www.wikidata.id-id.nina.az
Suku Biak adalah kelompok etnis yang berasal dari Kepulauan Biak di Teluk Cenderawasih tepat di lepas pantai utara Pulau Papua Masyarakat Biak memiliki beberapa sub suku seperti Aimando Betew Kafdaron Karon Usba dan Wardo yang kebanyakan telah bermigrasi dan menetap di Kepulauan Raja Ampat sejak abad ke 15 3 BiakKawasa Byak Er ByakPotret seorang wanita suku Biak Jumlah populasi204 415 2010 1 Daerah dengan populasi signifikanIndonesia Papua Papua Barat dan Papua Barat Daya BahasaBiak IndonesiaAgamaKekristenan mayoritas Islam 2 Kelompok etnik terkaitMa ya Abun SeruiRumah di tepi pantai Biak dengan hewan ternak di samping rumah Daftar isi 1 Etimologi 2 Asal usul 3 Tradisi 3 1 Wor 3 2 Iyakyaker 4 Kebudayaan 4 1 Makanan tradisional 4 2 Kuburan tua Padwa 5 Tokoh terkenal 5 1 Politisi negarawan 5 2 Militer 5 3 Agamawan 5 4 Aktivis 5 5 Pendidikan amp keilmuan 5 6 Budayawan seniman 5 7 Olahragawan 6 ReferensiEtimologi SuntingPenamaan Biak sendiri diawali zaman pemerintahan kolonial Belanda pada abad ke 17 orang Belanda memberi nama kepulauan Biak Numfor dengan sebutan Schouten Eilanden Ada juga yang menyebutnya Numfor Mafor Wiak atau Vyak Fonem w pada kata wiak sebenarnya berasal dari fonem v yang kemudian berubah menjadi b sehingga muncul kata Biak sedangkan kata Biak Numfor dengan tanda garis mendatar penghubung dua kata itu dipakai secara resmi untuk menamakan daerah dan penduduk yang mendiami pulau pulau yang terletak di sebelah utara Teluk Cenderawasih Keterangan cerita lisan rakyat berupa mite menceritakan bahwa nama Biak berasal dari warga klan Burdam yang meninggalkan Pulau Biak akibat pertengkaran mereka dengan warga klan Mandowen Menurut cerita itu warga klan Burdam memutuskan berangkat meninggalkan Pulau Warmambo nama asli Pulau Biak untuk menetap di suatu tempat yang letaknya jauh sehingga Pulau Warmambo hilang dari pandangan mata Ketika mereka berangkat meninggalkan pulau sesekali menoleh ke belakang mereka melihat Pulau Warmambo masih tampak di atas permukaan laut Kondisi ini menyebabkan mereka berkata v iak wer atau v iak artinya ia muncul lagi Kata v iak inilah yang kemudian dipakai oleh mereka yang pergi untuk menamakan Pulau Warmambo Sedangkan nama Numfor berasal dari nama pulau dan golongan penduduk asli Pulau Numfor Penggabungan nama Biak dan Numfor menjadi satu nama dan pemakaiannya secara resmi terjadi pada saat terbentuknya lembaga dewan daerah di kepulauan Schouten yang diberi nama Dewan daerah Biak Numfor pada tahun 1959 4 Asal usul SuntingSuku Biak yang mendiami Kepulauan Biak dikenal sebagai penjelajah lautan yang tangguh Sama seperti kemampuan suku Bugis mereka menjelajah lautan dari Kepulauan Maluku Sulawesi Jawa hingga ke Semenanjung Malaka Penjelajahan suku Biak ini dilakukan karena motif letak geografis yang kurang menghasilkan secara ekonomi lahan yang kurang subur sehingga terjadinya kekurangan sumber pangan selain itu ada juga alasan persaingan atau korfandi yaitu adanya perselisihan antar suku serta adanya perselisihan tata adat dalam suku Biak Namun hal yang paling mendorong suku Biak menjelajah adalah karena dorongan kebutuhan bahan pangan yang pada saat itu terjadi kemarau berkepanjangan di Biak berawal berlayar di sekitar Teluk Cenderawasih hingga ke Kepulauan Raja Ampat Karena ketangguhannya mereka menguasai aspek perdagangan dan politik di wilayah pesisir Papua bagian utara Bukti bukti kekuasaan suku Biak ini dapat dilihat dari penamaan beberapa kota di pesisir utara Papua yang menggunakan kata dalam bahasa Biak antara lain Manokwari dari kata mnuk war yang artinya kampung tua serta Sorong yang berasal dari kata soren nbsp Replika kapal suku Biak yang disebut wai roon atau waiwor Aktivitas berdagang suku Biak menggunakan sistem kongsi dagang antar sahabat yang disebut manibobi yaitu dengan cara berlayar dan berdagang keliling Komoditas yang mereka dagangkan antara lain sagu kulit kayu mesoyi burung cenderawasih dan para budak Mereka menjajakan berbagai komoditas ke beberapa gugusan kepulauan Yapen Waropen Teluk Wondama dan Teluk Dore Manokwari Amberbaken hingga meluas hingga ke berbagai perairan Nusantara Hubungan dagang suku Biak juga terjalin dengan para pelaut dari Ternate Tidore Halmahera Flores Gebe Sulawesi Buton Seram dan Tiongkok Sebagai hasil kongsi dagang tersebut para pelaut suku Biak mendapatkan barang barang berupa porselin dari Tiongkok manik manik parang tombak besi gelang dari besi atau logam serta berbagai jenis kain dari daerah dan beberapa daerah yang disinggahi Bahkan para pelaut suku Biak pada zaman kolonial Belanda dikenal dengan sebutan Papoesche Zeerovers yang artinya para bajak laut Papua Mereka berlayar menggunakan perahu layar tradisional wai roon yang biasanya digunakan untuk perang dengan suku suku lain dan menangkap budak budak Wai mansusu dan wai papan digunakan untuk berdagang Suku Biak juga sudah menguasai ilmu navigasi yang baik dengan mengandalkan rasi bintang biasanya bintang Orion Sawakoi dan Scorpio Romanggwandi 5 Tradisi SuntingWor Sunting Masyarakat Biak masih memiliki kebudayaan kuno yang mengacu pada kepercayaan animisme lokal sebelum masuknya pekabaran Injil ke Papua Aliran kepercayaan tersebut lebih ditonjolkan melalui rangkaian upacara ritual yang lebih dikenal sebagai Wor Wor dalam bahasa Biak berarti lagu dan tari tradisional Seorang anak yang terkena wabah penyakit dianggap bernasib malang kegagalan berladang bahkan kecelakaan dianggap sebuah malapetaka sehingga harus diadakan upacara adat untuk menangkal penyakit ataupun mara bahaya Wor adalah ekspresi aktivitas semua aspek kehidupan suku Biak Beberapa upacara adat yang masih sering dilakukan oleh suku Biak disebut sebagai tradisi Wor Iyakyaker Sunting Tradisi Iyakyaker suku Biak yaitu tradisi pemberian maskawin antara lain berupa hewan babi manik manik guci piring antik hasil perkebunan hasil laut hewan hasil buruan serta beragam harta benda lainnya yang dimiliki Piring antik ben bepon dan guci masih sering di jumpai dalam ritual adat suku Biak Pemberian maskawin atau disebut dengan istilah ararem 6 Ararem ini dapat terkumpul melewati prosesi adat suku Biak sejak kecil hingga menjelang dewasa Antara lain mengeluarkan anak dari kamar menggendong anak menggunting rambut membawa anak ke gereja semua ini harus dilakukan dengan pembayaran maskawin dari pihak marga atau ipar ipar dalam tatanan adat suku Biak Ararem ini nantinya akan disimpan ditempat khusus yang disebut arem Setelah menentukan calon anak mantu maka orang tua akan mengundang paman dan bibi dari pihak ibu untuk melakukan peminangan Apabila pihak perempuan menerima lamaran pihak laki laki maka pihak perempuan akan mengajukan besaran maskawin kepada pihak laki laki Adapun besarnya jumlah maskawin mahar biasanya ditentukan oleh status perempuan bisa dilihat dari latar belakang keluarga keperawanan maupun kecantikan dan saat sekarang ini faktor pendidikan juga ikut menentukan besaran jumlah maskawin Keunikan lain saat mengantar maskawin berupa piring antik dan guci adalah adanya bendera Merah Putih sebagai simbol lambang negara ikut mengantarkan prosesi maskawin tradisi ini baru berkembang sejak masuknya Papua menjadi salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1963 Sebaliknya pihak perempuan yang sudah menerima pihak keluarga laki laki juga menyiapkan sesuatu berupa barang barang rumah tangga sehingga dalam menjalan kehidupan kelak tidak mengalami kesulitan Selain itu juga menjadi sikap dasar pihak perempuan yang nantinya kedepannya tidak jadi penilaian yang kurang baik dari pihak laki laki 7 Kebudayaan Sunting nbsp Rumah kayu di Biak Makanan tradisional Sunting Makanan tradisional sekaligus makanan pokok masyarakat suku Biak adalah pokem atau otong yang lebih populer dengan nama gandum Papua Pokem adalah terigu dari tumbuhan tanaman kelas Monocontiledonae famili Gramineae genus Sorghum spesies Sorghum rumbrawer L mirip dengan gandum Avena sativa Tanaman ini merupakan asli dan dibudidayakan oleh suku bangsa Biak sebagai makanan pokok di Pulau Numfor Bentuknya seperti padi namun batangnya lebih kecil Umur tanaman ini 90 hari pokem bisa dipanen setiap tiga bulan Jadi dalam satu tahun bisa menghasilkan empat kali panen Bagi masyarakat suku Biak ada lima jenis tanaman pokem yang terdiri dari pertama pokem resyek atau pokem coklat kedua pokem verik atau pokem merah ketiga pokem vepyoper atau pokem putih dan keempat pokem vepaisem atau pokem hitam dan kelima pokem venanyar atau pokem kuning 8 Proses pengolahan pokem dengan cara melepaskan bulir pokem dari tangkai bulirnya ditumbuk agar lepas dari kulitnya mirip dengan proses padi menjadi beras kemudian diayak agar terpisah buliran dan kulit pokem Pokem kemudian ditumbuk lagi hingga halus dan siap untuk dimasak Proses memasaknya sendiri dengan merebus tepung pokem dengan air kemudian ditambahkan santan kental agar gurih diaduk hingga kental kemudian ditambahkan gula pasir dan susu diaduk hingga warna kekuningan dan kemudian siap disajikan 9 Kuburan tua Padwa Sunting nbsp Kawasan kuburan tua Padwa suku Biak di desa Urfu distrik Biak Kota nbsp Tengkorak suku Biak di kuburan Padwa Biak Numfor Marga Swabra adalah marga tua suku Biak yang berada di Kampung Padwa Distrik Yendidori Di Kampung Padwa ini masih bisa ditemukan kuburan tua didalam celah tebing tebing karang tepi pantai tengkorak yang berada ditepi tebing maupun ada dalam peti kayu yang masih tertata rapi Hal ini berkaitan dengan tata cara penguburan suku Biak pada zaman dahulu Namun semenjak Injil masuk ke Biak pada tahun 1855 maka penguburan tradisi ini sudah jarang dilakukan 10 Tokoh terkenal Sunting nbsp Frans Kaisiepo nbsp Johannes Abraham Dimara Mayor TNI AD nbsp Hans Wospakrik nbsp Albert Fakdawer nbsp Nitya Krishanda MaheswariPolitisi negarawan Sunting Frans Kaisiepo Gubernur Irian Barat masa jabatan 1964 1973 dan Pahlawan Nasional Indonesia Manuel Kaisiepo Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia pada masa Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri masa jabatan 2000 2004 Hulda Ida Imbir DPRP Papua 80 2020 Gracia Billy Mambrasar Staf Khusus untuk Presiden Joko Widodo 2019 sekarang Yusuf Melianus Maryen Bupati Biak Numfor masa jabatan 2004 2014 Fredrik Menufandu Bupati Supiori masa jabatan 2011 2014 Herry Ario Naap Bupati Biak Numfor masa jabatan 2019 sekarang Mamberob Rumakiek anggota Dewan Perwakilan Daerah RI dapil Papua Barat masa jabatan 2019 sekarang Rosaline Rumaseuw Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN dan politisi dari Timika Papua TengahMiliter Sunting Herman Asaribab Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Johannes Abraham Dimara Pahlawan Nasional Indonesia Dick Henk Wabiser perwira tinggi TNI Angkatan Laut Habel Lodewyk Rumaseuw perwira tinggi Kopassus TNI Angkatan Darat Corinus Marselus Koreri Krey Pejuang Kemerdekaan Indonesia Lukas Rumkorem Pejuang kemerdekaan Indonesia pendiri PIM Partai Perserikatan Indonesia Merdeka pendiri TTT Tentara Tjadangan Tjendrawasih Petrus Korwa Pejuang pembebasan Irian Barat mantan tahanan Diguli Hanoch Rumbrar Pejuang pembebasan Irian Barat mantan tahanan Diguli Gerardus Imbir Pejuang pembebasan irian Barat di pulau Biak dan Supiori Agamawan Sunting Petrus Kafiar pemuka agama Kristen Angganita Menufandu pemimpin Gerakan Koreri Filep Jacob Spenyel FJS Rumainum Ketua Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Hans Wanma pendeta dan penulisAktivis Sunting Marthen Abrauw kepala adat marga Abrauw dari Biak Utara yang menyuarakan kekhawatiran tentang pembangunan Bandar Antariksa Biak Viktor Kaisiepo aktivis kemerdekaan West Papua Fred C Mambrasar aktivis kemerdekaan West Papua Seth Jafet Rumkorem aktivis kemerdekaan West Papua Raki Ap aktivis kemerdekaan West Papua dan anak dari Arnold Clemens ApPendidikan amp keilmuan Sunting Andi Imannuel Rumbrar guru di Sekolah Lentera Harapan SLH di pedalaman Mokndoma Kabupaten Puncak Jaya Papua Pegunungan Albert Rumbekwan dosen Universitas Cendrawasih mantan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Supiori J R Mansoben akademisi LIPI dari Universitas Cendrawasih Hans Wospakrik dosen Institut Teknologi Bandung Marianette Octovina Wospakrik peneliti fisika Fermilab di Batavia Illinois Amerika Serikat Suriel Mofu Rektor Universitas Papua masa jabatan 2012 2016 Frans Rumbrawer peneliti bahasa di Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RIBudayawan seniman Sunting Arnold Clemens Ap antropolog dan anggota grup musik Mambesak Mambri Awom penyanyi Albert Fakdawer aktor dan penyanyi Denis Koibur budayawan kapten kapal wairon perwakilan Suku Biak yang mengikuti Festival Kano dan Kundu di Papua New Guinea pada tahun 2018 Dorkas Waroy Welem Meosido penyanyi lagu berbahasa Biak Micha Ronsumbre budayawan dan mantan Ketua Dewan Kesenian Biak Yosina Rumayauw penyanyi Indonesia Belanda Frans Sisir nama asli Frans Rumbino penyanyi dan peserta Asia s Got Talent 2019 Theo Rumansara sutradara film pendekOlahragawan Sunting Panus Korwa pesepakbola Nitya Krishanda Maheswari pemain bulutangkis dan anak dari Panus Korwa Pieter Rumaropen pesepakbola David Rumakiek pesepakbola Ramai Rumakiek pesepakbola Lisa Rumbewas atlet angkat besi Lukas Rumkabu pesepakbola Simon Rumkabu petinju Jeam Kelly Sroyer pesepakbola Ruben Sanadi pesepakbolaReferensi Sunting Aris Ananta Evi Nurvidya Arifin M Sairi Hasbullah Nur Budi Handayani Agus Pramono 14 Juli 2015 Demography of Indonesia s Ethnicity Table 4 38 The 145 Ethnic Groups Indonesia 2010 Institute of Southeast Asian Studies Diakses tanggal 29 Agustus 2022 Pemeliharaan CS1 Banyak nama authors list link Umat Muslim Suku Biak Sorong Raya Gelar Halal Bi Halal Ini Pesan Ustadz Idwar www orideknews com Diakses tanggal 3 Juli 2023 Ronsumbre Adolof 2020 Ensiklopedia Suku Bangsa di Provinsi Papua Barat PDF Yogyakarta Penerbit Kepel Press hlm 31 ISBN 978 602 356 318 0 Parameter url status yang tidak diketahui akan diabaikan bantuan https papua go id view detail kabupaten 277 sejarah singkat html https historia id kultur articles suku biak suku vikingnya papua PMLzX https budaya indonesia org ARAREM https kebudayaan kemdikbud go id bpnbpapua tradisi iyakyaker suku biak numfor https budaya indonesia org Pokem Gandum Salinan arsip PDF Diarsipkan dari versi asli PDF tanggal 2022 09 14 Diakses tanggal 2019 04 10 Pekuburan Tua Padwa Perpustakaan Digital Budaya Indonesia budaya indonesia org Diakses tanggal 2019 04 08 Diperoleh dari https id wikipedia org w index php title Suku Biak amp oldid 24050828