www.wikidata.id-id.nina.az
Polisi Republik IndonesiaKorps Kepolisian Air dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia atau biasa disingkat Korpolairud Baharkam Polri adalah satuan di dalam Kepolisian Republik Indonesia yang mendukung tugas tugas kepolisian lewat air sungai laut dan udara POLISI REPUBLIK INDONESIA Korps Kepolisian Air dan UdaraSingkatanKorpolairud Baharkam POLRIStruktur yurisdiksiLembaga nasionalIndonesiaWilayah hukumIndonesiaYurisdiksi hukumNasionalMarkas besarJl Trunojoyo No 3 Kebayoran Baru Jakarta SelatanPejabat eksekutifIrjen Pol Indra Miza KepalaLembaga indukKepolisian Republik Indonesia Utama Berkas Lambang Baharkam Polri png Badan Pemeliharaan Keamanan Bagian Polisi Udara yang sedang berbaris Daftar isi 1 Sejarah 2 Kepemimpinan Polisi Perairan dan Udara Polri 2 1 Tahun 1953 s d 1958 2 2 Tahun 1958 s d 1960 2 3 Tahun 1960 s d 1999 2 4 Tahun 1999 s d 2001 2 5 Tahun 2001 s d 2002 2 6 Tahun 2002 s d 2005 2 7 Tahun 2005 s d 2008 2 8 Tahun 2008 2 9 Tahun 2009 s d Sekarang 3 Armada 4 Rencana masa depan 5 Kepala 6 Pranala luarSejarah Sunting nbsp Personel PolairudKepolisian Air dan Udara lahir ketika Menteri Dalam Negeri mengeluarkan keputusan tertanggal 14 Maret 1951 soal penetapan Polisi Perairan sebagai bagian dari Jawatan Kepolisian Negara terhitung mulai 1 Desember 1950 Keputusan ini disempurnakan lagi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Perdana Menteri RI tanggal 5 Desember 1956 tentang pembentukan Seksi Udara pada Djawatan Kepolisian Negara Sejak itu bagian Polisi Perairan menjadi bagian Polisi Perairan dan Udara Di awal berdirinya Polisi Perairan bermodalkan sebuah kapal Angkloeng Baru pada akhir tahun 50 an jumlah kapal bertambah hingga mencapai 35 buah Sementara Polisi Udara hanya memiliki sebuah pesawat Cessna 180 Setelah melalui beberapa kali perombakan penyempurnaan organisasi baru terjadi pada tahun 1985 Satuan Utama Polisi Air dilebur ke dalam Sub Direktorat Polisi Air dan Satuan Utama Polisi Udara menjadi Subditpol Udara Kedua subdirektorat ini beroperasi dibawah kendali Direktorat Samapta Polri Hingga akhirnya berkiblat kepada sejarah kelahirannya 1 Desember diputuskan sebagai hari keramatnya Polisi Air dan Udara Para Pejabat Negara dengan pandangan jauh ke depan telah mengeluarkan Keputusan keputusan yang strategis berupa Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No 4 2 3 Um tanggal 14 Maret 1951 tentang Penetapan Polisi Perairan sebagai Bagian dari Djawatan Kepolisian Negara terhitung mulai tanggal 1 Desember 1950 Dengan lahirnya Djawatan Polisi Perairan maka seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang tersebar di khatulistiwa ditengah hamparan laut Indonesia yang sangat luas telah diantisipasi perlunya pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum Pada tahun 1953 s d 1958 berdasarkan Surat Perintah KKN No Pol 2 XIV 1953 tanggal 16 Januari 1953 dibentuk 2 dua Pangkalan Polisi Perairan masing masing di Belawan dan Surabaya Terdorong dari kesulitan kesulitan yang sering timbul dikarenakan kondisi geografis wilayah Nusantara maka dibentuklah Polisi Udara dengan SK Perdana Menteri Nomor 510 PM 1956 tanggal 5 Desember 1956 maka resmilah tanggal 1 Desember 1956 nama bagian Polisi Perairan dan Polisi Udara yang dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi RP Sudarsono dengan memiliki 35 kapal dari berbagai type dan sebuah pesawat jenis Cesna 180 Dengan Armada yang dimiliki Polisi Perairan dan Udara ikut serta dalam pemberantasan penyelundupan bajak laut dan operasi operasi militer seperti pemberantasan DI TII di Aceh dan Pantai Karawang Jawa Barat Setelah melalui beberapa kali perombakan penyempurnaan organisasi baru terjadi pada tahun 1985 Satuan Utama Polisi Air dilebur ke dalam Subditpol Air dan Satuan Utama Polisi Udara menjadi Sub Direktorat Polisi Udara Kedua subdirektorat ini beroperasi dibawah kendali Direktorat Samapta Polri Dengan pertimbangan perkembangan situasi dan berdasarkan Skep Kapolri No Pol Skep 9 V 2001 tanggal 25 Mei 2001 struktur Polairud dibawah Deops Kapolri dengan sebutan Dit Polairud Deops Polri Pada saat bulan Oktober 2002 terjadi Validasi Organisasi dengan Keputusan Kapolri No Pol Kep 53 X 2002 tanggal 17 Oktober 2002 dengan sebutan Dit Polair Babinkam Polri Pada bulan Oktober 2010 terjadi Restrukturisasi organisasi ditubuh Polri dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 Tanggal 14 Oktober 2010 untuk tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 22 Tanggal 14 Oktober 2010 untuk tingkat Kepolisian Daerah Hingga akhirnya berpedoman kepada sejarah kelahirannya 1 Desember diputuskan sebagai hari Ulang Tahun Polairud Kepemimpinan Polisi Perairan dan Udara Polri SuntingTahun 1953 s d 1958 Sunting Pada tahun 1953 1958 Berdasarkan Surat Perintah KKN No Pol 2 XIV 53 tanggal 16 Januari 1953 dibentuk dua Pangkalan Polisi Perairan yaitu di Belawan dan Surabaya Terdorong dari kesulitan kesulitan yang sering timbul karena kondisi geografis wilayah Nusantara maka dibentuklah Polisi Udara dengan SK Perdana Menteri Nomor 510 PM 1856 tanggal 5 Desember 1956 dan resmilah tanggal 1 Desember 1956 nama bagian Polisi Perairan dan Polisi Udara yang dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi RP Sudarsono dengan memiliki 35 kapal dari berbagai type dan sebuah pesawat jenis Cesna 180 Dengan armada yang dimiliki Polisi Perairan dan Udara ikut serta dalam penangganan tindak pidana perairan seperti penyelundupan bajak laut dan operasi operasi mititer pemberantasan DI TII di Aceh dan Pantai Kerawang Jawa Barat Tahun 1958 s d 1960 Sunting Pada Tahun 1958 s d 1960 bagian Polisi Perairan dan Udara diganti menjadi Dinas Perairan dan Udara yang dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Soeharjono Sosro Hamidjojo Tahun 1960 s d 1999 Sunting Berdasarakan Surat Kepala Kepolisian Negara No 7 PRT MK 1965 tanggal 1 Desember 1965 bagian Polisi Perairan dan Udara diganti menjadi Korps Polisi Airud dengan pimpinan Komisaris Besar Polisi R Hartono Pada tahun 1960 s d 1964 Korps Polisi Airud ikut serta dalam perjuangan Trikora dimana telah dibentuk Gugus Tugas sejumlah kapal polisi nomor seri 900 dan abk nya berada dibawah pimpinan langsung Panglima Komando Mandala Jenderal Soeharto Berdasarkan SK Kapolri No Pol Skep 50 s d 55 VIII 1977 maka Korps Air dan Udara di reorganisasi menjadi Pusat Detasemen Polisi Air dan Udara termasuk Pusat Pendidikan Polisi Air dan Udara Satuan Utama Polisi Air Satuan Utama Polisi Udara Satuan Air Daerah Kepolisian Berdasarkan Keputusan Kapolri No Pol Kep 09 X 1984 tanggal 30 Oktober 1984 Satuan Utama Polisi Air menjadi Sub Direktorat Polisi Air Satuan Utama Udara menjadi Sub Direktorat Pol Udara Sat Air Daerah Kepolisian menjadi Satpolair Polda Pusat Detasemen Polisi Air dan Udara menjadi Pusat Pendidikan Polisi Air dan Udara Tahun 1999 s d 2001 Sunting Kepolisian Negara Republik Indonesia berdasarkan TAP MPR RI No VII dan Keputusan Presiden RI No 8 Tahun 2000 kedudukan Polri langsung dibawah Presiden Kemandirian Polri tersebut menjadikan struktur organisasi Polisi Air dan Udara dibawah Kapolri dengan pejabat Direktur Polisi Air dan Udara adalah Brigadir Jenderal Polisi Drs FX Sumardi SH Tahun 2001 s d 2002 Sunting Dengan pertimbangan perkembangan situasi dan berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No Pol Skep 9 V 2001 tanggal 25 Mei 2001 Struktur organisasi Pol Airud di bawah Deops Kapolri dengan pejabat Direktur Polairud yaitu Brigjen Pol Drs Mudji Santoso SH yang membawahi Subdit Pol Air dan Subdit Pol Udara dengan pimpinan Subdit Pol Air yang terakhir tahun 2002 dijabat oleh Komisaris Besar Polisi Drs Suristyono Tahun 2002 s d 2005 Sunting Saat validasi organisasi Kepolisian kedudukan Direktorat Pol Airud berubah menjadi Direktorat Polisi Perairan dan Direktorat Polisi Udara 2002 tanggal 17 Oktober 2002 dengan sebutan Perairan Babinkam Polri dan pejabat Direktur Polair yang pertama adalah Brigjen Pol FX Sunarno SH Dengan tugas pokok Polisi Perairan adalah membina dan menyelenggarakan fungsi Kepolisian Perairan tingkat pusat dalam rangka melayani memelihara keamanan ketertiban masyarakat dan penegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia Tahun 2005 s d 2008 Sunting Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No Pol Skep 190 111 2005 tanggal 3 Maret 2005 Pimpinan Polisi Perairan Direktur Babinkam Polri diserahterimakan kepada Brigadir Jenderal Polisi I Nengah Sutisna MBA Untuk melanjutkan tugas pokok Polisi Perairan tersebut selaku pimpinan yang baru selalu mengoptimalkan tugas menggunakan alut yang dimiliki saat ini yaitu sebanyak 44 unit kapal Tahun 2008 Sunting Berdasarkan Skep Kapolri No Pol SKEP 209 VI 2008 tanggal 6 Juni 2008 Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia maka jabatan Direktur Kepolisian Perairan Babinkam Polri selanjutnya digantikan oleh Brigjen Pol Drs Abdulrahman menerapkan Penjabaran Program Akselerasi Utama Polri di Lingkungan Kepolisian Perairan Tahun 2009 s d Sekarang Sunting Berdasarkan Skep Kapolri No Pol SKEP 488 X 2009 tanggal 17 Oktober 2009 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia maka resmilah Brigjen Pol Drs Budi Hartono Untung menjabat sebagai Direktur Polair Babinkam yang baru sampai dengan sekarang Dalam melanjutkan tugas pokok Polisi Perairan tersebut selaku pimpinan yang baru selalu mengoptimalkan tugas tugas dengan menggunakan alut yang dimiliki saat ini yaitu sebanyak 56 unit kapal patroli polisi 1 Melakukan program Akselerasi Utama Polri di lingkungan Polair a Program pemberdayaan 6 SATPOLAIRWIL b Program peningkatan peran dan kemampuan lidik dan sidik oleh Polisi Perairan c Program pengadaan kapal Patroli Type C untuk Polres Perairan melalui anggaran KE 2005 d Penggunaan informasi teknologi IT untuk kepentingan pelayaran teleconference publikasi dan posisi kapal e Meningkatkan kemampuan dan peran Pusdik Polair serta rancang bangun Puslat Polair f Kerjasama Luar negeri melalui wadah Aseanapol 2 Bidang Pembinaan a Pakta Integritas b Peraturan Kababinkam Polri tentang Polmas Perairan c Perkap Gakkum Perairan d Perkap Intelejen perairan e Pola penggunaan BMP Polair 3 Bidang Operasional a Operasi Ekspedisi Sambang Nusa PAM Perbatasan dan pulau yang berpenghuni b Operasi Kepolisian Samudra Lestari Operasi Jaring Natuna 2009 c Pencapaian target 10 crime indeks Polair 2009 Illegal logging illegal minning illegal fishing illegal oil TP pelayaran kepabeanan keimigrasian perompakan handak dan narkoba d Pengamanan Selat Malaka Armada SuntingJumlah armada polisi air dan udara terdiri dari 54 unit kendaraan dari berbagai jenis yang terdiri dari 15 unit NBO 105 18 unit Enstrom 480 3 unit NBell 412 1 unit NC 212 1 unit PZL M28 Skytruck 1 unit Beechcraft 1900 1 unit Beechraft SH 18 1 unit Beechjet 400XP 12 unit MI 2 plus 3 unit Dauphin AS365N3 2 unit Diamond DA40 1 unit Fokker F50 1 unit Cessna 108 3 unit Bell 429 1 unit C295 3 unit AW 189 1 unit Boeing 737 800NG 9 unit AW 169Rencana masa depan SuntingMengikuti rencana pengembangan Polud Polisi Udara ke depan akan dibentuk delapan regional baru yang membagi secara tegas wilayah operasi pesawat Di kedelapan wilayah ini akan ditempatkan pesawat dengan tugas dan pembinaan sepenuhnya di Polda setempat Mengikuti visi masa depan 203 pesawat akan memperkuat Polri Yaptap Sayap Tetap ringan A sebanyak 40 yaptap ringan B 22 yaptap sedang A 6 yaptap sedang B 11 heli sedang 49 dan heli ringan 21 Pengklasifikasian didasarkan kemampuan pesawat Adapun rincian pembagian regional Regional I 9 heli 4 yaptap berpusat di Riau mencakup Aceh Sumatera Utara Jambi Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat Regional II 6 heli 3 yaptap berpusat di Lampung mencakup Sumatera Selatan Bengkulu dan Sumatera Barat Regional III 10 heli 6 yaptap berpusat di Kalimantan Timur mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Regional IV 4 heli 2 yaptap berpusat di Sulawesi Selatan meliputi Sulawesi Tengah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara Regional V 5 heli dan 3 yaptap berpusat di Maluku mencakup Maluku Utara Gorontalo dan Sulawesi Utara Regional VI 3 heli dan 5 yaptap berpusat di Jayapura mencakup Papua dan Irian Jaya Barat Regional VII 6 heli 5 yaptap berpusat di Bali mencakup Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Regional VIII 8 heli 7 yaptap berpusat di Surabaya melaksanakan tugas tugas kepolisian di seluruh perairan Pulau Jawa Saat ini Polair hanya diperkuat dengan 10 kapal Kelas A panjang 48 m 11 Kelas B panjang 28 m dan hanya lima Kelas C motor boat panjang 15 m yang tersebar di Riau 2 kapal Kaltim 2 kapal dan Jakarta 1 kapal Penting dicatat jumlah ini merupakan gambaran global peta kekuatan Polair di Indonesia Memang ada total 86 kapal lagi yang dioperasikan Polda polda dengan panjang 15 m Tapi itu produk lokal yang sebenarnya kurang sesuai dengan standar operasi Polri Bagi Polair Polisi Air kapal kelas A yang mampu mengangkut 2 kompi pasukan bisa didarati helikopter dan sanggup menjelajahi laut timurlah yang dibutuhkan Kapal Kelas A dibagi ke dalam dua kelas yang ditentukan berdasarkan ukuran panjang kapal Yakni dengan panjang 48 meter dan 57 sampai 60 meter Idealnya tiap propinsi mendapatkan lima hingga enam kapal kelas A B dan C Dengan begitu jumlah ideal kapal Polair adalah 33 kapal Kelas A 40 kapal Kelas B dan ratusan kapal Kelas C Tapi inipun baru tahap awal dan jumlah minimal Karena dibandingkan dengan luas wilayah dan peta kerawanan sebenarnya sulit menghitung secara pasti berapa jumlah kapal dan pesawat yang diperlukan Polri dalam menjalankan tugasnya Kepala SuntingNo Nama Mulai Menjabat Akhir Menjabat Ref Kepala Bagian Polisi Air dan Udara Djawatan Kepolisian Negara1 Kombes Pol RP Sudarsono 1956 1958Kepala Dinas Air dan Udara Djawatan Kepolisian Negara2 AKBP Soeharjono Sosro Hamidjojo 1958 1960Kepala Korps Polisi Air dan Udara Angkatan Kepolisian Republik Indonesia3 Kombes Pol R Hartono 1965Direktur Polisi Air dan Udara Kepolisian Negara Republik Indonesia4 Brigjen Pol Drs F X Sumardi S H 2000 20015 Brigjen Pol Drs Mudji Santoso S H 2001 2002Direktur Kepolisian Air dan Udara Babinkam Polri6 Brigjen Pol Drs F X Sunarno S H 2002 20057 Brigjen Pol Drs I Nengah Sutisna M B A 2005 20088 Brigjen Pol Drs Abdulrachman 2008 20099 Brigjen Pol Drs Budi Hartono Untung 2009 201210 Brigjen Pol Drs Imam Budi Supeno S H M H 2012 201511 Brigjen Pol Drs Muhammad Chairul Noor Alamsyah S H M H 2015 2017Kepala Korps Kepolisian Air dan Udara Baharkam Polri1 Irjen PolDrs Muhammad Chairul Noor Alamsyah S H M H 3 Februari 2017 20 Juni 20192 Irjen PolDrs Zulkarnain Adinegara 20 Juni 2019 21 Oktober 20193 Irjen PolDrs Lotharia Latif S H M H 21 Oktober 2019 3 Agustus 20204 Irjen PolDrs Verdianto Iskandar Bitticaca M Hum 3 Agustus 2020 13 April 20225 Irjen PolDrs Indra Miza M Si 13 April 2022 PetahanaPranala luar SuntingAngkasa Online 50 Tahun Polairud Menciduk dari Dimensi Lain http www angkasa online com 11 03 lain lain5 htm pranala nonaktif permanen Angkasa Online Wow 203 Pesawat http www angkasa online com 11 03 lain lain2 htm pranala nonaktif permanen Angkasa Online Saatnya Kapolda Terbang http www angkasa online com 13 11 jelajah jelajah1 htm pranala nonaktif permanen Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Korps Kepolisian Perairan dan Udara amp oldid 24352423