www.wikidata.id-id.nina.az
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus Cari sumber Biologi molekuler berita surat kabar buku cendekiawan JSTORBiologi molekuler atau biologi molekul merupakan salah satu cabang biologi yang merujuk kepada pengkajian mengenai kehidupan pada skala molekul Ini termasuk penyelidikan tentang interaksi molekul dalam benda hidup dan kesannya terutama tentang interaksi berbagai sistem dalam sel termasuk interaksi DNA RNA dan sintesis protein dan bagaimana interaksi tersebut diatur Bidang ini bertumpang tindih dengan bidang biologi dan kimia lainnya terutama genetika dan biokimia 1 Daftar isi 1 Keterkaitan dengan ilmu hayati skala molekul lainnya 2 Teknik biologi molekuler 2 1 Kloning ekspresi 2 2 Reaksi berantai polimerase PCR 2 3 Elektroforesis gel 3 Lihat pula 4 Referensi 5 Bacaan lanjutan 6 Pranala luarKeterkaitan dengan ilmu hayati skala molekul lainnya SuntingPara peneliti biologi molekuler menggunakan teknik teknik khusus yang khas biologi molekuler lihat subbab Teknik di bagian lain artikel tetapi kini semakin memadukan teknik teknik tersebut dengan teknik dan gagasan gagasan dari genetika dan biokimia Tidak terdapat lagi garis tegas yang memisahkan disiplin disiplin ilmu ini seperti sebelumnya Secara umum keterkaitan bidang bidang tersebut dapat digambarkan sebagai berikut Biokimia telaah zat zat kimia dan proses proses vital yang berlangsung pada makhluk hidup Genetika telaah atas efek perbedaan genetik pada makhluk hidup misalnya telaah mengenai mutan Biologi molekuler telaah dalam skala molekul atas proses replikasi transkripsi dan translasi bahan genetikSemakin banyak bidang biologi lainnya yang memfokuskan diri pada molekul baik secara langsung mempelajari interaksi molekuler dalam bidang mereka sendiri seperti pada biologi sel dan biologi perkembangan maupun secara tidak langsung misalnya dengan menggunakan teknik biologi molekuler untuk menyimpulkan ciri ciri historis populasi atau spesies seperti pada genetika populasi dan filogenetika Teknik biologi molekuler SuntingKloning ekspresi Sunting Salah satu teknik dasar biologi molekuler adalah kloning ekspresi yang digunakan misalnya untuk mempelajari fungsi protein Pada teknik ini potongan DNA penyandi protein yang diinginkan ditransplantasikan ke suatu plasmid DNA sirkuler yang biasanya ditemukan pada bakteri dalam teknik ini plasmid disebut sebagai vektor ekspresi Plasmid yang telah mengandung potongan DNA yang diinginkan tersebut kemudian dapat disisipkan ke dalam sel bakteri atau sel hewan Penyisipan DNA ke dalam sel bakteri disebut transformasi dan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti elektroporasi mikroinjeksi dan secara kimia Penyisipan DNA ke dalam sel eukaryota misalnya sel hewan disebut sebagai transfeksi dan teknik transfeksi yang dapat dilakukan termasuk transfeksi kalsium fosfat transfeksi liposom dan dengan reagen komersial DNA dapat pula dimasukkan ke dalam sel dengan menggunakan virus disebut transduksi viral Setelah penyisipan ke dalam sel protein yang disandi oleh potongan DNA tadi dapat diekspresikan oleh sel bersangkutan Berbagai jenis cara dapat digunakan untuk membantu ekspresi tersebut agar protein bersangkutan didapatkan dalam jumlah besar misalnya inducible promoter dan specific cell signaling factor Protein dalam jumlah besar tersebut kemudian dapat diekstrak dari sel bakteri atau eukaryota tadi Reaksi berantai polimerase PCR Sunting Artikel utama Reaksi berantai polimerase Reaksi berantai polimerase merupakan teknik yang sangat berguna dalam membuat salinan DNA PCR memungkinkan sejumlah kecil sekuens DNA tertentu disalin jutaan kali untuk diperbanyak sehingga dapat dianalisis atau dimodifikasi secara tertentu Sebagai contoh PCR dapat digunakan untuk menambahkan situs enzim restriksi atau untuk memutasikan mengubah basa tertentu pada DNA PCR juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan sekuens DNA tertentu dalam sampel PCR memanfaatkan enzim DNA polimerase yang secara alami memang berperan dalam perbanyakan DNA pada proses replikasi Namun tidak seperti pada organisme hidup proses PCR hanya dapat menyalin fragmen pendek DNA biasanya sampai dengan 10 kb kb kilo base pairs 1 000 pasang basa Fragmen tersebut dapat berupa suatu gen tunggal atau hanya bagian dari suatu gen Proses PCR untuk memperbanyak DNA melibatkan serangkaian siklus temperatur yang berulang dan masing masing siklus terdiri atas tiga tahapan Tahapan yang pertama adalah denaturasi cetakan DNA DNA template pada temperatur 94 96 C yaitu pemisahan utas ganda DNA menjadi dua utas tunggal Sesudah itu dilakukan penurunan temperatur pada tahap kedua sampai 45 60 C yang memungkinkan terjadinya penempelan annealing atau hibridisasi antara oligonukleotida primer dengan utas tunggal cetakan DNA Primer merupakan oligonukelotida utas tunggal yang sekuens nya dirancang komplementer dengan ujung fragmen DNA yang ingin disalin primer menentukan awal dan akhir daerah yang hendak disalin Tahap yang terakhir adalah tahap ekstensi atau elongasi elongation yaitu pemanjangan primer menjadi suatu utas DNA baru oleh enzim DNA polimerase Temperatur pada tahap ini bergantung pada jenis DNA polimerase yang digunakan Pada akhirnya satu siklus PCR akan menggandakan jumlah molekul cetakan DNA atau DNA target sebab setiap utas baru yang disintesis akan berperan sebagai cetakan pada siklus selanjutnya Elektroforesis gel Sunting Artikel utama Elektroforesis Elektroforesis gel merupakan salah satu teknik utama dalam biologi molekuler Prinsip dasar teknik ini adalah bahwa DNA RNA atau protein dapat dipisahkan oleh medan listrik Dalam hal ini molekul molekul tersebut dipisahkan berdasarkan laju perpindahannya oleh gaya gerak listrik di dalam matriks gel Laju perpindahan tersebut bergantung pada ukuran molekul bersangkutan Elektroforesis gel biasanya dilakukan untuk tujuan analisis tetapi dapat pula digunakan sebagai teknik preparatif untuk memurnikan molekul sebelum digunakan dalam metode metode lain seperti spektrometri massa PCR kloning sekuensing DNA atau immuno blotting yang merupakan metode metode karakterisasi lebih lanjut Gel yang digunakan biasanya merupakan polimer bertautan silang yang porositasnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Untuk memisahkan protein atau asam nukleat berukuran kecil DNA RNA atau oligonukleotida gel yang digunakan biasanya merupakan gel poliakrilamida dibuat dengan konsentrasi berbeda beda antara akrilamida dan zat yang memungkinkan pertautan silang menghasilkan jaringan poliakrilamida dengan ukuran rongga berbeda beda Untuk memisahkan asam nukleat yang lebih besar lebih besar dari beberapa ratus basa gel yang digunakan adalah agarosa dari ekstrak rumput laut yang sudah dimurnikan Dalam proses elektroforesis sampel molekul ditempatkan ke dalam sumur pada gel yang ditempatkan di dalam larutan penyangga dan listrik dialirkan kepadanya Molekul molekul sampel tersebut akan bergerak di dalam matriks gel ke arah salah satu kutub listrik sesuai dengan muatannya Dalam hal asam nukleat arah pergerakan adalah menuju elektrode positif disebabkan oleh muatan negatif alami pada rangka gula fosfat yang dimilikinya Untuk menjaga agar laju perpindahan asam nukleat benar benar hanya berdasarkan ukuran yaitu panjangnya zat seperti natrium hidroksida atau formamida digunakan untuk menjaga agar asam nukleat berbentuk lurus Sementara itu protein didenaturasi dengan deterjen misalnya natrium dodesil sulfat SDS untuk membuat protein tersebut berbentuk lurus dan bermuatan negatif Setelah proses elektroforesis selesai dilakukan proses pewarnaan agar molekul sampel yang telah terpisah dapat dilihat Etidium bromida perak atau pewarna biru Coomassie dapat digunakan untuk keperluan ini Jika molekul sampel berpendar dalam sinar ultraviolet misalnya setelah diwarnai dengan etidium bromida gel difoto di bawah sinar ultraviolet Jika molekul sampel mengandung atom radioaktif autoradiogram gel tersebut dibuat Pita pita pada lajur lajur yang berbeda pada gel akan tampak setelah proses pewarnaan satu lajur merupakan arah pergerakan sampel dari sumur gel Pita pita yang berjarak sama dari sumur gel pada akhir elektroforesis mengandung molekul molekul yang bergerak di dalam gel selama elektroforesis dengan kecepatan yang sama yang biasanya berarti bahwa molekul molekul tersebut berukuran sama Marka atau penanda yang merupakan campuran molekul dengan ukuran berbeda beda dapat digunakan untuk menentukan ukuran molekul dalam pita sampel dengan meng elektroforesis marka tersebut pada lajur di gel yang paralel dengan sampel Pita pita pada lajur marka tersebut dapat dibandingkan dengan pita sampel untuk menentukan ukurannya Jarak pita dari sumur gel berbanding terbalik terhadap logaritma ukuran molekul Lihat pula SuntingBiologi sel struktur dan komponen sel Struktur DNA dan kromosom Biosintesis protein transkripsi dari DNA ke RNA translasi dari RNA ke protein Genom ProteomReferensi Sunting RESENSI Biologi Molekular adalah Ilmu yang Menyenangkan jurnal UGM Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020 05 27 Diakses tanggal 2020 03 09 Bacaan lanjutan Sunting Inggris Alberts B Johnson A Lewis J Raff M Roberts K Walter P 2002 Molecular Biology of the Cell Edisi ke 4 Garland Science New York ISBN 0 8153 3218 1 versi online di NCBI Bookshelf Inggris Sambrook J Russel D W 2001 Molecular Cloning A Laboratory Manual Edisi ke 3 Cold Spring Harbor Laboratory Press Cold Spring Harbor NY ISBN 0 87969 577 3Pranala luar Sunting Inggris Entri tentang biologi molekuler pada Stanford Encyclopedia of Philosophy Inggris Demonstrasi animasi elektroforesis Diarsipkan 2005 03 08 di Wayback Machine dari Genetic Science Learning Center Universitas Utah AS Indonesia Lembaga Biologi Molekul Eijkman Jakarta pranala nonaktif permanen Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Biologi molekuler amp oldid 23637300