang mendiami pedalaman dilanjutkan oleh Proto Melayu Deutero Melayu dan terakhir Mongoloid Banyak dari mereka menyinggahi pulau pulau besar seperti Seram membentuk Alifuru Dari pulau pulau besar tersebut mereka menyebar ke pulau pulau sekitarnya 3 Kebudayaan SuntingKebudayaan tertua yang ditemukan di Maluku adalah Batu Tua yakni kebudayaan tertua yang dapat ditemukan di Indonesia yang umumnya terpusat di Jawa 5 Budaya Batu Tua terpusat di bagian tengah Maluku Tengah dan timur Seram 6 Sebagian besar penemuan berupa alat alat serpih dan sedikit peralatan besar seperti kapak perimbas dan kapak penetak 7 Meskipun demikian layaknya tempat tempat penemuan lainnya di Indonesia Timur dengan pengecualian Liang Bua penemuan Batu Tua tidak disertai oleh penemuan manusia pendukungnya seperti manusia dari Solo dengan kebudayaan Ngandongnya 8 5 nbsp Lukisan gua corak kadal di Kaimana Papua serupa dengan yang ada di Seram dan Kei Kebudayaan Batu Madya di Maluku hadir bersamaan dengan masuknya bangsa Austromelanesia Batu Madya meninggalkan jejak berupa peralatan kasar dari batu dan tulang serta gua yang dapat ditemukan di Seram Buru Banda Kei Aru dan Tanimbar 9 5 Kesenian pun dimulai pada zaman ini dilihat dari lukisan gua yang bernuansa merah dan putih Penyebaran lukisan gua terbatas di Seram Buru dan Kei 10 Corak lukisan beragam berdasarkan daerah sebarannya Cap tangan tersebar di ketiga wilayah Corak ikan terdapat di Seram dan Buru pola geometris terdapat di Buru dan Kei corak binatang kadal dan cicak terdapat di Seram dan Kei Seram tidak memiliki corak khasnya sendiri corak khas Buru meliputi manusia menari arah mata angin perahu dan lingkaran sedangkan corak khas Kei berupa matahari dan topeng manusia 11 Kini masyarakat Maluku menganggap gua gua berlukisan tersebut keramat dan tidak dapat dimasuki tanpa upacara adat 12 Batu Muda meninggalkan jejak yang menjadi landasan perkembangan kebudayaan Maluku kini terlebih Maluku menjadi pertemuan dua kelompok kebudayaan Batu Muda di Indonesia walaupun sebarannya terbilang sedikit dibandingkan Sulawesi dan Oseania yang terletak di sampingnya 12 13 Seiring dengan dikenalnya pertanian zaman ini meninggalkan berbagai jenis kapak yang terbagi menjadi dua jenis kapak empat persegi panjang di Saparua yang tebal dan berpenampang lintang trapesium serta kapak lonjong di Ambon Letti Seram dan Tanimbar 14 Terdapat sebuah situs kebudayaan Batu Muda di Ay 13 Hingga kini kapak kapak tersebut masih disimpan penduduk setempat sebagai benda gaib bernama batu guntur atau biji guntur 15 Batu pemali merupakan salah satu contoh kebudayaan Batu Besar yang masih dilestarikan hingga sekarang Batu tersebut umumnya terletak di puncak atau di dekat baileo masing masing negeri atau desa 16 Di Kei Batu Besar dilestarikan dalam bentuk siran kuburan para raja dan pemimpin desa yang digunakan sebagai tempat musyawarah desa 17 Kepercayaan Ngumat dan Wadar Metu yang juga berasal dari Kei pun memiliki akar dari Batu Besar serupa dengan kepercayaan asli yang ada di Maluku Tengah 18 Zaman perunggu tiba di Maluku sekitar abad pertama Keberlangsungan zaman ini didukung oleh mulai ramainya perdagangan di Asia Tenggara Hasil hasil bumi Maluku dikukarkan dengan peralatan perunggu seperti nekara kapak dan topi 19 Banyak dari peninggalan peningggalan ini disimpan oleh penduduk di sekitar tempat penemuannya Saparua Ambon Letti Banda Tanimbar Seram dan Kei sebagai benda pusaka 20 Peninggalan pada masa ini diperkirakan berasal dari daratan Asia Tenggara tepatnya Tonkin dan Dongson serta Tiongkok Selatan 21 Prapenjajahan SuntingLihat pula Uli Kepulauan Maluku dan Negeri Maluku Sejarah Sebelum kedatangan bangsa bangsa Eropa masyarakat Maluku hidup berkelompok sesuai dengan garis keturunan ayah dan kekerabatan Seiring berjalannya waktu kelompok kelompok ini tumbuh menjadi satuan politik Di Maluku sendiri kelompok kelompok ini membentuk semacam republik desa aristokrasi yang kini ada dalam bentuk negeri berbeda dengan Maluku Utara yang menerapkan bentuk kerajaan 22 Meskipun demikian di sepanjang sejarahnya kawasan Maluku Tengah sempat memiliki beberapa kerajaan kecil seperti Tanah Hitu dan Iha nbsp Meskipun berasal dari Maluku Utara Ternate Uli Lima berhasil menguasai sebagian besar Provinsi Maluku sekarang sementara Tidore Uli Siwa menguasai Papua Di Maluku Tengah dan Maluku Tenggara kelompok masyarakat berdasarkan kekerabatan tersebut membentuk matarumah ub yang kini menjadi fam di kawasan yang tinggi atau pegunungan Beberapa matarumah ini akan membentuk sebuah kampung kecil atau soa rahanjam yang nantinya akan menyatu dengan soa lainnya membentuk hena atau aman kini disebut sebagai negeri lama ohoiratun Negeri negeri lama tersebut nantinya akan dipaksa turun ke pesisir menjadi negeri sejak zaman Portugis hingga puncaknya pada masa Perusahaan Hindia Timur Belanda Negeri negeri lama ini membentuk uli atau persekutuan negeri Di Maluku Utara yang menerapkan bentuk kerajaan terdapat dua uli yaitu Uli Lima di bawah Ternate dan Uli Siwa di bawah Tidore Sementara itu di Maluku Tengah uli disebut sebagai pata terdiri dari Pata Lima yang terdiri dari lima negeri dan Pata Siwa yang terdiri dari sembilan negeri Di Maluku Tenggara keduanya disebut berturut turut sebagai Lor Lim dan Ur Siu 23 Meskipun Uli Lima dan Uli Siwa berasal dari Maluku Utara pengaruhnya meluas hingga Maluku misalnya Kerajaan Huamual yang meliputi Seram Barat dan Buru termasuk dalam Uli Lima 24 Portugis dan Spanyol SuntingAwal kedatangan Sunting Lihat pula Perjanjian Tordesillas dan Perjanjian Saragosa nbsp Lukisan cat air Portugis yang menggambarkan orang Banda yang tidak percaya pada paruh awal abad XVII Menyusul Penaklukan Goa pada 1510 dan Melaka pada 1511 Afonso de Albuquerque mengirim Antonio de Abreu Francisco Serrao dan Fernando de Magelhaens dengan tiga kapal terpisah dari Melaka untuk mencari Kepulauan Maluku 25 26 Abreu berhasil tiba di Banda pada 1511 dan pulang membawa rempah ke Melaka 27 28 sementara Serrao sempat terdampar namun berhasil tiba di Hitu Ambon pada 1512 29 30 Ia diterima baik oleh raja setempat dan diizinkan mendirikan loja a 31 Menyebarnya kabar tersebut dan kabar penaklukan Melaka oleh Portugis membuat Ternate dan Tidore bersaing menarik hati Serrao meski Ternate menang cepat dan berhasil membawa Serrao ke Ternate 30 Selain disambut baik oleh Sultan Bolief ia diizinkan mendirikan feitoria b di sana dan secara taklangsung menjadi Kapten Portugis Maluku pertama 32 33 Portugis pun membangun beberapa loja dan feitoria di Ambon c dan Banda memicu tumbuhnya permukiman di sekitarnya di mana terjadi banyak perkawinan campur serta penyebaran injil 36 Ternate dan Banda berperan sebagai pusat perdagangan sementara Hitu sebagai bandar 37 Sementara itu Magelhaens tidak melanjutkan pelayarannya Ia kembali ke Portugal kemudian mencari dukungan Kaisar Romawi Suci Karl V d Dengan dukungannya ia berlayar kembali menuju Maluku bersama pasukannya pada 1519 38 Berbeda dengan jalur sebelumnya Magelhaens melewati pesisir Brasil turun ke sebuah selat di selatan Amerika menuju Cebu 39 Terbunuh di sana rombongannya tetap berlanjut ke Borneo dan dari sana tiba di Tidore pada 1521 40 Di sana rombongan Spanyol diterima baik oleh Sultan Al Mansur dan berhasil bersekutu dengan Tidore serta Jailolo 41 42 Setelah Spanyol datang terjadi beberapa pertikaian dan peperangan antara Portugis dan Spanyol yang diselesaikan dengan penandatanganan Perjanjian Saragosa pada 1529 Spanyol harus meninggalkan Maluku dengan tanggungan yang harus dibayar oleh Portugis 43 44 Kedigdayaan Portugis Sunting Penyalahgunaan kekuasaan sering dilakukan kapten kapten Portugis Meskipun demikian terdapat dua kapten Portugis yang sangat berpengaruh dalam sejarah Maluku Hubungan buruk Portugis dengan raja raja setempat memuncak pada masa pemerintahan Kapten Tristao de Ataide Campur tangan Portugis dalam urusan kerajaan menimbulkan perlawanan bawah tanah yang berakhir dengan penangkapan Tabarija Sultan Ternate dengan tuduhan pengkhianatan dilanjutkan dengan pengasingan ke Goa 45 46 Penyalahgunaan kekuasaan de Ataide selama menjabat ini menimbulkan kerusuhan di Maluku hingga ia digantikan oleh Antonio Galvao pada 1536 yang dikenal dengan masa tenang 47 Galvao menghasilkan kebijakan untuk menjaga hubungan baik dengan raja raja Maluku Ia pun dikenal membawa teknologi pembangunan Eropa dan tanaman tanaman seperti tomat alpukat dan ketela dari jajahan lainnya untuk memperbaiki gizi rakyat Maluku 48 Pada masa Galvao pula bangsawan Maluku mendapatkan pendidikan barat dan katekismus dengan bantuan Yesuit 49 Hal ini memperkokoh kedudukan Portugis di Maluku 50 banyak raja Maluku datang ke Ternate untuk membayar upeti mengirimkan anaknya sekolah serta meminta petunjuk agama baru 51 Pada 1537 Portugis mendirikan jajahan baru di Buru Ambon dan Seram diberikan sebagai hadiah oleh Dom Manuel Tabarija e melalui Jordao de Freitas yang kemudian hari menjadi kapten 53 Di Ambon hubungan antara Portugis dengan Hitu juga terjaga dengan baik Kapal kapal Portugis juga mulai berlabuh di Tawiri dan Hatiwe yang masih dalam kekuasaan Hitu dan termasuk dalam Uli Siwa Di sana tumbuh pula permukiman Kristen di mana sering terjadi perkawinan campuran 54 Namun pada 1537 1538 terjadi pertikaian Portugis Hitu hingga Portugis sempat diusir ke Poka di mulut Teluk Dalam yang termasuk dalam Uli Lima 55 Ketika pemerintahan Galvao berakhir pada 1539 para sultan dan rakyat Maluku memohon kepada Raja Portugal agar O Pai f mereka menjabat seumur hidup 57 56 Sejak itu sejarah Maluku diisi oleh pertikaian antara raja raja pribumi dengan Portugis 58 nbsp Nossa Senhora da Anunciada kini Nieuw Victoria nantinya digunakan sebagai pusat pemerintahan Belanda di Maluku tumbuh menjadi Kota Ambon 59 Sebelum kematiannya Dom Manuel Tabarija mewariskan Maluku kepada Raja Portugal pada 1545 53 Pada tahun yang sama pula Fransiskus Xaverius mengabarkan setidaknya sudah ada 37 desa Kristen di Ambon dan Lease 60 Setahun kemudian Sultan Khairun menyerahkan kembali Maluku kepada Raja Portugal sebagai vasal 61 Ambon mendapatkan kaptennya sendiri pada 1562 meski masih di bawah kapten di Ternate 62 Saat menguasai Ternate Portugis juga berhasil menguasai Lease dan tenggara Maluku 63 Hubungan buruk Portugis dengan raja raja Maluku memuncak kembali setelah Portugis membunuh Sultan Khairun pada 1570 64 Anaknya Baabullah berhasil mengusir Portugis ke Ambon dengan dukungan Tidore dan Bacan pada 1575 45 Saat itu pula Portugis membangun Benteng Nossa Senhora da Anunciada dan menjadikan Ambon sebagai pusat kekuatannya nya di Maluku 65 66 Meskipun demikian Tidore yang merasa tertekan oleh Ternate beralih ke Portugis Pada 1578 Portugis sudah membangun benteng di Tidore dan kembali menguasai Maluku 67 Hal ini disusul oleh kedatangan bangsa Barat ketiga di Maluku yaitu Inggris Drake mengunjungi Banda dan Buru pada 1579 68 69 Kedatangannya memberhentikan ketergantungan perdagangan rempah dengan Portugis 70 Pada 1580 Portugal dan Spanyol bersatu di bawah Mahkota Spanyol Spanyol mencoba menguasai kembali Maluku dengan menduduki bekas benteng Portugis dari pusatnya di Filipina Pada masa ini Tidore menjadi pusat kekuatan 70 71 Pada 1605 Portugis sempat lagi menaklukkan kembali Hitu setelah Ternate dan sekutunya menyerang Ambon sebelumnya 72 Perusahaan Hindia Timur Belanda SuntingAwal kedatangan dan persaingan Sunting Lihat pula Ekspedisi Kedua Belanda ke Nusantara nbsp Peta Ambon Lease dengan Gubernur Ambon pertama Frederick de Houtman Kala itu Ambon masih menjadi pusat VOC Di bawah pimpinan Wybrand van Warwijck lima kapal Belanda pertama kali mendatangi Maluku pada 1599 mengunjungi Ambon c dan Banda 67 73 Inggris di bawah James Lancaster tiba lagi di Maluku kemudian membangun loji dan menetap di Banda terutama di Rhun pada 1601 72 Pada Maret 1602 seluruh perusahaan dagang Belanda bersatu menjadi Perusahaan Hindia Timur Belanda VOC g 75 Dengan dukungan Ratu Elizabeth I Inggris melalui Perusahaan Hindia Timur Inggris tiba kembali di Maluku pada 1604 mengunjungi Ambon dan Banda namun mendapatkan perlawanan VOC memicu persaingan Inggris Belanda 76 Portugis menyerah tanpa perlawanan kepada Belanda yang memiliki kedudukan terlalu kuat pascaperebutan Benteng Nossa Senhora da Anunciada di Ambon pada 1605 Setelah itu Portugis mengangkat kaki dari Ambon 77 Ambon menjadi pusat VOC di Nusantara yang pertama dan menjadi tempat kedudukan tiga gubernur jenderal pertama sebelum pindah ke Batavia pada 1619 78 Kepulauan Maluku layaknya jajahan besar VOC lainnya seperti Formosa dan Sailan mendapatkan gubernurnya sendiri 74 Kepulauan terbagi menjadi tiga kegubernuran Ambon Kepulauan Banda dan Ternate 79 Tiap kegubernuran dikepalai oleh seorang gubernur dan dewan yang mengurusi urusan administratif dan politik serta mengatur produksi rempah dan perdagangan setempat Administrasi VOC terdiri dari pegawai yang memiliki berbagai pangkat seperti pedagang senior dan junior pengacara dan akuntan 80 Kepulauan lainnya di Maluku belum menarik minat Belanda kecuali Aru sebagai sumber mutiara dan tempat keberadaan burung cenderawasih 81 Meski bersaing dengan Inggris VOC mengizinkan Inggris untuk mendirikan kantor dagang di Ambon pada 1620 karena urusan diplomatik Eropa 82 Sementara itu seiring dengan kemajuan VOC dalam menguasai pasar rempah perlawanan dari penduduk asli timbul dalam bentuk penyelundupan rempah memicu Pembantaian Banda oleh VOC pada 1621 yang melancarkan VOC untuk menguasai Banda sepenuhnya dan membersihkan penduduk asli Banda Neira h kemudian menggantinya dengan orang Belanda dan kaum budak 84 79 Persaingan Inggris Belanda berakhir pada 1623 ketika Inggris meninggalkan Maluku setelah Pembantaian Amboyna yang membunuh sepuluh orang Inggris 82 Kekerasan kekerasan ini dapat terjadi setelah Jan Pieterzoon Coen menjadi gubernur jenderal 82 Pada kurun waktu 1620 an ini pula VOC sudah menguasai perdagangan di Kepulauan Aru 81 Kedigdayaan Sunting Di Ambon Lease penghasil cengkih menuntut penjualan dengan harga yang lebih tinggi Karenanya seperti di Banda penghasil setempat juga mencoba menjual rempah kepada pihak ketiga Untuk mencegahnya VOC menggunakan kekerasan yang akhirnya timbul menjadi serangkaian perang di Pulau Ambon dan Seram dikenal sebagai Perang Ambon yang terjadi antara 1624 hingga 1658 Salah satu dari Perang Ambon adalah Perang Ambon Ketiga yang terjadi pada 1636 1637 ketika warga Kristen Ambon memberontak karena terkena akibat pelayaran hongi dan mendapatkan perlakuan buruk dari VOC 85 86 Pada masa Perang Ambon ini banyak tawanan perang yang dijadikan budak 85 Pada 1650 Gubernur Ambon Arnold de Vlaming mengusulkan pembatasan penanaman cengkih agar hanya ditanam di Huamual Seram untuk menekan jumlah produksi cengkih 85 Penolakan rakyat terhadap usulan tersebut serta hak ekstirpasi i timbul menjadi Perang Huamual antara Huamual dan VOC Ternate yang terjadi hingga 1656 dan menyebar ke Buru hingga 1658 88 Sejak berakhirnya perang ini penanaman cengkih dibatasi hanya di Ambon Haruku Saparua dan Nusalaut Ambon Lease sementara pala hanya boleh ditanam di Banda 87 89 Hal ini mewujudkan monopoli perdagangan rempah VOC meski melibatkan perdamaian bersenjata 87 VOC benar benar menjadi kekuatan Eropa paling utama di Maluku setelah Tidore dengan bantuan VOC memaksa Spanyol sepenuhnya meninggalkan Maluku pada 1663 didukung juga oleh ancaman Ming terhadap Manila 90 Salah satu siasat VOC untuk memperkuat kekuasaannya adalah dengan membayar ganti rugi pemusnahan tanaman dalam penerapan hak ekstirpasi secara langsung kepada penguasa setempat Hal ini menjadi salah satu pemicu Perang Huamual sebelumnya dan secara tidak langsung memperkuat kedudukan para penguasa tersebut 90 88 Meskipun demikian ekstirpasi tidak selalu dilakukan oleh pegawai VOC karena dianggap sangat berbahaya Karenanya banyak pulau yang sering dilewati dan penyelundupan pun tetap berlanjut dalam jumlah kecil Rakyat setempat pun tetap dapat mengelabui VOC dengan menanam rempah di pulau pulau yang tidak diketahui VOC 91 Pada abad ke 18 kekuasaan VOC dicirikan oleh campur tangan dalam urusan politik kerajaan kerajaan Maluku 91 Meskipun demikian dukungan VOC dalam bentuk dukungan militer dan keuangan yang diberikan secara khusus kepada para raja secara tidak langsung memperkuat kedudukan dan pengaruh raja dalam kerajaannya sendiri 90 Campur tangan VOC dilatarbelakangi oleh pecah kongsi antara VOC dan Ternate pada 1680 yang disebabkan oleh dukungan VOC terhadap pengkristenan yang dianggap menyakitkan hati bagi orang orang Ternate Hal ini memicu persekutuan erat antara VOC dan Tidore yang berhasil membonekakan Sultan Amsterdam kala itu VOC juga membantu Tidore dalam meredam pemberontakan 91 VOC pun tercatat menurunkan Sultan Tidore pada 1779 memicu pemberontakan oleh Pangeran Nuku yang berpusat di Waru Seram 92 Monopoli rempah VOC mengalami kemunduran pada akhir abad ke 18 Rempah tidak lagi menjadi barang dagangan yang terpenting digantikan oleh kopi dan teh 93 Berbagai usaha penyelundupan juga berhasil dilakukan hingga Prancis berhasil memiliki perkebunan cengkihnya sendiri di Reunion Mauritius Cayenne dan Karibia 94 Britania SuntingLihat pula Perang Koalisi Pertama Pada 1795 tepatnya saat Kampanye Flandria Stadtholder Willem V memerintahkan para gubernur untuk menyerahkan wilayah wilayah pendudukannya kepada Britania ketika melarikan diri dari tentara Napoleon Karena itu setahun kemudian Britania mengambil alih Ambon c dan Banda 95 Perdagangan di Kepulauan Aru yang awalnya dikuasai oleh VOC pun berakhir dikuasai oleh pedagang Bugis dan Makassar 81 Perang Dunia II SuntingPecahnya Perang Pasifik tanggal 7 Desember 1941 sebagai bagian dari Perang Dunia II mencatat era baru dalam sejarah penjajahan di Indonesia Gubernur Jenderal Belanda A W L Tjarda van Starkenborgh melalui radio menyatakan bahwa pemerintah Hindia Belanda dalam keadaan perang dengan Jepang Tentara Jepang tidak banyak kesulitan merebut kepulauan di Indonesia Di Kepulauan Maluku pasukan Jepang masuk dari utara melalui pulau Morotai dan dari timur melalui pulau Misool Dalam waktu singkat seluruh Kepulauan Maluku dapat dikuasai Jepang Perlu dicatat bahwa dalam Perang Dunia II tentara Australia sempat bertempur melawan tentara Jepang di desa Tawiri Dan untuk memperingatinya dibangun monumen Australia di negeri negeri Tawiri tidak jauh dari Bandara Pattimura Dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Maluku dinyatakan sebagai salah satu provinsi Republik Indonesia Namun pembentukan dan kedudukan Provinsi Maluku saat itu terpaksa dilakukan di Jakarta sebab segera setelah Jepang menyerah Belanda NICA langsung memasuki Maluku dan menghidupkan kembali sistem pemerintahan kolonial di Maluku Belanda terus berusaha menguasai daerah yang kaya dengan rempah rempahnya ini bahkan hingga setelah keluarnya pengakuan kedaulatan pada tahun 1949 dengan mensponsori terbentuknya Republik Maluku Selatan RMS Lihat pula Sunting nbsp Portal Maluku Kolonialisme Portugis di Indonesia Jeda kekuasaan Prancis dan Britania di Hindia BelandaCatatan kaki SuntingCatatan Sunting Gudang dan pos dagang sementara loji Benteng dan pos dagang sementara a b c Istilah Ambon dapat merujuk pada Pulau Ambon Kepulauan Ambon yang meliputi Pulau Ambon dan Kepulauan Lease Saparua Haruku dan Nusalaut 34 atau kawasan Maluku Tengah yang meliputi Kepulauan Ambon Lease Seram dan Buru dengan pengecualian Kepulauan Banda 35 Karl V juga merupakan Raja Spanyol Adipati Utama Austria dan Tuan Belanda Tabarija dibaptis menjadi Katolik pada 1536 ketika ditahan di Goa Manuel merupakan nama Kristennya sedangkan Dom merupakan gelarnya 52 Panggilan rakyat Maluku untuk Antonio Galvao berarti bapak negara 56 Dalam peranan selanjutnya VOC akan bertindak seperti negara VOC diizinkan mendirikan benteng mengangkat gubernur memiliki tentara dan membuat perjanjian dengan penguasa asing di Asia atas nama Republik Belanda 74 VOC memiliki semacam kedaulatannya sendiri Dengannya VOC dapat mengadministrasi wilayah taklukannya sesuka hatinya 34 Sebagai dampaknya hingga kini penduduk asli Banda hampir punah 83 Di bawah hak ekstirpasi ganti rugi pemusnahan tanaman rakyat Huamual dibayar langsung kepada Sultan Ternate 87 Daftar rujukan Sunting Suwondo 1977 hlm 5 6 Suwondo 1977 hlm 6 7 a b Suwondo 1977 hlm 7 Suwondo 1977 hlm 8 a b c Suwondo 1977 hlm 9 Jatmiko amp Mujabuddawat 2016 hlm 73 Jatmiko amp Mujabuddawat 2016 hlm 75 76 Jatmiko amp Mujabuddawat 2016 hlm 76 Mansyur 2007 hlm 60 62 63 Suwondo 1977 hlm 17 Wattimena 2014 hlm 48 a b Suwondo 1977 hlm 11 a b Ririmasse 2015 hlm 83 Suwondo 1977 hlm 10 11 Suwondo 1977 hlm 11 12 Suwondo 1977 hlm 14 Suwondo 1977 hlm 16 Suwondo 1977 hlm 39 Suwondo 1977 hlm 13 Mansyur 2007 hlm 12 13 Suwondo 1977 hlm 12 Suwondo 1977 hlm 22 23 Suwondo 1977 hlm 24 Suwondo 1977 hlm 25 Leonardo de Argensola 1708 hlm 4 Soekmono 1981 hlm 49 Galvao 1601 hlm 118 119 Bartels 2017b hlm 539 Abdurachman 2008 hlm 214 a b Leonardo de Argensola 1708 hlm 5 Abdurachman 2008 hlm 3 Leonardo de Argensola 1708 hlm 6 7 Abdurachman 2008 hlm 3 9 a b Widjojo 2009 hlm 19 Bartels 2017a hlm 388 Abdurachman 2008 hlm 4 127 Abdurachman 2008 hlm 127 Leonardo de Argensola 1708 hlm 11 Leonardo de Argensola 1708 hlm 12 Leonardo de Argensola 1708 hlm 13 14 Leonardo de Argensola 1708 hlm 14 Brown 2004 hlm 178 Leonardo de Argensola 1708 hlm 30 32 Vogel 1877 hlm 132 133 a b Soekmono 1981 hlm 50 Abdurachman 2008 hlm 6 Abdurachman 2008 hlm 129 Abdurachman 2008 hlm 7 Abdurachman 2008 hlm 7 8 Vogel 1877 hlm 133 Abdurachman 2008 hlm 8 Abdurachman 2008 hlm 9 a b Abdurachman 2008 hlm 10 11 238 Abdurachman 2008 hlm 8 128 Abdurachman 2008 hlm 8 9 129 a b Galvao 1601 hlm ii Abdurachman 2008 hlm 9 130 Abdurachman 2008 hlm 130 Benteng Victoria Pemkot Ambon Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon Diakses tanggal 2 Mei 2020 Abdurachman 2008 hlm 5 Abdurachman 2008 hlm 239 Abdurachman 2008 hlm 15 Abdurachman 2008 hlm 12 14 Abdurachman 2008 hlm 17 Sejarah Ambon Pemkot Ambon Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon Diakses tanggal 12 April 2020 Abdurachman 2008 hlm 99 a b Brown 2004 hlm 179 Drake amp Fletcher 1854 hlm 177 Abdurachman 2008 hlm 14 a b Abdurachman 2008 hlm 240 Abdurachman 2008 hlm 99 100 a b Widjojo 2009 hlm 11 Widjojo 2009 hlm 16 a b Widjojo 2009 hlm 14 Widjojo 2009 hlm 13 Ricklefs 2008 hlm 54 55 Widjojo 2009 hlm 11 19 Ricklefs 2008 hlm 54 58 a b Widjojo 2009 hlm 1 Widjojo 2009 hlm 27 a b c Ricklefs 2008 hlm 304 a b c Ricklefs 2008 hlm 56 Widjojo 2009 hlm 18 Ricklefs 2008 hlm 57 a b c Widjojo 2009 hlm 20 Bartels 2017b hlm 608 a b c Widjojo 2009 hlm 21 a b Widjojo 2009 hlm 20 21 Ricklefs 2008 hlm 127 a b c Ricklefs 2008 hlm 128 a b c Ricklefs 2008 hlm 129 Widjojo 2009 hlm 3 Ricklefs 2008 hlm 136 Bartels 2017b hlm 620 Ricklefs 2008 hlm 131 Daftar pustaka Sunting Kembauw Esther Sahusilawane Aphrodite M Sinay Lexy J 2017 Pembangunan Perekonomian Maluku Yogyakarta Deepublish hlm 134 ISBN 978 602 475 237 8 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Latuconsina Djuariah Leirissa R Z Ohorella G A 1999 Sejarah Kebudayaan Maluku PDF Jakarta Proyek lnventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ISBN 979 9335 07 8 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Thalib Usman 2011 Sejarah Masuknya Islam di Maluku PDF Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi Maluku dan Maluku Utara Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Amal M Adnan 2016 Kepulauan Rempah Rempah Kepustakaan Populer Gramedia ISBN 978 602 424 166 7 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Brown Iem 2004 The Territories of Indonesia dalam bahasa Inggris Routledge ISBN 978 113 535 540 1 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Zuhdi Susanto Wulandari Triana 1997 Kerajaan Tradisional di Indonesia Bima Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Suwondo Bambang 1977 Sejarah Daerah Maluku Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Jatmiko Mujabuddawat Muhammad Al 30 Desember 2016 Jejak Budaya Paleolitik di Pulau Seram Kajian Migrasi Manusia Awal di Wilayah Indonesia Timur PDF Kapata Arkeologi Ambon Balai Arkeologi Maluku 12 1 doi 10 24832 kapata v12i1 324 ISSN 2503 0876 Mansyur Syahruddin 2007 Kajian Awal Fungsi Gua dan Wilayah Sebaran Situs Gua di Maluku dan Maluku Utara Kapata Arkeologi Ambon Balai Arkeologi Maluku 3 5 doi 10 24832 kapata v3i5 68 ISSN 2503 0876 Wattimena Lucas 2014 Lukisan Cadas Simbolis Orang Maluku Kapata Arkeologi Ambon Balai Arkeologi Maluku 10 1 doi 10 24832 kapata v10i1 217 ISSN 2503 0876 Ririmasse Marlon N R 2015 Abad Baru Purbakala Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku PDF Kapata Arkeologi Ambon Balai Arkeologi Maluku 11 2 doi 10 24832 kapata v11i2 288 ISSN 2503 0876 Leonardo de Argensola Bartolome 1708 1609 The Discovery and Conquest of the Molucco and Philippine Islands dalam bahasa Inggris Diterjemahkan oleh Stevens John London Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Soekmono R 1981 1973 Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3 edisi ke 3 Yogyakarta Kanisius ISBN 978 979 413 291 3 Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020 09 27 Diakses tanggal 2020 05 23 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Galvao Antonio 1601 The Discoveries of the World From Their First Original Unto the Year of Our Lord 1555 dalam bahasa Inggris dan Portugis Diterjemahkan oleh Hakluyt Richard London Hakluyt Society Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Pemeliharaan CS1 Bahasa yang tidak diketahui link Abdurachman Paramita R 2008 Thung Ju Lan Widodo Eko Adenan Musiana ed Bunga Angin Portugis di Nusantara Jejak Jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara dalam bahasa Indonesia dan Inggris Jakarta Yayasan Pustaka Obor Indonesia ISBN 978 602 433 027 9 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Pemeliharaan CS1 Bahasa yang tidak diketahui link Widjojo Muridan Satrio 2009 The Revolt of Prince Nuku Cross Cultural Alliance Making in Maluku C 1780 1810 dalam bahasa Inggris Leiden Koniklijke Brill NV ISBN 978 90 04 17201 2 ISSN 1871 6938 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Vogel Theodore 1877 A Century of Discovery Biographical Sketches of the Portuguese and Spanish Navigators from Prince Henry to Pizarro dalam bahasa Inggris Diterjemahkan oleh Seeley Jackson Halliday New York D Appleton and Co Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Drake Francis Fletcher Francis 1854 The World Encompassed by Sir Francis Drake Being His Next Voyage to That to Nombre de Dios dalam bahasa Inggris Hakluyt Society Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Ricklefs Merle Calvin 2008 Nugraha Moh Sidik ed Sejarah Indonesia Modern 1200 2008 edisi ke 4 Jakarta PT Serambi Ilmu Semesta ISBN 979 16 0012 0 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan BPS Provinsi Maluku 2019 Provinsi Maluku dalam Angka 2019 BPS Provinsi Maluku ISSN 0215 4471 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Fitriati Rachma Gunawan Budhi Irfan Maulana Nulhaqim Soni A 2020 Merawat Perdamaian 20 Tahun Konflik Maluku M amp C Gramedia ISBN 978 602 480 659 0 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Pieris John 2004 Tragedi Maluku Sebuah Krisis Peradaban Jakarta Yayasan Obor Indonesia ISBN 979 461 513 7 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Suryana Dayat 2012 Provinsi di Indonesia CreateSpace Independent Publishing Platform ISBN 978 148 012 226 0 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Aritonang Jan Sihar Steenbrink Karel 2008 A History of Christianity in Indonesia dalam bahasa Inggris Leiden Koniklijke Brill NV ISBN 978 90 04 17026 1 ISSN 0924 9389 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Van den End Th Weitjens J 2008 1989 Ragi carita 2 sejarah gereja di Indonesia 1860 an sekarang Jakarta Gunung Mulia ISBN 978 979 415 606 3 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Rahardi F 2007 Darman Flavianus ed Menguak Rahasia Bisnis Gereja Jakarta visimedia ISBN 979 1043 56 6 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Bertrand Jacques 2004 Nationalism and Ethnic Conflict in Indonesia dalam bahasa Inggris Cambridge University Press ISBN 0 521 81889 3 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Hedman Eva Lotta E 2008 Conflict Violence and Displacement in Indonesia dalam bahasa Inggris Ithaca Cornel Southeast Asia Program ISBN 978 0 87727 775 0 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Lindawaty Debora Sanur 2011 Konflik Ambon Kajian Terhadap Beberapa Akar Permasalahan dan Solusinya Politica 2 2 Jati Wasisto Raharjo 2013 Kearifan Lokal Sebagai Resolusi Konflik Keagamaan Walisongo 21 2 Bartels Dieter 2017a 1994 Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku Muslim Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah Jilid I Kebudayaan Diterjemahkan oleh Rijoly Frans Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia ISBN 978 602 424 150 6 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Bartels Dieter 2017b 1994 Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku Muslim Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah Jilid II Sejarah Diterjemahkan oleh Rijoly Frans Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia ISBN 978 602 424 151 3 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Sejarah Maluku amp oldid 23331886