www.wikidata.id-id.nina.az
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu waktu Cari sumber TVRI Jawa Timur berita surat kabar buku cendekiawan JSTORTVRI Jawa Timur merupakan stasiun televisi daerah yang didirikan oleh Televisi Republik Indonesia untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya TVRI Jawa Timur didirikan pada tanggal 3 Maret 1978 dengan nama TVRI Surabaya TVRI Jawa Timur berkantor di Jl Mayjend Sungkono No 124 Kota Surabaya TVRI Jawa TimurLPP TVRI Stasiun Jawa TimurSurabaya Jawa TimurIndonesiaSaluranDigital 35 UHFVirtual 2SloganTV ne Wong Jowo Timur TV nya Orang Jawa Timur PemrogramanBahasaBahasa IndonesiaBahasa JawaBahasa SurabayaBahasa MaduraAfiliasiTVRI NasionalKepemilikanPemilikLPP TVRIRiwayatSiaran perdana3 Maret 1978Bekas tanda panggilTVRI SurabayaBekas nomor kanal9 VHF 26 UHF analog Informasi teknisOtoritas perizinanKementerian Komunikasi dan Informatika Republik IndonesiaKoordinat transmiter 7 289766 112 714429Pemancar relaylihat kotak info di bawahPranalaSitus webwww wbr tvri wbr go wbr id wbr stasiun wbr jatimTVRI Jawa TimurFormat gambar1080i HDTV 16 9Kantor pusatJl Mayjend Sungkono 124 Surabaya Jawa TimurKetersediaanTerestrialBanyuwangi28 UHF digital DVB T2 Jember29 UHF digital DVB T2 Kediri39 UHF digital DVB T2 Madiun43 UHF digital SFN DVB T2 Magetan43 UHF digital DVB T2 Malang31 UHF digital DVB T2 Pacitan33 UHF digital DVB T2 MUX Gunung Brengos 35 UHF digital DVB T2 MUX Wonogondo Pamekasan33 UHF digital DVB T2 Probolinggo31 UHF digital DVB T2 Tuban43 UHF digital DVB T2 SatelitTelkom 43720 H 32727 MPEG 4 HD Sekitar 92 siaran TVRI Jawa Timur adalah merelai program TVRI Nasional sisanya adalah siaran lokal Jawa Timur yang ditayangkan mulai pukul 10 00 18 00 WIB di saluran TVRI Jatim Saat ini TVRI Jawa Timur telah memiliki kanal sendiri di siaran digital sebelumnya di siaran analog stasiun televisi ini memiliki dua kanal dimana yang pertama berjaringan dengan TVRI Nasional dan kedua bernama PRO 2 bersiaran secara mandiri Daftar isi 1 Sejarah 1 1 Periode Hitam Putih 1 2 Periode Siaran Berwarna 1 3 Analog Switch Off 2 Programa 2 Jawa Timur 3 Acara 4 Transmisi 5 Lihat pula 6 Rujukan 7 Pranala luarSejarah Sunting nbsp Logo TVRI Jawa Timur 29 Maret 2019 sekarang nbsp Logo TVRI Jawa Timur saat mengudara 29 Maret 2019 sekarang Titik awal siaran televisi di Jawa Timur ialah pada waktu stasiun pemancar relay di Cemorosewu dan Surabaya diresmikan Kedua stasiun pemancar relay ini mulai dioperasikan pada bulan Juni dan Juli 1971 dengan merelay sepenuhnya siaran dari Jakarta Pada tanggal 3 Maret 1978 TVRI Stasiun Surabaya nama awal dari TVRI Jawa Timur diresmikan dan sejak itu TVRI Stasiun Surabaya memulai siaran secara resmi Siaran pertama televisI di Indonesia berupa siaran percobaan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1962 dalam bentuk siaran langsung Upacara Peringatan detik detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta Siaran secara teratur baru dapat dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1962 bertepatan dengan upacara pembukaan ASIAN GAMES IV Tanggal tersebut kemudian di tetapkan sebagai hari jadi TVRI yang di peringati setiap tahun Sebagai media massa elektronik audio visual keberadaannya dikelola oleh YAYASAN TELEVISI REPUBLIK INDONESIA disingkat YAYASAN TVRI berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 215 1963 Dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Radio Televisi dan Film Departemen Penerangan nama awal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 1966 Pengelolaan Yayasan TVRI selanjutnya berada di lingkungan Departemen Penerangan RI yang dilaksanakan oleh DIREKTORAT TELEVISI DIREKTORAT JENDERAL RADIO TELEVISI DAN FILM Siaran yang semula hanya dapat ditangkap di wilayah Jakarta dan sekitarnya secara bertahap ditingkatkan jangkauan penyiarannya dengan membangun stasiun pemancar dan stasiun penyiaran di berbagai daerah Selain Stasiun Pusat yang berkedudukan di Jl Gerbang Pemuda Senayan Jakarta Pusat juga diresmikan penggunaan Stasiun Penyiaran Yogyakarta 1965 Medan 1970 Ujung Pandang nama awal dari Makassar 1972 Balikpapan 1974 Palembang 1974 Surabaya 1978 Denpasar 1978 Manado 1978 Kupang 1985 Banjarmasin 1985 dan Bandung 1987 Dengan demikian diharapkan Siaran TVRI mampu menjangkau seluruh wilayah Nusantara Periode Hitam Putih Sunting Selain karena tuntutan masyarakat untuk dapat menikmati siaran TVRI potensi daerah juga menjadi pertimbangan dibangunnya TVRI Stasiun daerah Disisi lain Pemerintah juga berkeinginan agar informasi pembangunan lebih cepat dapat di terima oleh masyarakat di seluruh pelosok pedesaan sehingga mereka lebih cepat tahu mau dan akhirnya mampu berperan aktif dalam pembangunan Masyarakat Jawa Timur pertama kali menikmati siaran TVRI dengan baik baru sekitar bulan Juni 1971 itu pun masih terbatas yang berada diwilayah kabupaten Magetan Madiun dan kabupaten Ponorogo Sejak diresmikannya Stasiun Pemancar TVRI Cemorosewu yang berkedudukan di desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Kemudian tanggal 1 Juli 1971 Gubernur Jawa Timur Mochamad Noer meresmikan Stasiun Pemancar TVRI yang berkedudukan di kelurahan Dukuh Pakis kecamatan Karang Pilangan Kotamadya Surabaya Dana pembangunannya selain dari Pemerintah Pusat juga memperoleh bantuan Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur serta sumbangan masyarakat pemilik Pesawat Televisi di Jawa Timur Sedangkan tanah yang menjadi lokasi merupakan sumbangan pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Surabaya yang pada waktu itu Walikotamadya Surabaya adalah Soekatjo Tuntutan masyarakat Jawa Timur untuk dapat menerima siaran TVRI semakin tinggi khususnya yang berada di luar wilayah Kotamadya Surabaya Menyadari tuntunan dan peran televisi sebagai media masa yang mampu menggelorakan dan menggalang partisipasi aktif warga Jawa Timur dalam pembangunan maka Pemerintah daerah Tingkat I Jawa Timur bekerja sama dengan Fakultas Teknik Elektro Institut 10 November Surabaya ITS mengadakan Sigi ke berbagai daerah di Jawa Timur yang tidak dapat menerima siaran TVRI Kemudian di usulkan kepada pihak TVRI agar di daerah yang bersangkutan didirikan stasiun stasiun pemancar Sebagai langkah awal pada tanggal 22 Desember 1972 daya pemancar TVRI Surabaya ditingkatkan dari 100 Watt menjadi 2000 Watt 2 kiloWatt sehingga mampu menjangkau wilayah Gerbang Kertasusila Pada tanggal 9 Maret 1973 Stasiun Jabung yang berlokasi di desa Jabung Kacamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto secara resmi digunakan Stasiun ini berfungsi sebagai penghubung siaran TVRI Stasiun Pusat Jakarta dari Cemorosewu ke Surabaya sehingga siaran TVRI Stasiun Pusat Jakarta dapat di terima lebih baik di banding sebelumnya Kemudian pada tanggal 1 Desember 1973 Stasiun Relay di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang di resmikan penggunaannya yang diarahkan ke kota Malang dan Lawang Pada tanggal 17 Agustus 1974 berkat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri telah diresmikan penggunaan Stasiun Pemancar relay di Pare yang di arahkan ke kota Kediri dan sekitarnya Melihat dan menimbang tuntutan masyarakat Jawa Timur untuk menikmati siaran TVRI serta dukungan Pemerintah daerah Tingkat I Provinsi Jawa Timur maka berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Radio Televisi dan Film nomor 04 KEP DIRJEN RTF 76 telah ditetapkan Pengelola Pembangunan Stasiun Persiapan Surabaya dan Stasiun stasiun lain di Jawa Timur Sebagai pimpinan proyek waktu itu ditunjukkan Drs Sa dullah yang bertugas mengelola kegiatan proyek proyek pembangunan Stasiun TVRI dan perluasan jaringan TVRI di Jawa Timur sekaligus mempersiapkan kegiatan yang berhubungan dengan Organisasi dan Operasional siaran di wilayah Jawa Timur Pada tahun 1975 1977 dalam rangka peringatan dan perluasan jaringan TVRI di Jawa Timur Departemen Penerangan telah membangun Studio Televisi Hitam Putih di Surabaya stasiun dan Pemancar di Gunung Banon Tulungagung Gunung Brengik Pamekasan Gunung Gending Jember dan Gunung Doek Probolinggo serta Stasiun Link di Saradan Sedangkan daya Pemancar Stasiun Surabaya di tingkatkan menjadi 10 Kilowatt sehingga jangkauan penyuaranya lebih luas lagi Biaya pembangunan jaringan Siaran Televisi di Jawa Timur selain berasal dari DIP juga memperoleh bantuan Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur serta Pemerintah Daerah Tingkat II yang kebetulan menjadi lokasi pembangunan Stasiun Pemancar Relay ataupun Stasiun Penghubung Sebagai persiapan menyongsong Stasiun penyiaran terutama untuk mempersiapkan perangkat lunak pada tahun 1975 talah dilakukan seleksi calon pegawai TVRI Sekitar 85 orang calon pegawai hasil seleksi kemudian di kirim untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan di Balai Diklat TVRI di Jakarta selama 1 tahun dan 1 tahun lagi praktik kerja di TVRI Stasiun Pusat Jakarta untuk berbagai profesi Sekembalinya dari Diklat dilakukan produksi paket paket acara sebagai bahan siaran TVRI Stasiun Surabaya Produksi dilakukan di dalam maupun di luar Studio dengan peralatan untuk siaran Hitam Putih Siaran percobaan selama 1 Jam dilakukan pada tanggal 27 Februari 1978 pada pukul 16 40 WIB sedang acara selebihnya hanya merelay siaran dari TVRI Stasiun Pusat Jakarta Siaran percobaan ini di nilai berhasil karena berlangsung mulus tanpa kesulitan teknis Kemudian pada hari Jumat tanggal 3 Maret 1978 TVRI Stasiun Surabaya diresmikan menjadi Stasiun Produksi dan Penyiaran oleh Sekjen Departemen Penerangan Bpk Soetikno Lukitodisastro Berdasarkan Surat keputusan Menteri Penerangan R I Nomor 28 SK BK1978 ditetapkan Sa dullah sebagai Kepala TVRI Stasiun Surabaya yang pertama Pada tahun 1978 TVRI Stasiun Surabaya telah memiliki 26 mata acara yang setiap hari mengudara rata rata 52 menit dalam siaran Hitam Putih Pada tahun 1979 Jumlah mata acara meningkat menjadi 40 mata Acara dengan total jam siaran 88 menit setiap hari yang seluruhnya masih dalam siaran Hitam Putih Di banding dengan tahun 1978 komposisi siaran sedikit mengalami perubahan Kelompok acara Berita Penerangan menurun dari 18 persen menjadi 13 persen Kelompok Musik Hiburan juga menurun dari 30 menjadi 21 sedang acara Bapora Drama Budaya Agama Pendidikan Olahraga dan Drama meningkat dari 42 menjadi 49 Untuk siaran iklan meningkat dari 7 menjadi 16 dari total jam siaran Pada tahun 1980 jam siaran rata rata mencapai 110 menit dengan mata acara yang seluruhnya mencapai 55 mata acara Kelompok siaran iklan meningkat menjadi 21 sedangkan kelompok acara Berita Penerangan Musik Hiburan dan Bapora Drama hanya sedikit mengalami perubahan Periode Siaran Berwarna Sunting Sebenarnya siaran berwarna penuh setelah dilakukan TVRI Stasiun Pusat Jakarta sejak tahun 1979 Berkaitan dengan hal itu diharapkan Stasiun daerah termasuk di dalamnya Stasiun Surabaya secara bertahan memproduksi dan menyiarkan acara acara berwarna sebagai salah satu upaya untuk menarik pemirsa Mulai tanggal 1 April 1981 siaran iklan di TVRI ditiadakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan Nomor 30 1981 Dengan demikian siaran iklan yang tahun sebelumnya di TVRI Stasiun Surabaya mencapai 21 juga di tiadakan Namun secara keseluruhan jumlah mata acara meningkat menjadi 65 mata acara dengan jam siaran setiap hari mencapai 121 menit Walaupun siaran iklan di tiadakan pada tahun yang sama para Teknisi TVRI Stasiun Surabaya berhasil merekayasa sendiri OB Van untuk memproduksi acara acara berwarna Oleh karena itu produksinya masih sangat terbatas maka penyiaran acara berwarna baru mencapai 12 dari total jam siaran sedangkan sisanya 88 masih tetap bentuk penyiaran Hitam Putih Pada jeda iklan TVRI tahun 1981 hingga 2001 hanya promosi acara saja 20 tahun kemudian TVRI kembali menyiarkan iklan Pada tahun 1982 volume acara siaran berwarna semakin di tinggikan sehingga penyiarannya mampu ditingkatkan lagi menjadi 22 dari jam siaran yang setiap hari rata rata mencapai 112 menit Pada tanggal 12 Mei 1982 berdasarkan Surat Keputusan dirjen RTF Keliling SPK di seluruh Indonesia Jawa Timur dan Bali memperoleh 1 unit SPK yang menurut rencana ditempatkan di daerah Malang Namun karena alasan Teknis maka 1 Unit SPK ini di tarik dan kemudian diperbantukan pada TVRI Stasiun Surabaya untuk mendukung Produksi Acara berwarna di luar Studio Pada tahun 1983 produksi acara siaran berwarna semakin ditingkatkan baik di dalam maupun di luar studio sehingga persentase penyiaran acara berwarna meningkat menjadi 39 dan jam siaran yang rata rata mencapai 117 menit setiap hari Jumlah acara mencapai 66 mata acara dan 66 di antaranya masih disiarkan dalam bentuk hitam putih Pada tahun 1984 Box penyiar mulai di pasang kamera berwarna sehingga penyiar continuity dan penyiaran berita berwarna Demikian pula siaran acara acara pedesaaan muai di produksi dengan kamera berwarna sehingga penyiaran berwarna mampu di tingkatkan menjadi 48 dari total jam siaran rata rata mencapai 135 menit setiap hari Jumlah acara waktu itu mencapai 81 mata acara yang 52 di antaranya masih disiarkan dalam bentuk Hitam Putih Pada tahun 1985 Siaran Hitam Putih menurun menjadi 48 dari total jam siaran yang mencapai 165 menit setiap hari dengan jumlah acara mencapai 92 mata acara Sementara itu siaran berwarna telah mencapai 52 karena volume produksi acara siaran berwarna baik di dalam maupun di luar Studio semakin ditingkatkan Pada tahun ini berita daerah sudah disiarkan berwarna penuh Untuk memperluas jangkauan siaran pada tahun 1985 tanggal 26 Oktober 1985 telah diresmikan Stasiun Pemancar Relay Oro oro Ombo oleh Menteri Penerangan Harmoko yang berlokasi di Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Batu Kabupaten Malang Namun Sebelumnya pada tahun 1979 juga telah di resmikan Stasiun Pemancar Relay Gunung Banon yang berlokasi di Desa Demuk Kecamatan Pucang Laban kabupaten Tulungagung Bahkan pada tahun 1982 juga telah diresmikan Stasiun Relay Alas Malang di Desa Alas Malang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Stasiun Pemancar Relay Gunung Pandan di Desa Kamandowo Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Serta Stasiun Pemancar Relay Gunung Brengos di Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan dan Stasiun Pemancar Relay Wonogondo di desa Wonogondo Kecamatan Kebonagung keduanya di Pacitan Pada Tahun 1986 telah terjadi era baru dalam dunia Penyiaran TVRI Stasiun Surabaya Berkat Keterampilan dan Kreativitas Teknisi TVRI Stasiun Surabaya serta bantuan 2 buah kamera berwarna dari Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur telah mampu merekayasa peralatan operasional sehingga pada bulan Agustus 1986 telah berhasil menyelenggarakan siaran berwarna penuh Pencanangannya dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Wahono pada Upacara Peningkatan Hari Bhakti Departemen Penerangan tanggal 19 Agustus 1986 di halaman gedung TVRI Stasiun Surabaya walaupun status TVRI Stasiun Surabaya masih Hitam Putih Jumlah mata acara menurun menjadi 76 mata acara yang rata rata penyiarannya mencapai 120 menit setiap hari Pada tahun 1987 tidak banyak mengalami perubahan namun dengan diresmikannya stasiun transmisi di Trenggalek Tuban dan Pulau Bawean jangkauan siaran TVRI Stasiun Surabaya lebih meningkat lagi Pada tanggal 24 Agustus 1990 tepatnya saat SCTV tengah mengudara di Surabaya TVRI Surabaya juga direlay oleh SCTV Surabaya dengan program berita lokal TVRI Surabaya yang bernama Berita Daerah Kini TVRI Stasiun Jawa Timur telah di dukung dengan 20 Stasiun Pemancar dan 2 stasiun Penghubung telah mampu menjangkau 95 Wilayah Jawa Timur bahkan sebagian Wilayah Provinsi Jawa Tengah Untuk acara terdapat 79 mata acara yang meliputi 11 Mata Acara Berita atau Penerangan 26 6 30 Mata Acara Pendidikan Olahraga 26 2 17 Mata Acara Budaya Drama 13 3 21 Mata Acara musik atau Hiburan 18 9 dan 16 Kelompok mata acara pendukung Peningkatan Kualitas dan Bobot acara selalu diupayakan sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat pemirsa terhadap acara acara yang ditawarkan di TVRI Jatim TVRI Jatim tidak berjalan sendirian melainkan selalu bekerja sama dengan berbagai pihak dalam memproduksi acara acara bermutu Sasarannya jelas yaitu memenuhi selera masyarakat yang serba Bhinneka terhadap berbagai acara yang ditayangkan TVRI Jatim Analog Switch Off Sunting Per tanggal 2 November 2022 Siaran Analog TVRI Jawa Timur secara resmi dinonaktifkan dan beralih ke Kanal Digital serentak bersama TVRI Nasional dan TVRI Daerah lainnya Programa 2 Jawa Timur SuntingSelain kanal utama TVRI Jatim juga pernah memiliki saluran lain yang terpisah bernama Programa 2 PRO 2 Programa 2 Jawa Timur awalnya mulai bersiaran pada 10 November 1991 saat itu diresmikan oleh Menteri Penerangan Harmoko dengan nama TVRI Programa 2 Stasiun Surabaya 1 Programa 2 ini merupakan yang kedua setelah di Jakarta kini TVRI Jakarta dan awalnya sudah direncanakan sejak Januari 1990 diawali dengan pembangunan sarana dan infrastruktur penyiaran 2 yang dimulai pada Mei 1990 3 Target awalnya saat itu Programa 2 akan mengudara mulai Agustus 1990 hampir bersamaan dengan munculnya Surabaya Central Televisi SCTV dan akan menjadi pengimbangnya 4 kemudian pada Januari 1991 dan April 1991 namun tertunda karena impor peralatan siarannya yang berasal dari Jerman dan Jepang harus terhambat akibat Perang Teluk I 5 Programa 2 Surabaya merupakan salah satu saluran terawal TVRI di Indonesia yang menggunakan kanal UHF tepatnya di 26 UHF dengan daya pancar 10 kW yang menjangkau Gerbangkertosusila Sama seperti Programa 2 Jakarta siaran Programa 2 Surabaya adalah acara hiburan lokal khas Surabaya yang ditayangkan dalam jam siar pada pukul 17 40 21 00 WIB 1 6 Belakangan program Programa 2 Surabaya juga berisi berita dokumenter dan film animasi Usia TVRI Programa 2 Stasiun Surabaya tidak bertahan lama dan pada awal 2000 an beralih menjadi kanal yang ikut menyiarkan TVRI Nasional sehingga statusnya menjadi tumpang tindih dengan kanal 9 VHF TVRI Jawa Timur yang juga merelai TVRI Nasional Sempat pada tahun 2009 2010 Programa 2 TVRI Jawa Timur dihidupkan kembali setelah bekerjasama dengan pihak swasta Masih dengan cakupan siaran di Gerbangkertosusila dan di kanal yang sama kembalinya PRO 2 TVRI Jatim saat itu dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah penonton dan cakupan siaran TVRI Jawa Timur 7 Mengudara mulai pukul 15 00 24 00 WIB dengan format Radio TV Jatim dan memiliki sejumlah acara seperti Music Pro Music Channel Asia Seputar Surabaya Sore Seputar Surabaya Malam Top Musik Indonesia Ngaji Yuk dan Iklan Niaga TV usia inkarnasi kedua Programa 2 ini hanya berumur pendek 8 dan kemudian kanalnya digunakan sebagai kanal utama untuk menyiarkan TVRI Jawa Timur Belakangan di tanggal 16 Maret 2015 9 PRO 2 TVRI Jatim lahir kembali dengan bersiaran di kanal 9 VHF eks kanal utama TVRI Jatim siaran analog dan 35 UHF siaran digital Saluran ini mulanya mengudara pada pukul 17 00 18 00 WIB dan 19 00 21 00 WIB namun kemudian menjadi pukul 18 00 21 00 WIB Sisa waktu siarannya adalah merelai acara saluran utama TVRI Jawa Timur pada pukul 14 00 18 00 WIB dan TVRI Nasional Program acara yang ditayangkan berfokus pada pemirsa metropolitan wilayah Surabaya dan sekitarnya dengan format siaran live menghadirkan program acara berkaitan gaya hidup edukasi musik dan informasi Program program tersebut seperti Rockapedia Studio Dangdut Plong Ngobras Indipro Jatim Voice dan lainnya 10 11 Namun usia inkarnasi ketiga dari Programa 2 Surabaya ini juga berumur pendek karena berhenti beroperasi pada Februari 2019 Kanal digitalnya kemudian menyiarkan penuh TVRI Jawa Timur sedangkan kanal VHF nya tercatat sebelumnya sudah dihentikan operasionalnya sejak 2018 12 Acara SuntingArtikel utama Daftar acara TVRI Jawa Timur Hari Ini Jatim News Channel Jabanusra Sepekan Battle Of The Band Goyang Dangdut Kabhar Madhura Ranah Publik Pakdhe Karwo Sambang Deso Sportiva Pariwisata Wisata Kuliner Semanggi Ajang Wadul Expresi Kabaret Karya Anak Bangsa Wanita Gita Nurani Ludruk BBQ Belajar Baca Al Qur an Icip Icip Expresi Tradisi Solusi Menuju Sehat Pagelaran Wayang Kulit Fantasi Bincang Budaya Mujizat Ananda Music Music Track Record Campursari Tambane Ati Asalam Ayo Sinau Agama Islam Masih Rindu Keroncong Pesona Indonesia Inspirasi Indonesia Campursari Kota Lama bersama TVRI Jawa Tengah Spektrum bersama seluruh TVRI Daerah di pulau jawa Transmisi SuntingWilayah Transmisi Frekuensi Digital DVB T2 Kabupaten Bangkalan Kabupaten Gresik Kabupaten Sidoarjo Kota Surabaya Kabupaten Pasuruan dan kota Pasuruan Surabaya 35 UHFKabupaten Malang Kota Malang dan Kota Batu Oro oro Ombo 31 UHFKabupaten Sampang Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan Gunung Brengik 33 UHFKabupaten Trenggalek Puru Belum BeroperasiKabupaten Magetan Madiun dan kabupaten Ponorogo Cemorosewu Belum BeroperasiKabupaten Probolinggo Kota Probolinggo dan Kabupaten Lumajang Gunung Doek 31 UHFKabupaten Banyuwangi Alasmalang 28 UHFKabupaten Kediri dan Kota Kediri Kabupaten Blitar Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung Besuki 39 UHFKabupaten Madiun dan Kota Madiun Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Nganjuk Gunung Pandan 43 UHFKabupaten Pacitan Wonogondo 35 UHFKabupaten Pacitan dan Solo Raya Gunung Brengos 33 UHFKabupaten Jember Lumajang Gunung Gending 29 UHFKabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro Ngandong 43 UHFKabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo Gunung Betek 41 UHFPulau Bawean Gunung Mas Kabupaten Mojokerto Kota Mojokerto Kabupaten Jombang dan Kabupaten Lamongan Jabung Lawang Malang Gunung Gebuk tidak beroperasiTulungagung Gunung BanonLihat pula SuntingRRI Surabaya stasiun radio publik di SurabayaRujukan Sunting a b Default Menteri penerangan harmoko resmikan siaran tvri programa 2 stasiun surabaya produksi Default SURABAYA KITA PROGRAMA II TETAP DIRESMIKAN 10 NOVEMBER 1991 Default Surabaya tvri membangun gedung studio baru untuk penyelenggaraan programa 2 Default SURABAYA KITA AGUSTUS 1990 PROGRAMA II MULAI ON AIR Default SURABAYA KITA KARENA TELUK PROGRAMA II TVRI SURABAYA TERTUNDA Default Direktur televisi ishadi Pemda jangan dikte siaran berita tvri Bab III kapan tvri bisa menarik pemirsa from dindameidina Happy b day tvri pro Twitter TVRI PRO II Jatim Facebook TVRI PRO II Jatim Jangan lupa saksikan musik Pranala luar SuntingSitus web resmi Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title TVRI Jawa Timur amp oldid 24477736