www.wikidata.id-id.nina.az
Kriteria permaluan atau Kriteria malu bahasa Inggris Criterion of embarrassment adalah analisis kritis mengenai cerita bersejarah dimana cerita yang memalukan mengenai seorang tokoh atau penulis dianggap benar dikarenakan penulis tidak mungkin mengarang cerita memalukan mengenai dirinya sendiri Beberapa sarjana Injil telah menggunakan kriteria ini dalam menilai apakah cerita Perjanjian Baru mengenai tindakan dan perkataan Yesus adalah mungkin terjadi dalam sejarah 1 Baptism of Christ Pembaptisan Yesus karya Francesco Albani Karena peristiwa ini memposisikan Yohanes Pembaptis lebih tinggi dari Yesus yang dibaptis kriteria permaluan digunakan untuk mendukung kebenaran sejarah pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis ini Daftar isi 1 Sejarah 2 Contoh 3 Keterbatasan 4 Referensi 5 Pustaka tambahan 6 Pranala luarSejarah suntingKriteria malu adalah metode lama dalam riset Perjanjian Baru Ungkapan ini digunakan oleh John P Meier dalam bukunya A Marginal Jew ia menghubungkannya dengan Edward Schillebeeckx yang kelihatannya tidak benar benar menggunakan ungkapan tersebut Penggunaan paling awal mengenai pendekatan ini dimungkinkan oleh Paul Wilhelm Schmiedel dalam Encyclopaedia Biblica 1899 2 Contoh suntingInti dari kriteria permaluan adalah bahwa gereja perdana sangat tidak mungkin keluar dari jalur untuk menciptakan atau memalsukan materi bersejarah yang hanya akan memalukan penulis atau melemahkan posisinya dalam argumen dengan lawan Agaknya materi memalukan yang datang dari Yesus secara alamiah akan ditekan atau dilemahkan dalam langkah langkah kemudian tentang tradisi Injil Kriteria ini jarang digunakan hanya sendirian dan tipikalnya adalah salah satu dari sejumlah kriteria seperti kriteria diskontinuitas dan kriteria beberapa penegasan bersama dengan metode historis Penyaliban Yesus adalah sebuah contoh dari peristiwa yang memenuhi kriteria memalukan Metode hukuman mati ini dianggap sebagai metode yang paling memalukan dan menghinakan pada masa Romawi dan penyokong kriteria ini mengklaim bahwa sangat kecil kemungkinan metode hukuman mati ini dikarang oleh para pengikut Yesus 1 3 4 5 6 Keterbatasan suntingKriteria permaluan memiliki keterbatasan dan harus selalu digunakan bersama dengan kriteria lainnya Satu keterbatasan pada kriteria ini adalah bahwa kasus yang jelas mengenai hal hal memalukan sangat jarang Potret penuh Yesus tidak dapat didasarkan pada data yang begitu sedikit Keterbatasan lainnya berakar dari fakta bahwa apa yang dianggap memalukan di mata orang hari ini tidak selalu merupakan hal yang memalukan di mata jemaat Gereja awal Perincian memalukan dapat mencakup sebagai alternatif pada cerita yang lebih memalukan mengenai peristiwa yang sama Sebagai contoh hipotetis penyangkalan Simon Petrus atas Yesus mungkin adalah substitusi bagi kelakuan yang lebih buruk dari Petrus 7 Contoh yang bagus dari poin kedua ditemukan dalam cerita dari suatu kitab non kanonikal yang disebut Injil masa kecil Yesus Dalam satu cerita dalam Injil Masa Kecil Yesus Menurut Tomas Yesus kecil disebutkan menggunakan kekuatan supernaturalnya untuk mematikan lalu menghidupkan seorang kawan bermain yang tidak sengaja menabraknya 8 Jika saja tradisi ini diterima sebagai cerita yang layak untuk dicantumkan pada beberapa titik waktu dalam pembentukan Alkitab dan karenanya diintegrasi di antara Injil Kanonikal banyak Kristen modern akan menemukannya cukup memalukan khususnya pengikut keras yang percaya pada ineransi Alkitab Namun diusulkan bahwa keberadaan perikop non kanonik awal ini dapat menunjukkan hal itu tidaklah memalukan bagi orang orang Kristen awal meskipun kenyataannya memang tidak diterima pada zaman itu 9 10 11 12 Keterbatasan lebih lanjut lagi adalah kemungkinan bahwa apa yang dapat digolongkan memalukan dapat juga menjadi cerita yang sengaja diciptakan untuk memancing reaksi Contohnya penyangkalan Simon Petrus atas Yesus dapat ditulis sebagai contoh dari konsekuensi atas penyangkalan Matius 10 32 33 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa Ku yang di sorga Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa Ku yang di sorga Referensi sunting a b Catherine M Murphy The Historical Jesus For Dummies For Dummies Pub 2007 p 14 Stanley E Porter Criteria for Authenticity in Historical Jesus Research Continuum 2004 pages 106 7 Guy Davenport and Benjamin Urrutia The Logia of Yeshua Washington DC 1996 John P Meier A Marginal Jew Yale University Press 2009 N S Gill Discussion of the Historical Jesus Diarsipkan 2007 03 16 di Wayback Machine Blue Butler Education Historical Study of Jesus of Nazareth An Introduction John P Meier A Marginal Jew Yale University Press 2009 p 170 Cameron Ron 1982 The Other Gospels Non Canonical Gospel Texts Home Base New York Westminster John Knox Press pp 124 130 Bart D Ehrman Jesus Apocalyptic Prophet of the New Millennium Oxford 1999 pp 90 91 John P Meier A Marginal Jew Rethinking the Historical Jesus Doubleday 1991 v 1 pp 174 175 317 Stanley E Porter The Criteria for Authenticity in Historical Jesus Research Previous Discussion and New Proposals Sheffield Academic Press 2000 Gerd Thiessen Thiessen amp Dagmar Winter The Quest for the Plausible Jesus The Question of Criteria Westminster John Knox Press 2002 Pustaka tambahan suntingMeier John P A Marginal Jew Rethinking the Historical Jesus Doubleday 1991 vol 1 p 168 171 Pranala luar suntingThe Criterion of Embarrassment and Jesus Baptism by John Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Kriteria permaluan amp oldid 23295629