www.wikidata.id-id.nina.az
Kekaisaran Sasani bahasa Persia دودمان ساساني Dudman Sasani Kekaisaran Wangsa Sasan atau Kekaisaran Persia Baru 4 adalah kekaisaran bangsa Iran yang ketiga dan kekaisaran Persia yang kedua Kekaisaran Sassania merupakan Kekaisaran Persia pra Islam terakhir dan dipimpin oleh Dinasti Sassania pada tahun 224 hingga 651 M 1 5 Kekaisaran Sassania yang menggantikan Kekaisaran Parthia atau Kekaisaran Arkasid diakui sebagai salah satu kekuatan utama di Asia Barat Selatan dan Tengah bersama dengan Kekaisaran Romawi dan Kekaisaran Bizantium dalam periode selama lebih dari 400 tahun 6 Kekaisaran SasaniyahIran Iranshahr 1 Eransahr224 M 651 MDerafsh Kaviani SimurghJangkauan terluas Kekaisaran pada masa kaisar Khosrau II Ibu kotaCtesiphonBahasa yang umum digunakanBahasa Persia Pertengahan 2 AgamaZoroastrianisme agama negara Kristen NestorianYudaismePemerintahanMonarki absolutSyahansyah 224 241Ardashir I pertama 632 651Yazdegerd III terakhir Sejarah Didirikan224 M Invasi Arab dalam penaklukan Muslim651 MPenduduk 62119 700 000Kode ISO 3166IRDidahului oleh Digantikan olehKekaisaran ParthiaKerajaan India SkithiaKekaisaran KushanKerajaan ArmeniaLakhmid Kekhalifahan RasyidinSekarang bagian dariCountries today Abkhazia Afghanistan Armenia Azerbaijan Bahrain 3 Tiongkok Mesir Georgia Iran Israel Irak Yordania Kazakhstan Kuwait Kyrgyzstan Lebanon Libya Nagorno Karabakh Oman Pakistan Palestina Qatar Rusia Arab Saudi Ossetia Selatan Suriah Tajikistan Turki Turkmenistan UAE Uzbekistan YamanKekaisaran Sassania didirikan oleh Ardashir I setelah keruntuhan Kekaisaran Parthia dan kekalahan raja Parthia terakhir Artabanos IV bahasa Persia اردوان Ardavan dan kekaisaran ini berakhir ketika Syahansyah Raja Segala Raja Sasania terakhir Yazdegerd III 632 651 kalah dalam perjuangan selama 14 tahun untuk menyingkirkan kekhalifahan Islam yang pertama yaitu pendahulu dari kekaisaran kekaisaran Islam lainnya Wilayah kekaisaran ini meliputi wilayah yang kini menjadi Iran Irak Armenia Afganistan bagian timur Turki dan sebagian India Suriah Pakistan Kaukasia Asia Tengah dan Arabia Selama pemerintahan Khosrau II 590 628 Mesir Yordania Palestina Israel dan Libanon juga sementara waktu merupakan wilayah kekaisaran ini Bangsa Sassania menamakan kerajaan mereka Eranshahr Wilayah kekuasaan bangsa Iran Arya atau Eran dalam bahasa Persia Pertengahan yang menghasilkan istilah Iranshahr and Iran dalam bahasa Persia Baru Masa kekuasaan Sassania terbentang sepanjang periode Abad Kuno Akhir bahasa Inggris Late Antiquity dan dianggap sebagai salah satu periode yang paling penting dan berpengaruh dalam sejarah Iran Dalam banyak hal periode Sassania menyaksikan pencapaian tertinggi kebudayaan Persia dan melambangkan kemegahan Kekaisaran Iran terakhir sebelum penaklukan muslim dan berkembangnya agama Islam Menurut legenda veksiloid Kekaisaran Sassania adalah Derafsh Kaviani 7 Diduga juga bahwa peralihan menuju Kekaisaran Sassania melambangkan akhir perjuangan etnis proto Persia melawan kerabat etnis migran dekat mereka yakni bangsa Parthia yang tempat asalnya adalah di Asia Tengah Persia memiliki pengaruh yang cukup besar pada kebudayaan Romawi selama masa Sassania 8 dan bangsa Romawi menganggap bangsa Persia Sassania sebagai satu satunya bangsa yang berstatus sama dengan mereka Hal ini diperlihatkan misalnya dalam surat surat yang ditulis oleh Kaisar Romawi kepada Syahansyah Persia yang pada alamatnya bertuliskan kata kepada saudaraku Pengaruh kebudayaan Sassania terbentang jauh melebihi batas batas wilayah kekaisaran mereka dan bahkan menjangkau sampai Europa Barat 9 Afrika 10 Tiongkok dan India 11 serta berperan penting dalam pembentukan seni seni Abad Pertengahan di Eropa dan Asia 12 Pengaruh tersebut terus terbawa ke masa awal perkembangan dunia Islam Kebudayaan yang unik dan aristokratik dari dinasti ini telah mengubah penaklukan Islam atas Iran menjadi sebuah Renaisans Persia 9 Banyak hal yang kemudian dikenal sebagai kebudayaan arsitektur dan penulisan Islam serta berbagai keahlian lainnya diperoleh dari Sassania Persia dan kemudian disebarkan pada dunia Islam yang lebih luas 13 Sebagai contohnya ialah bahasa resmi Afghanistan yaitu Bahasa Dari yang merupakan dialek dari Bahasa Persia merupakan perkembangan dari bahasa kerajaan bangsa Sassania 14 Sejarah SuntingAsal mula dan sejarah awal 205 310 Sunting Dinasti Sassania didirikan oleh Ardashir I 226 241 seorang keturunan kaum pendeta Dewi Anahita di Istakhr Pars Fars yang pada awal abad ke 3 telah berhasil menjadi gubernur wilayah tersebut Ayahnya Pabag juga disebut Papak atau Babak awalnya adalah penguasa kota kecil bernama Kheir Ia tahun 205 berhasil menggulingkan Gocihr raja terakhir dinasti Bazrangid yaitu penguasa lokal Pars yang merupakan sekutu dari Parthia dan mengangkat dirinya sendiri menjadi penguasa baru Ibunya Rodhagh adalah putri dari gubernur provinsi Persis Nama dinasti ini sendiri berasal dari kakek pihak ayah Ardashir I yaitu Sassan seorang pendeta besar Kuil Anahita Usaha Pabag menguasai daerah tersebut pada awalnya luput dari perhatian kaisar dinasti Ashkania Artabanus IV yang saat itu sedang terlibat perseteruan dinasti dengan saudaranya Vologases Walakhsh VI di Mesopotamia Dengan menggunakan peluang yang tercipta karena terjadinya perseteruan tersebut Pabag dan anak tertuanya Shapur berhasil memperluas kekuasaan mereka ke seluruh Persis Kejadian kejadian selanjutnya tidak begitu jelas karena sedikitnya sumber sumber sejarah Meskipun demikian sesuatu hal yang pasti ialah ketika Pabag meninggal tahun 220 Ardashir yang ketika itu adalah gubernur Darabgird terlibat dalam perebutan kekuasaan melawan kakaknya Shapur Sumber sumber sejarah menceritakan bahwa tahun 222 Shapur yang akan berangkat untuk menemui saudaranya tewas ketika atap sebuah bangunan runtuh menimpanya 15 Ardashir kemudian memindahkan pusat kekuasaannya lebih jauh lagi ke selatan Persis dan mendirikan ibukotanya di Ardashir Khwarrah dahulunya adalah Gur saat ini adalah kota Firouzabad Kota ini yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi dan mudah dipertahanan melalui jalur jalur tebing sempitnya menjadi pusat dari berbagai usaha Ardashir dalam mengembangkan kekuasaannya Kota ini dikelilingi oleh tembok kota yang tinggi dan melingkar kemungkinan ditiru dari Darabgird dan di bagian utara terdapat istana besar yang sisa sisa bangunannya sekarang pun masih dapat dilihat Setelah membangun kekuasaannya atas Persis Ardashir I dengan cepat meluaskan wilayahnya menuntut upeti dari para penguasa lokal Fars dan berhasil memperoleh kendali atas provinsi provinsi sekitarnya yaitu Kerman Isfahan Susiana dan Mesene Perluasan kekuasaan ini segera saja menarik perhatian Artabanus IV 216 224 yaitu penguasa atasan overlord Ardashir I Artabanus IV awalnya memerintahkan gubernur Khuzestan untuk menyerang Ardashir pada tahun 224 akan tetapi ini berakhir dengan kemenangan besar bagi Ardashir Artabanus sendiri akhirnya memimpin penyerangan kedua atas Ardashir I pada tahun 224 Pasukan keduanya bertempur di Hormizdeghan dan Artabanus IV tewas terbunuh Ardashir I terus melanjutkan menyerang provinsi provinsi sebelah barat Kekaisaran Parthia Ashkania yang telah tumbang itu Tahun 226 Ardashir I dimahkotai di Ctesiphon sebagai penguasa tunggal Persia mengambil gelar Syahansyah atau Raja Segala Raja berbagai prasasti juga menyebutkan tokoh Adhur Anahid sebagai Ratu Segala Ratu tetapi hubungannya dengan Ardashir belum dapat dipastikan Dengan demikian berakhirlah Kekaisaran Parthia yang telah berumur 400 tahun dan dimulailah pemerintahan Sassania yang akan berlangsung selama empat abad Dalam beberapa tahun selanjutnya dan setelah melalui pemberontakan lokal di beberapa tempat Ardashir I melanjutkan meluaskan kekaisaran barunya tersebut ke arah timur dan barat laut Ia menaklukkan provinsi provinsi Sistan Gorgan Khorasan Margiana sekarang di Turkmenistan Balkh dan Khwarezmi Ia juga berhasil menaklukkan Bahrain dan Mosul ke dalam kekuasaan Sassania Prasasti prasasti Sassania terkemudian juga mengklaim menyerahnya para raja Kushan Turan dan Mekran kepada Ardashir meskipun bila dilihat dari bukti numismatik lebih mungkin bahwa mereka menyerah kepada anak Ardashir yaitu Shapur I Di sisi lain penyerangan penyerangan Ardashir ke arah barat terhadap Hatra Armenia dan Adiabene tidaklah terlalu berhasil Tahun 230 ia menyerbu jauh ke dalam wilayah kekuasaan Romawi dan serangan balasan Romawi dua tahun kemudian berakhir tanpa kemenangan yang jelas Putra Ardashir I Shapur I 241 272 melanjutkan ekspansi kekaisaran dengan menaklukkan Baktria dan bagian barat dari Kekaisaran Kushan serta melakukan beberapa penyerangan terhadap Romawi Ketika menyerbu bagian Mesopotamia yang dikuasai Romawi Shapur I berhasil merebut Carrhae dan Nisibis akan tetapi jenderal Romawi Timesitheus tahun 243 mengalahkan tentara Persia di Rhesaina dan memperoleh kembali wilayah wilayah yang hilang Kaisar Romawi Gordian III 238 244 yang selanjutnya bergerak untuk menguasai hilir sungai Eufrat berhasil dikalahkan di Meshike 244 menyebabkan Gordian dibunuh oleh pasukannya sendiri dan Shapur berhasil memperoleh perjanjian perdamaian dengan kondisi yang sangat menguntungkan dari kaisar baru Romawi Philip Si Arab 244 249 Shapur mendapatkan pembayaran sebesar 500 000 denari beserta pembayaran bulanan selanjutnya Shapur segera saja melanjutkan perang dan mengalahkan tentara Romawi pada Barbalissos 252 kemudian menyerbu Syria dan menaklukkan Antiokhia 253 atau 256 Serangan balasan Romawi di bawah Kaisar Valerian 253 260 berakhir dengan kehancuran saat pasukan Romawi dikalahkan dan dikepung pada Edessa dan Valerian secara licik ditangkap oleh Shapur pada perundingan perdamaian dan menjadi tawanan Shapur sepanjang hidupnya Shapur I merayakan kemenangannya dan keberhasilan luar biasanya menangkap seorang kaisar Romawi dengan relief relief batu di Naqsh e Rostam dan Bishapur serta prasasti monumental dalam bahasa Persia dan Yunani di daerah sekitar Persepolis Ia terus saja berusaha melanjutkan kesuksesannya dengan bergerak menuju Anatolia 260 akan tetapi berakhir dengan kemundurannya yang berantakan karena kekalahannya di tangan tentara Romawi dan sekutunya Palmyra yang dipimpin oleh Odaenathus Selir selir Shapur tertangkap serta seluruh wilayah Romawi yang sebelumnya dikuasainya juga terlepas kembali Shapur I melaksanakan berbagai rencana pembangunan secara intensif Ia mendirikan banyak kota yang sebagian penduduknya adalah imigran yang berasal dari berbagai wilayah Romawi Di antara para imigran terdapat kaum Kristen yang memperoleh kebebasan menjalankan ajaran agamanya di bawah pemerintahan Sassania Dua kota yaitu Bishapur dan Nishapur dinamakan berdasarkan namanya Shapur I secara khusus mendukung Manikheisme Ia melindungi Mani yang mendedikasikan salah satu kitabnya Shabuhragan untuk Shapur I dan mengirimkan banyak misionaris Manikheisme sampai ke luar wilayahnya Shapur I juga menjalin persahabatan dengan rabbi Babilonia yang bernama Shmuel Persahabatan ini menyebabkan komunitas Yahudi setempat memperoleh sedikit kelonggaran dari penerapan berbagai hukum yang menekan yang dikenakan kepada mereka nbsp Koin dari Hormizd I dikeluarkan di Afganistan dibuat berdasarkan desain Kushan Raja raja selanjutnya menerapkan kebijakan yang berkebalikan dari Shapur I mengenai toleransi agama Penerus Shapur I Bahram I 273 276 menghukum Mani dan para pengikutnya berdasarkan desakan dari pendeta Magi Zoroaster Bahram I memenjarakan Mani dan memerintahkan untuk membunuhnya Menurut sebuah legenda Mani meninggal di penjara ketika sedang menunggu eksekusinya 16 sedangkan menurut cerita lainnya ia disiksa dan dipenggal 17 Selanjutnya Bahram II 276 293 meneruskan kebijakan ayahnya dalam masalah agama Pada masa pemerintahannya ibukota Sassania Ctesiphon mengalami penghancuran oleh Romawi yaitu di bawah pimpinan kaisar Romawi Carus 282 283 Demikian pula sebagian besar wilayah Armenia yang selama setengah abad berada dalam penguasaan Persia pada masa pemerintahannya diserahkan kepada Diocletian 284 305 18 Bahram III hanya memerintah secara singkat 293 dan penerusnya Narseh 293 302 kemudian kembali mengobarkan pertempuran terhadap Romawi Setelah mengalami kesuksesan awal terhadap Kaisar Galerius 293 305 sebagai Caesar 305 311 sebagai Augustus pada pertempuran di dekat Callinicum di Sungai Efrat tahun 296 Narseh secara meyakinkan berhasil dikalahkan dalam penyergapan ketika ia sedang bersama haremnya di Armenia tahun 297 Dalam perjanjian yang mengakhiri perang ini Sassania setuju menyerahkan lima provinsi di sebelah timur Sungai Tigris dan bersedia untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Armenia dan Georgia 19 Setelah kekalahan yang menghancurkan ini Narseh mengundurkan diri tahun 301 dan meninggal dalam kesedihan setahun kemudian Putra Narseh Hormizd II 302 309 kemudian naik tahta Meskipun ia berhasil menekan pemberontakan di Sistan dan Kushan Hormizd II juga seorang penguasa yang lemah dan ia tidak mampu mengontrol para bangsawan Ia terbunuh oleh serangan suku Badui ketika sedang berburu pada tahun 309 Catatan Sunting a b Wiesehofer 1996 Encyclopedia of the Peoples of Africa and the Middle East Vol 1 Ed Jamie Stokes Infobase Publishing 2009 601 Security and Territoriality in the Persian Gulf A Maritime Political Geography by Pirouz Mojtahed Zadeh page 119 Fattah Hala Mundhir 2009 A Brief History Of Iraq Infobase Publishing hlm 49 ISBN 978 0 8160 5767 2 Para sejarawan juga telah menyebut Kekaisaran Wangsa Sasan sebagai Kekaisaran Persia Baru A Brief History Culture of Iran Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007 10 11 Diakses tanggal 11 September 2009 Shapur Shahbazi 2005 Khaleghi Motlagh Derafs e Kavian J B Bury p 109 a b Durant Transoxiana 04 Sasanians in Africa Sarfaraz pp 329 330 Iransaga The art of Sassanians Zarinkoob p 305 Salinan arsip Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007 08 09 Diakses tanggal 2007 11 05 Zarinkoob p 194 198 Zarinkoob p 197 Mify narodov mira II Mani p 103 1980 Zarinkoob p 199 Zarinkoob p 200 Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Kekaisaran Sasaniyah amp oldid 23258794