www.wikidata.id-id.nina.az
Dalam kimia analitik suatu larutan standar atau larutan baku adalah suatu larutan yang mengandung konsentrasi yang diketahui secara tepat dari unsur atau zat Larutan standar biasanya berfungsi sebagai titran sehingga ditempatkan buret yang sekaligus berfungsi sebagai alat ukur volume larutan baku Larutan yang akan ditentukan konsentrasinya atau kadarnya diukur volumenya dengan menggunakan pipet volumetri dan ditempatkan di erlenmeyer larutan standar yang digunakan untuk menentukan konsentrasi zat lain seperti larutan dalam titrasi 1 Kurva titrasi asam oksalat suatu larutan baku primer dengan natrium hidroksidaKonsentrasi larutan standar biasanya dinyatakan dalam satuan mol per liter mol L sering disingkat M untuk molaritas mol per desimeter kubik mol dm3 atau kilomol per meter kubik kmol m3 Suatu standar sederhana diperoleh melalui pelarutan unsur tunggal atau suatu zat dalam pelarut yang mampu yang mana akan bereaksi dengannya Daftar isi 1 Penggolongan 1 1 Larutan baku primer 1 2 Larutan baku sekunder 2 Penggunaan 3 Lihat pula 4 ReferensiPenggolongan SuntingLarutan baku primer Sunting Larutan baku primer merupakan larutan yang mengandung zat padat murni yang konsentrasi larutannya diketahui secara tepat melalui metode gravimetri perhitungan massa dapat digunakan untuk menetapkan konsentrasi larutan lain yang belum diketahui Nilai konsentrasi dihitung melalui perumusan sederhana setelah dilakukan penimbangan teliti dari zat pereaksi tersebut dan dilarutkan dalam volume tertentu Contoh larutan baku primer diantaranya larutan kalium dikromat K2Cr2O7 natrium klorida NaCl asam oksalat dan asam benzoat 2 Syarat syarat larutan baku primer Zat harus mudah diperoleh dimurnikan dikeringkan jika mungkin pada suhu 110 120 C dan disimpan dalam keadaan murni Syarat ini biasanya tak dapat dipenuhi oleh zat zat terhidrasi karena sukar untuk menghilangkan air permukaan dengan lengkap tanpa menimbulkan pernguraian parsial Zat harus tidak berubah berat dalam penimbangan di udara kondisi ini menunjukkan bahwa zat tak boleh higroskopis tak pula dioksidasi oleh udara atau dipengaruhi karbon dioksida Zat tersebut dapat diuji kadar pengotornya dengan uji uji kualitatif dan kepekaan tertentu Zat tersebut sedapat mungkin mempunyai massa relatif dan massa ekuivalen yang besar Zat tersebut harus mudah larut dalam pelarut yang dipilih Reaksi yang berlangsung dengan pereaksi harus bersifat stoikiometrik dan langsung Larutan baku sekunder Sunting Larutan baku sekunder merupakan larutan yang mengandung suatu zat yang konsentrasinya tidak dapat diketahui dengan tepat karena berasal dari zat yang tidak pernah murni Konsentrasi larutan ini ditentukan dengan pembakuan menggunakan larutan baku primer biasanya melalui metode titrimetri Contoh larutan baku sekunder diantaranya larutan perak nitrat AgNO3 kalium permanganat KMnO4 besi II sulfat FeSO4 dan natrium hidroksida NaOH 2 Syarat syarat larutan baku sekunder Derajat kemurnian lebih rendah daripada larutan baku primer Mempunyai berat ekivalen yang tinggi untuk memperkecil kesalahan penimbangan Larutannya relatif stabil dalam penyimpanan Penggunaan Sunting nbsp TitrasiSuatu larutan asam dapat distandardisasi oleh titrasi terhadap larutan basa dengan konsentrasi yang diketahui Setelah ini dihitung ia pada gilirannya dapat digunakan sebagai larutan standar untuk mencari konsentrasi larutan basa Larutan standar juga sering digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu spesi analit Dengan membandingkan absorbansi dari larutan sampel pada panjang gelombang tertentu dengan serangkaian larutan standar pada konsentrasi diketahui yang berbeda dari spesi analit konsentrasi larutan sampel dapat dilihat melalui Hukum Beer Setiap bentuk spektroskopi dapat digunakan dengan cara ini selama spesi analit memiliki absorbansi cukup besar dalam spektrum Larutan standar adalah panduan referensi untuk menemukan molaritas spesi yang tidak diketahui Metode titrasi dapat digunakan untuk memperoleh konsentrasi larutan standar Hal ini melibatkan menggunakan peralatan seperti buret Lihat pula SuntingTitrimetri Indikator asam basa Konstanta disosiasi asamReferensi Sunting Freiser Henry Nancollas George H 1987 Compendium of Analytical Nomenclature Definitive Rules 1987 Oxford Blackwell Scientific Publications hlm 48 ISBN 0 632 01907 7 a b Basset J Jeffery G H Mendham J 1978 Vogel s Text Book of Quantitative Inorganic Analysis London Imperial College Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Larutan standar amp oldid 19390941