www.wikidata.id-id.nina.az
Suku Dayak Ngaju Biaju adalah suku asli di Kalimantan Tengah Suku ngaju merupakan sub etnis dayak terbesar di Kalimantan tengah yang persebarannya cukup luas dan utamanya terkonsentrasi di daerah Kota Palangka Raya Kabupaten Pulang Pisau Kabupaten Gunung Mas Kabupaten Kapuas dan di kabupaten lainnya di seluruh wilayah kalimantan tengah dapat ditemui suku Ngaju Suku Ngaju secara administratif merupakan suku baru yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 27 3 dari penduduk Kalimantan Tengah namun suku Ngaju digabung ke dalam suku Dayak dalam sensus 2010 2 Suku Dayak NgajuProfil Dayak Ngaju 1857Daerah dengan populasi signifikanKalimantan Tengah 590 000 2010 1 BahasaNgaju Bakumpai Banjar IndonesiaAgama Kristen Protestan dan Katolik Kaharingan IslamKelompok etnik terkaitDayak Ot Danum Bakumpai Maanyan Suku Dayak Meratus Lawangan Dusun BanjarBerdasarkan sensus penduduk yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik RI pada tahun 2000 orang Ngaju Dayak Ngaju berjumlah 324 504 jiwa atau 0 16 dari penduduk Indonesia pada saat itu Pada sensus tahun 2000 tersebut Dayak Ngaju disensus secara terpisah dengan Suku Dayak Katingan dan Suku Dayak Bakumpai Daftar isi 1 Etimologis 2 Rumpun Suku Dayak Ngaju 3 Asal Mula 12 4 Kepercayaan amp Kebudayaan 14 5 Susunan Dan Tingkatan Masyarakat 18 19 6 DNA 7 Tokoh Dayak Ngaju 8 Lagu Daerah Dayak Ngaju 9 Referensi 10 Pranala luarEtimologis suntingNgaju berarti udik atau hulu 3 Suku Ngaju kebanyakan mendiami daerah aliran sungai Kapuas Kahayan Rungan Manuhing Barito dan Katingan bahkan ada pula yang mendiami daerah Kalimantan Selatan Orang Dayak Ngaju yang kita kenal sekarang dalam literatur literatur pada masa masa awal disebut dengan Biaju Terminologi Biaju dipakai untuk menyebut nama sekelompok masyarakat sungai wilayah dan pola hidup Ras 1968 336 Menurut Hikayat Banjar Sungai Kahayan dan Kapuas sekarang ini disebut dengan nama sungai Biaju yaitu Batang Biaju Basar dan Batang Biaju Kecil Orang yang mendiaminya disebut Orang Biaju Besar dan Orang Biaju Kecil Sedangkan sungai Murong Kapuas Murong sekarang ini disebut dengan nama Batang Petak lihat Ras 1968 314 Pulau Petak yang merupakan tempat tinggal orang Ngaju disebut Biaju Ras 1968 408 449 4 Terminologi Biaju tidaklah berasal dari orang Dayak Ngaju tetapi berasal dari bahasa orang Bakumpai yang secara ontologis merupakan bentuk kolokial dari bi dan aju yang artinya dari hulu atau dari udik Karena itu di wilayah aliran sungai Barito dimana banyak orang Bakumpai orang Dayak Ngaju disebut dengan Biaju lihat Scharer 1963 1 yang artinya orang yang berdiam di dan dari bagian hulu sungai Riwut 1958 208 Di kemudian hari istilah ini dipungut begitu saja oleh orang Banjar untuk menyebut semua orang pedalaman hulu sungai yang tidak beragama Islam Istilah ini kemudian diperkenalkan kepada para pedagang dari Cina Inggris Portugis yang berlabuh di pelabuhan Banjarmasin Karena itu dalam catatan pelayaran para pedagang Cina Portugis dan Inggris dapat ditemukan kata Biaju yang merujuk pada suku di pedalaman yang bukan orang Banjar dan tidak beragama Islam Groeneveldt 1880 Beckman 1718 4 Menurut Afdeeling Dajaklandeen Afdeling Tanah tanah Dayak 1898 1902 5 6 atau Tanah Biaju sebelum 1826 adalah bekas sebuah afdeling dalam Karesidenan Selatan dan Timur Borneo yang ditetapkan dalam Staatblad tahun 1898 no 178 Pada tahun 1855 daerah ini dinamakan De afdeeling groote en kleine Dayak 7 8 Sesuai Staatblad tahun 1898 no 178 bahwa Afdeeling Dajaklandeen dengan ibu kota Kwala Kapoeas Kuala Kapuas terdiri ditrik distrik Groote Dajak Dayak Besar terbagi lagi dalam onderdistrik onderdistrik Beneden Kahajan Kahayan Kuala Mideen Kahajan Kahayan Tengah Boven Kahajan Kahayan Hulu Roengan Rungan Manoehing Manuhing Districk Kleine Dajak Dayak Kecil terbagi atas onderdistrik Beneden Kapoeas Kapuas Kuala Mideen Kapoeas Kapuas Tengah Boven Kapoeas Kapuas Hulu Rumpun Suku Dayak Ngaju sunting nbsp Oloh Ngaju OtDanum bertutang dari daerah Kahayan 1898Berdasarkan daerah aliran sungai Biaju terbagi menjadi Batang Biaju Basar Sungai Biaju Besar Batang Biaju Kecil Sungai Biaju KecilBerdasarkan rumpun bahasa suku Dayak Ngaju Biaju terbagi menjadi 9 Suku Dayak Ngaju Ngaju Kapuas Suku Dayak Kahayan Ngaju Kahayan Suku Dayak Katingan Ngaju Katingan Suku Dayak Mendawai Kalimantan Tengah Suku Dayak Bakumpai Kalimantan Selatan Suku Dayak Mengkatip Kalimantan Tengah Suku Dayak Sampit 10 Suku Dayak Berangas Kalimantan Selatan tahun 2010 dinyatakan punah beserta bahasanya karena melebur ke dalam mainstream Orang Banjar Kuala Suku Dayak Beraki Bara ki sudah punah 11 Asal Mula 12 suntingMenurut Tetek Tatum kepercayaan leluhur Dayak yaitu agama Kaharingan leluhur orang Dayak Ngaju merupakan ciptaan langsung Ranying Hatalla Langit yang ditugaskan untuk menjaga bumi dan isinya agar tidak rusak Dan Leluhur Dayak Ngaju diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan Palangka Bulau Palangka artinya suci bersih merupakan ancak sebagai tandu yang suci gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit sering juga disebutkan Ancak atau Kalangkang diturunkan dari langit ke dalam dunia ini di empat tempat berturut turut melalui Palangka Bulau yaitu 13 Tantan Puruk Pamatuan di perhuluan Sungai Kahayan dan sungai Barito Kalimantan Tengah maka inilah seorang manusia yang pertama yang menjadi datuknya orang orang Dayak yang diturunkan di Tantan Puruk Pamatuan yang diberi nama oleh Ranying Hatalla Tuhan YME Antang Bajela Bulau atau Tunggul Garing Janjahunan Laut Dari Antang Bajela Bulau maka terciptalah dua orang laki laki yang gagah perkasa yang menteng ureh mamut bernama Lambung atau Maharaja Bunu dan Lanting atau Maharaja Sangen Tantan Liang Mangan Puruk Kaminting Bukit Kaminting Kalimantan Tengah oleh Ranying Tuhan YME terciptalah seorang yang maha sakti bernama Kerangkang Amban Penyang atau Maharaja Sangiang Datah Takasiang perhuluan sungai Rakaui Sungai Malahui Kalimantan Barat oleh Ranying Tuhan YME terciptalah 4 orang manusia satu laki laki dan tiga perempuan yang laki laki bernama Litih atau Tiung Layang Raca Memegang Jalan Tarusan Bulan Raca Jagan Pukung Pahewan yang seketika itu juga menjelma menjadi Jata dan tinggal di dalam tanah di negeri yang bernama Tumbang Danum Dohong Ketiga puteri tadi bernama Kamulung Tenek Bulau Kameloh Buwooy Bulau Nyai Lentar Katinei Bulau Puruk Kambang Tanah Siang perhuluan Sungai Barito Kalimantan Tengah oleh Ranying Tuhan YME terciptalah seorang puteri bernama Sikan atau Nyai Sikan di Tantan Puruk Kambang Tanah Siang Hulu Barito Kepercayaan amp Kebudayaan 14 suntingKaharingan adalah agama asli suku Dayak di Pulau Kalimantan Agama Kaharingan sudah ada sebelum agama lainnya masuk ke Kalimantan Agama Kaharingan mempunyai simbol tersendiri yakni Batang Garing yang berarti pohon kehidupan Simbol Batang Garing ini sudah tidak asing bagi masyarakat Dayak karena sering dijumpai pada banyak bangunan di Kalimantan Tengah 15 16 Kaharingan artinya tumbuh atau hidup juga dikenal dengan istilah danum kaharingan air kehidupan 17 yang artinya agama Kaharingan ini akan terus ada bagai air yang mengalir tumbuh secara turun temurun dan dihayati oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Kaharingan disebut Ranying Hatalla Suku Dayak Ngaju pernah mempunyai peradaban Kaharingan pada zaman dulu yaitu pada zaman Kerajaan Tanjung Pematang Sawang dengan ratunya Nyai Undang Banyak monumen atau tempat di Kalimantan Tengah di masa sekarang yang terinspirasi dari sejarah Kerajaan bercorak agama Kaharingan ini seperti nama Tambun Bungai yang diabadikan sebagai julukan provinsi Kalimantan Tengah dan sebagai nama perguruan tinggi lalu Sanaman Mantikei juga diabadikan sebagai nama lapangan stadion dan nama kecamatan serta masih ada nama tokoh lainnya di Kerajaan Tanjung Pematang Sawang yang dijadikan nama tugu di Kalimantan Tengah Agama Kaharingan diperkenalkan kepada publik oleh Tjilik Riwut pada tahun 1944 saat ia menjabat Residen Sampit yang berkedudukan di Banjarmasin Tahun 1945 pendudukan Jepang mengajukan Kaharingan sebagai salah satu agama resmi negara Indonesia namun ditolak oleh pemerintah Indonesia dengan alasan umat Kaharingan belum tersebar di setiap pulau daerah berdasarkan sensus penduduk di Indonesia Pemerintah Indonesia menganggap Kaharingan hanya bersumber dari tradisi Suku Dayak saja sehingga Kaharingan tidak dianggap sebagai agama pada saat itu Seiring bergantinya jaman penganut Kaharingan mengalami banyak hambatan saat ingin menempuh pendidikan yang layak susah menjadi Aparatur Sipil Negara ASN maupun sulit terlibat dalam Politik akibat terkendala oleh syarat yang mengharuskan masyarakat untuk menganut Agama yang resmi diakui oleh Negara Indonesia Oleh sebab itu para penganut Kaharingan berintegrasi dengan Hindu menjadi Hindu Kaharingan pada masa orde baru tepatnya pada 20 April 1980 Pemilihan integrasi ke Hindu ini bukan hanya karena kesamaan ritualnya namun juga karena Hindu merupakan salah satu agama tertua di Kalimantan Integrasi ke dalam Agama Hindu dengan bukti stempel darah dari tokoh adat dan budaya Dayak dalam surat integrasi ke Agama Hindu Umat Kaharingan di Kalimantan Tengah mempunyai tempat ibadah yang dinamakan Balai Basarah atau Balai Kaharingan Kitab suci agama mereka adalah Panaturan dan buku buku agama lain seperti Kandayu Talatah Basarah Kumpulan Doa Tawar petunjuk tatacara meminta pertolongan Tuhan dengan upacara menabur beras dan sebagainya Tetapi di Malaysia Timur Sarawak dan Sabah tampaknya kepercayaan Dayak ini tidak diakui sebagai bagian umat beragama Hindu jadi dianggap sebagai masyarakat yang belum menganut suatu agama apapun saat itu Kini seluruh penganut Kaharingan di Sabah dan Sarawak sudah berpindah agama ke Kristen dan Katolik Penganut agama Kaharingan di Kalimantan Barat juga semakin berkurang seiring dengan penyebaran agama Kristen Protestan di Kalimantan yang dimulai pada tahun 1830 an Diperkuat juga dengan Katolikisasi di Kalimantan Barat yang ditandai dengan kedatangan 3 000 guru sekolah dasar SD yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil dari Nusa Tenggara Timur Kedatangan PNS ini difasilitasi oleh Gubernur Kalimantan Barat yakni Brigjen TNI Kadarusno dan Kodam XII Tanjungpura yang tujuannya mewajibkan kalangan Suku Ot Danum untuk mengikuti agama resmi yang mereka anut yakni Katolik Gubernur Kalimantan Barat saat itu beralasan Pemerintah Indonesia tidak mengakui Kaharingan sebagai agama resmi sehingga masyarakat Ot Danum akan sulit mendapat pekerjaan jika masih menganut Kaharingan dan akhirnya masyarakat Ot Danum berpindah keyakinan ke Katolik Kegiatan khusus ini terealisasi pada periode 1978 1982 Inilah penyebab mayoritas Suku Dayak Ut Danum di Kalimantan Barat beragama Katolik Orang Dayak Ngaju terkenal dengan kemampuan spiritualnya yang luar biasa Salah satu kemampuan spiritual itu mereka sebut Manajah Antang burung Elang yaitu memanggil burung Elang agar dapat memberi petunjuk untuk berperang atau ingin mengetahui keadaan seseorang Mereka meyakini burung yang datang adalah suruhan leluhur mereka dan mereka meyakini petunjuk apapun yang diberikan oleh burung Elang adalah benar Upacara tiwah yaitu proses mengantarkan arwah liau sanak kerabat atau leluhur yang sudah meninggal ke surga atau Lewu Tatau Habaras Bulau Hagusung Intan Dia Rumpang Tulang yaitu sebuah tempat yang kekal atau abadi Penganut agama Kaharingan meyakini leluhur akan senang dan bahagia jika arwah mereka sudah diantarkan Mereka juga meyakini bahwa sebelum dilaksanakan upacara tiwah roh leluhur dianggap belum masuk surga Tradisi bertato tutang cacah orang Dayak terkenal dengan seni tatonya Baik kaum laki laki maupun perempuan menato bagian bagian tertentu dari tubuhnya seperti pergelangan tangan punggung perut atau leher Bahkan terdapat orang yang menato seluruh tubuhnya biasanya seorang pemimpin Tato selain sebagai simbol status juga merupakan identitas Mentato didasari oleh kayakinan bahwa kelak setelah meninggal dan sampai ke surga tato itu akan bersinar kemilau dan berubah menjadi emas sehingga dapat dikenali oleh leluhur mereka nanti di surga Sejak dahulu hingga sekarang orang Dayak terkenal dengan hukum adat mereka khususnya berkaitan dengan bagaimana cara mereka hidup berdampingan dengan alam hutan Hukum adat merupakan aturan yang telah digariskan oleh Ranying Hatalla Langit dan diwariskan oleh leluhur mereka untuk ditaati Orang Dayak Ngaju meyakini jika tidak melaksanakan hukum adat maka leluhur mereka akan marah dengan mengirimkan berbagai bencana alam seperti banjir dan kesulitan mencari makan Burung Enggang Gading tanjaku adalah burung yang sangat disakralkan dalam kepercayaan orang Dayak Ngaju Burung ini dianggap sebagai burung indah dan dari gerak geriknya tercipta sebuah tarian yang diyakini sebagai tarian leluhur mereka pada saat awal penciptaan Maka dari itu hingga sekarang tarian burung Enggang masih ditampilkan dalam upacara adat Dayak Ngaju sebagai penghormatan terhadap leluhur mereka Pengetahuan dan keyakinan mereka terhadap Pohon Batang Garing pohon kehidupan sebagai petunjuk memahami kehidupan Pohon Batang Garing adalah pohon simbolis yang diciptakan berbarengan dengan diciptakannya leluhur Dayak Ngaju Pohon ini dianggap menjadi pohon petunjuk untuk mengatur kehidupan yang harus diajarkan pada orang Dayak Ngaju kelak Susunan Dan Tingkatan Masyarakat 18 19 suntingPada masa lampau masyarakat Dayak Ngaju memiliki susunan dan tingkatan strata sosial dalam masyarakatnya yaitu Kepala Kampung yang dimasa kolonial tugasnya hanya melaksanakan perintah pegawai kolonial dengan tugas utama menarik pajak dan mendayung perahu bagi para pegawai kolonial apabila mengunjungi kampung lain mengakibatkan terjadinya perbedaan kelas dalam masyarakat Ada kaum bangsawan dan ada orang orang pantan Orang orang Pantan adalah penduduk asli yang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari diusahakan sendiri Kewajiban mereka mematuhi perintah pimpinan serta wajib menyediakan tenaga sukarela apabila dibutuhkan pimpinan Disini jelas nasib mereka banyak tergantung kepada kepribadian pimpinan mereka Orang orang Merdeka adalah keluarga jauh para Kepala Kampung Mereka dibebaskan dari kewajiban membayar pajak namun tetap harus menyediakan tenaga secara sukarela apabila dibutuhkan oleh pimpinan demi kepentingan umum Orang orang Jipen adalah golongan budak Para Jipen sama sekali tidak memiliki harta benda seluruh kebutuhan hidupnya disediakan oleh majikannya Para Kepala Kampung orang orang merdeka orang orang pantan diizinkan mempunyai jipen Jipen berasal dari orang orang yang kalah perang dan tak sanggup melunasi hutang hutangnya Apabila para jipen telah sanggup melunasi utangnya maka kemerdekaan akan mereka peroleh Akan tetapi bila hingga akhir hayat utang belum mampu mereka lunasi maka anak keturunannya akan tetap menjadi jipen yang biasa disebut utus jipen sampai utang yang ada dilunasi Orang orang Abdi adalah orang orang yang dibeli Orang orang Tangkapan atau Tawanan Orang orang Tamuei atau Orang Asing mereka bukan penduduk asli DNA suntingKomposisi DNA suku Ngaju terdiri 20 C 0 Paleo Asia mongolia F xK 6 7 nenek moyang negrito k dravidia h kaukasia g dan Mesopotamia I j O1a 20 Austronesia O1b1a1a 6 7 Austroasiatic O2 formerly Haplogroup O3 13 3 Sino Tibet K most likely K2a xN O K2b which includes M P Q R amp S and or LT 26 6 O1a2 M110 M50 20 Tokoh Dayak Ngaju suntingRaja Maruhum Raja Banjar Islam ke 4 Nyai Undang Ratu Kerajaan Tanjung Pematang Sawang Nyai Nunyang Ibu dari Nyai Undang Tamanggung Sempung Ayah dari Nyai Undang sebelumnya adalah Raja Kerajaan Tanjung Pematang Sawang Syaer Sua penyanyi seniman Karungut Raden Labih Kepala suku Dayak Ngaju Sei Apui Toemenggoeng Nicodemus Djaija Negara Tokoh Dayak Ngaju Kepala Distrik Pulau Petak Damang Batu Pemimpin Rapat Besar Dayak Tumbang Anoi Tokoh Dayak Ngaju Tumbang Anoi Kahayan Damang Anggen Tokoh Dayak Ngaju Kepala Distrik Mendawai Katingan Toemenggoeng Soera Djaja Kepala suku Dayak Ngaju dari Kampung Rawi Pejuang Kalteng Ngabe Anom Soekah Pambakal kepala kampung Pahandut cikal bakal Kota Palangka Raya Damang Pijar Kepala suku Dayak Mantir Adat Kahayan Hulu Panglima Batur Panglima Dayak Bakumpai Pejuang Perang Barito Panglima Wangkang Panglima Dayak Bakumpai Pejuang Perang Barito Hausman Baboe Tokoh Pendiri Kalteng tokoh Pers Kalteng amp pendiri harian Suara Dayak koran Indonesia Pertama Tjilik Riwut Pahlawan Nasional Indonesia Tokoh Pendiri Kalteng Penulis Buku Pejuang Kalteng amp Mantan Gubernur Kalteng Mahir Mahar Tokoh Pendiri Kalteng tokoh pengusaha Kalteng Agustin Teras Narang Gubernur Kalteng amp Presiden Majelis Adat Dayak Nasional MADN Lagu Daerah Dayak Ngaju suntingsinta takalupe lunuk Karungut Kal Teng Membangun Yang Mahakasih Lagu Rohani Referensi sunting Sumber Badan Pusat Statistik Sensus Penduduk Tahun 2000 Indonesia Riwanto Tirtosudarmo Mencari Indonesia demografi politik pasca Soeharto Yayasan Obor Indonesia 2007 ISBN 979 799 083 4 9789797990831 Nila Riwut 2003 Tjilik Riwut Manaser Panatau Tatu Hiang a b Biaju Ngaju dan Dayak Ngaju Marko Mahin Inggris 2009 Administrative divisions in Dutch Borneo 1902 Digital Atlas of Indonesian History Robert Cribb Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012 05 05 Diakses tanggal 1 August 2011 Inggris 2007 Administrative divisions in Dutch and British Borneo 1902 Digital Atlas of Indonesian History Robert Cribb Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012 05 05 Diakses tanggal 1 August 2011 Belanda J B J Van Doren 1860 Bydragen tot de kennis van verschillende overzeesche landen volken enz 1 J D Sybrandi hlm 241 Administrative sub divisions in Dutch Borneo ca 1879 Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012 05 24 Diakses tanggal 2014 02 01 Inggris Chapter 4 Borneo as a Cross Roads for Comparative Austronesian Linguistics https id m wikipedia org wiki Suku Dayak Sampit Indonesia Melalatoa M J 1995 Ensiklopedi suku bangsa di Indonesia 1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nila Riwut 2003 Tjilik Riwut Manaser Panatau Tatu Hiang Nila Riwut 2003 Tjilik Riwut Manaser Panatau Tatu Hiang Nila Riwut 2003 Tjilik Riwut Manaser Panatau Tatu Hiang Inggris Susanto A Budi 2003 Politik dan postkolonialitas di Indonesia Kanisius ISBN 9789792108507 horizontal tab character di title pada posisi 120 bantuan Hapus pranala luar di parameter title bantuan ISBN 979 21 0850 5 Indonesia Fr Wahono Nitiprawiro Moh Sholeh Isre Lembaga Kajian Islam dan Sosial LKIS Teologi pembebasan sejarah metode praksis dan isinya PT LKiS Pelangi Aksara 2000 ISBN 979 8966 85 6 9789798966859 Indonesia Fridolin Ukur Tuaiannya sungguh banyak sejarah Gereja Kalimantan Evanggelis sejak tahun 1835 BPK Gunung Mulia 2000 ISBN 979 9290 58 9 9789799290588 Indonesia Susunan dan Tingkatan Masyarakat Dayak Ngaju pada masa lampau Diarsipkan 2014 02 02 di Wayback Machine Nila Riwut 2003 Tjilik Riwut Manaser Panatau Tatu Hiang Salinan arsip Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020 08 03 Diakses tanggal 2019 02 06 Pranala luar suntingIets over de Daijakkers Beajous van Banjermassing op Borneo Madjalah ilmu alam untuk Indonesia Indonesian journal for Volume 23 24 Oleh Perhimpunan Ilmu Alam Indonesia Situs Informasi Dayak amp Kalimantan Diarsipkan 2021 11 27 di Wayback Machine Indonesia Michael Theophile Hubert Perelaer Desersi menembus rimba raya Kalimantan Kepustakaan Populer Gramedia 2006 ISBN 979 9100 52 6 9789799100528 Inggris Kamus Bahasa Ngaju Diarsipkan 2010 06 02 di Wayback Machine Inggris Kamus Dialek Katingan Diarsipkan 2012 04 22 di Wayback Machine Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Suku Dayak Ngaju amp oldid 24870776